Category: Blog

Apa itu otak? Otak merupakan salah satu organ terbesar dan organ yang paling rumit pada tubuh manusia. Otak ini bekerja layaknya komputer besar. Organ ini menyerap informasi yang didapatkan melalui indra perasa dan tubuh, dan akan mengirimkan sinyal kembali ke pada tubuh. Otak manusia ini pada umumnya sebesar dua gempalan tangan dan seberat kira-kira 1.5kg. Otak terdiri dari lebih dari 100 miliar syaraf yang berkomunikasi dengan triliunan koneksi yang disebut dengan sinaps (synapse). Letak otak terdapat di dalam kepala manusia, oleh karena itu kecelakaan atau cedera yang berkaitan dengan kepala dapat berakibat fatal, mulai dari pingsan atau tidak sadarkan diri, trauma otak, koma hingga meninggal. Bagian-bagian di dalam otak Otak merupakan salah satu organ yang paling rumit di dalam tubuh manusia karena memiliki berbagai bagian dan fungsi yang berbeda. Pada dasarnya, otak terdiri dari neuron atau syaraf yang saling terhubung dan membentuk bagian-bagian yang memiliki fungsi tersendiri. Otak memiliki beberapa bagian-bagian utama yaitu Cerebum (Otak Besar), Deincephalon, Brain Stem (Batang Otak) dan Cerebellum (Otak Kecil). Tiap-tiap bagian ini memiliki fungsi penting dalam aktivitas manusia, seperti bernafas, bergerak, mengolah informasi dan lainnya. Lalu bagaimana cara kerja otak? Sebelum kita memulai pada bagian besar otak, kita akan membahas pada bagian penyusun otak yang paling penting, yaitu neuron. Neuron ini merupakan unit kerja standard di dalam otak dan sistem syaraf. Sel-sel neuron ini diperuntukan untuk melakukan komunikasi dengan sel neuron yang lainnya. Neuron ini terbagi menjadi tiga bagian dasar seperti dibawah ini : Tubuh sel yang terdiri dari nukleus, sitoplasma dan sel organele. Di dalam nukelus ini terdapat DNA dan informasi yang dibutuhkan sel untuk berkembang, tetap hidup dan perbaikan jika terjadi kerusakan sel. Sitoplasma merupakan zat yang mengisi sebuah sel, yang termasuk dengan segala senyawa dan bagian-bagian yang penting bagi sel untuk bekerja dengan baik termasuk dengan struktur kecil dari organel. Dendrites merupakan cabang yang menjulur keluar dari tubuh sel dan bertindak sebagai penerima senyawa dan sinyal listrik yang disebut dengan impulse dari neuron sekelilingnya. Axon merupakan bagian neuron yang mengirimkan impulse ke sel lainnya. Ukuran axon ini bervarasi, mulai dari hanya sepanjang fraksi kecil hingga beberapa cm. Tiap-tiap neuron ditutup oleh membran sel yang masing-masing membrannya memisahkan bagian yang ada di dalam sel dari lingkungan sekitar dan mengatur apa saja yang dapat masuk dan keluar dari sel, dan menjawab sinyal dari lingkungan neuron; hal ini membantu sel untuk menjaga keseimbangan dengan lingkungan sekitar. Sinaps (Synapse) ini merupakan celah kecil diantar dua neuron, tempat dimana pesan akan bergerak dari neuron satu ke neuron lainnya dalam bentuk bahan kimia atau sinyal listrik. Lalu pada bagian-bagian utama otak, fungsi dari masing-masing bagian otak dapat dijabarkan seperti berikut : Cerebrum atau otak besar Cerebrum atau otak besar memiliki dua bagian yaitu bagian kiri dan kanan. Bagian ini disebut sebagai hemisfer (Hemisphere). Kedua hemisfer ini saling terhubung dengan ikatan serat syaraf tebal yang disebut dengan corpus callosum. Tiap-tiap hemisfer diciptakan dengan 6 daerah atau cuping yang masing-masing memiliki fungsi yang berbeda. Cerebum ini mengendalikan gerakan dan mengolah informasi sensorik. Perasaan atau aksi yang secara sadar atau tidak sadar dihasilkan di otak bagian ini. Cerebum juga bertanggung jawab atas fungsi bicara, pendengaran, pengetahuan dan ingatan pada manusia. Deincephalon atau deinsefalon Deinsefalon atau otak tengah merupakan wilayah tengah otak. Pada otak manusia dewasa, deinsefalon dapat ditemukan diujung dari Brain Stem atau Batang Otak dengan posisi diantara batang otak dan otak besar. Deinsefalon ini terdiri dari beberapa bagian yaitu, thamalus, subthalamus, hypothalamus, dan epithalamus + Thalamus memiliki hubungan penting dengan banyak fungsi otak seperti fungsi menyampaikan sinyal motorik dan sensorik ke Korteks Serebral (Cerebral Cortex) dan mengatur kesadaran, tidur dan kewaspadaan. + Subthalamus terhubung dengan globul pallidus, inti basal dari sebuah telencephalon. Berfungsi sebagai penerima koneksi afferent (neuron yang membawa impuls syaraf ke sistem syaraf pusat dan otak) dari substantia nigra dan striatum dan menjalankan pergerakan tulang. + Hypothalamus merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari sistem endokrin, yang berfungsi sebagai menghubungkan sistem syaraf dengan sistem endokrin melalui pituitary gland atau kelenjar bawah otak. + Epithalamus berfungsi sebagai penyambung antara sistem limbik dengan bagian otak lainnya. Brain stem atau batang otak Batang Stem ini berfungsi untuk menyambungkan informasi antara otak, otak besar dan syaraf tulang belakang, dan juga mengatur kinerja gerakan mata dan ekspesi muka. Batang stem ini juga berfungsi untuk mengatur fungsi vital seperti bernafas, tekanan darah dan detak jantung. Cerebellum atau otak kecil Cerebellum atau otak berfungsi dalam bergerakan tubuh. Otak kecil ini akan menerima infomasi dari sistem sensorik, syaraf tulang belakang dan bagian otak lainnya dan menggerakan bagian tubuh dan mempelajari gerakan motorin. Kesimpulan Otak merupakan salah satu organ terpenting manusia, dimana seluruh informasi yang diterima oleh tubuh dapat diolah dan menjadikan feedback terhadap fungsi tubuh yang terkait. Otak terdiri dari neuron atau syaraf yang saling berkomunikasi dengan neuron lainnya melalui celah yang bernama sinaps (Synapse). Otak juga memiliki bagian-bagian yang memiliki fungsi tersendiri. Bagian itu adalah Cerebrum, Deincephalon, Brain Stem dan Cerebellum.   SUMBER : https://www.nia.nih.gov/health/brain-health-resource https://www.nia.nih.gov/health/topics/brain-health https://www.nimh.nih.gov/brainbasics/po_300_nimh_presentation_v14_021111_508.pdf https://www.nimh.nih.gov/brainbasics/index.html https://www.webmd.com/brain/picture-of-the-brain https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK279302/ https://www.mayoclinic.org/brain/sls-20077047 https://courses.lumenlearning.com/boundless-ap/chapter/the-diencephalon/ https://www.healthline.com/human-body-maps/cerebellum

Apa Itu Tidur ? Pada dasarnya, tidur merupakan aktivitas istirahat yang dilakukan oleh tubuh makhluk hidup. Namun menurut penelitian, tidur merupakan periode dimana aktivitas otak tetap tinggi namun dalam kondisi yang tidak sadarkan diri. Tidur merupakan proses biologi kompleks yang membantu manusia untuk memproses informasi baru, menjaga kesehatan dan memulihkan tubuh. Tidur ini terbagi menjadi dua jenis yaitu Non-REM (Tahap 1, 2, 3, 4) dan REM (Rapid Eye Movement).

Apa itu Imunisasi? Imunisasi merupakan proses dimana manusia dibuat lebih kebal atau kuat terhadap penyakit menular, yang biasanya dengan cara memberikan vaksin ke dalam tubuh. Imunisasi merupakan sarana yang terbukti dalam mengendalikan dan menghilangkan penyakit menular yang dapat membahayakan jiwa. Imunisasi ini merupakan salah satu sarana kesehatan yang hemat biaya, dengan strategi yang terbukti dalam menjangkau hingga daerah-daerah terpencil dan jauh dari pemukiman manusia.

Apa itu diabetes Diabetes merupakan penyakit yang terjadi ketika kadar gula darah atau glukosa terlalu tinggi atau jauh melebihi batas. Gula darah ini merupakan sumber energi utama dan didapatkan dari makanan yang kita makan. Agar glukosa dapat diserap oleh sel dan dirubah menjadi energi maka kita membutuhkan sebuah hormon yang bernama Insulin. Insulin ini merupakan hormon yang dibuat oleh pankreas. Terkadang tubuh manusia tidak memproduksi cukup, atau bahkan tidak sama sekali, insulin atau tidak dapat menggunakan insulin secara baik sehingga glukosa tetap berada di dalam darah. Jenis-jenis diabetes Secara umum, diabetes ini dibagi menjadi diabetes tipe 1, diabetes tipe 2, gestational diabetes atau diabetes gestasi. Diabetes tipe 1 Diabetes tipe 1 merupakan diabetes yang terjadi jika tubuh manusia tidak menghasilkan sama sekali hormon insulin. Hal ini terjadi ketika sistem imun tubuh menyerang dan merusak sel pembuat hormon insulin di pankreas. Penderita diabetes tipe 1 biasanya didiagnosis ketika masih anak-anak atau orang dewasa muda, walaupun diabetes ini dapat didiagnosa pada semua umur. Pasien penderita diabetes tipe 1 wajib menkonsumsi insulin setiap hari untuk bisa bertahan hidup. Diabetes tipe 2 Diabetes tipe 2 merupakan tipe diabetes yang paling umum. Diabetes tipe 2 terjadi ketika tubuh manusia tidak membuat atau menggunakan hormon insulin dengan baik. Diabetes ini dapat terjadi pada semua umur, bahkan ketika masih anak-anak. Namun, diabetes tipe 2 ini lebih sering terjadi pada orang tua dan paruh baya. Diabetes gestasi Diabetes gestasi merupakan tipe diabetes yang berkembang pada wanita ketika sedang hamil. Pada umumnya, tipe diabetes ini hilang setelah sang ibu telah melahirkan. Tetapi jika sang ibu pernah mengalami diabetes gestasi, maka sang ibu memiliki resiko diabetes tipe 2 lebih besar di masa yang akan datang. Terkadang diabetes yang didiagnosa pada saat kehamilan merupakan diabetes tipe 2. Seberapa umumkah penyakit diabetes ini? Sesuai dengan data dari IDF (International Diabetes Federation) Atlas tahun 2015, Indonesia menempati peringkat ke tujuh di dunia untuk penderita diabetes tertinggi bersama dengan China, India, Amerika Serikat, Brazil, Rusia dan Meksiko dengan angka diabetes sebesar 10 juta. 2 dari 3 orang di Indonesia tidak mengetahui dirinya mengidap diabetes dan berpotensi untuk mengakses dan mendapatkan perlayanan kesehatan dalam kondisi yang sudah terlambat. Gejala-gejala penyakit diabetes Seperti penyakit pada umumnya, diabetes ini memiliki gejala yang menjadi acuan sebelum diagnosa laboratorium. Gejala-gejala itu diantaranya seperti dibawah ini : Meningkatnya rasa haus dan buang air kecil Meningkatnya rasa lapar Merasakan kelelahan Pandangan kabur Mati rasa dan kesemutan pada kaki atau tangan Rasa nyeri yang tidak kunjung hilang Turun berat badan yang tidak jelas Gejala dari diabetes tipe 1 terlihat secara cepat, cukup dengan jangka waktu mingguan. Sedangkan gejala dari diabetes tipe 2 ini akan membutuhkan waktu, yang bisa bertahun-tahun, yang gejalanya tidak nampak sehingga kita tidak dapat mengetahuinya. Banyak orang yang mengidap diabetes tipe 2 tidak terlihat gejalanya. Beberapa orang baru mengetahui mereka mengidap diabetes setelah didiagnosa dengan penyakit yang berkaitan dengan diabetes seperti penyakit jantung dan pandangan kabur. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Mengidap Penyakit Diabetes Pada umumnya segala jenis penyakit memiliki faktor penyebab dari penyakit tersebut. Penyakit diabetes, terutama diabetes tipe 2, memiliki berbagai faktor resiko. Mulai dari faktor umur hingga gaya hidup. Faktor faktor tersebut diantaranya : Berat badan berlebih / overweight Tubuh manusia memiliki tingkat mengidap penyakit diabetes yang tinggi jika jarang bergerak atau olahraga dan memikiki berat badan yang berlebih. Berat badan yang berlebih ini biasanya dapat menjadi pemicu terjadinya resistansi insulin. Resistensi insulin Resistensi insulin merupakan kondisi dimana otot, hati dan sel lemak tidak dapat menggunakan insulin dengan baik. Yang mengakibatkan tubuh kita membutuhkan insulin lebih untuk membantu mengolak glukosa ke dalams sel tubuh. Berumur lebih dari 65 tahun Pada umumnya, sel dalam tubuh akan berubah dan kehilangan fungsinya sesuai dengan usia. Semakin menua, sel akan mulai kehilangan kemampuan fungsinya atau bahkan berfungsi tidak normal. Hal ini berpengaruh kepada seluruh organ pada tubuh manusia. Semakin menua manusia, tingkat sekresi insulin dari pankreas akan berkurang yang mengakibatkan resistensi insulin. Keluarga sedarah memiliki sejarah terkena diabetes Keluarga sedarah, baik itu orang tua, kakak atau adik ataupun anak keturunan memiliki tingkat resiko terkena diabetes tipe 2 jika sebelumnya di dalam silsilah keluarga ada yang memiliki sejarah mengidap penyakit tersebut. Hal ini dikarenakan penurunan informasi genetik dari orang tua ke keturunannya dan juga terdapat kebiasaan non genetik seperti pola hidup sedentari atau pola hidup yang tidak menggunakan banyak energi tubuh. Sedikit berbeda dengan faktor diabetes tipe 2 pada umumnya, berikut faktor-faktor terjadinya diabetes gestasi : Resistensi insulin Resistensi insulin pada diabetes gestasi terjadi karena hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas tidak dapat memenuhia atau tidak dapat digunakan dengan baik oleh tubuh. Hal ini terjadi karena hormon yang diproduksi oleh plasenta menjadi faktor terbesar dalam resistensi insulin. Walaupun sebagian besar tubuh ibu hamil dapat menghadapi resistensi insulin ini, tapi faktanya beberapa kasus ibu hamil tidak dapat menghadapi resistensi insulin ini. Keluaga sedarah memiliki sejarah terkena diabetes Keluarga sedarah, baik itu orang tua, kakak atau adik ataupun anak keturunan memiliki tingkat resiko terkena diabetes tipe 2 jika sebelumnya di dalam silsilah keluarga ada yang memiliki sejarah mengidap penyakit tersebut. Hal ini dikarenakan penurunan informasi genetik dari orang tua ke keturunannya dan juga terdapat kebiasaan non genetik seperti pola hidup sedentari atau pola hidup yang tidak menggunakan banyak energi tubuh. Cara Mengatasi Diabetes Diabetes merupakan kondisi yang dipengaruhi oleh kadar gula di dalam darah. Secara medis, diabetes ini tidak dapat disembuhkan kecuali diremisi. Yang dimaksud remisi adalah ketika tubuh tidak memiliki gejala diabetes walaupun diabetes tetap ada di dalam tubuh. Remisi ini dibagi tiga jenis yaitu : Remisi Sebagian / Partial Diabetes akan diklasifikasikan sebagai remisi sebagian jika kadar gula darah pasien dibawah dari rata-rata orang yang terkena penyakit diabetes setidaknya 1 tahun tanpa melakukan medikasi diabetes. Remisi Total Diabetes akan diklasifikasikan sebagai remisi total jika kadar gula darah pasien kembali ke dalam level normal, bukan ke dalam level pre-diabetes dalam waktu setidaknya 1 tahun tanpa medikasi diabetes. Remisi Panjang Kategori ini jika durasi remisi total sudah 5 tahun atau lebih. Namun kita dapat melakukan pencegahan dan perawatan terhadap diabetes ini. Cara pencegahan dan perawatan dari tiap-tiap tipe diabetes ini berbeda-beda, seperti…

Apa Itu Stroke Stroke, atau dikenal juga sebagai Cerebrovascular accident (Kecelakaan serebrovaskular), merupakan situasi dimana ketika aliran darah yang mengandung banyak oksigen ke dalam otak mengalami hambatan. Tidak adanya oksigen dalam otak dapat mengakibatkan sel otak mati dalam waktu beberapa menit saja. Dan juga pendarahan tiba-tiba di dalam otak yang merusak sel otak juga dapat menyebabkan stroke. Jenis jenis stroke Secara umum, stroke ini dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu Ischemic (Iskemik) dan Hemorrhagic (Hemoragik). Diantara keduanya, Ischemic stroke merupakan jenis stroke yang sering terjadi. Ischemic stroke Ischemic stroke merupakan jenis stroke yang terjadi ketika pembuluh darah yang membawa darah yang kaya dengan oksigen ke otak terhambat. Hambatan ini biasanya terjadi karena adanya blood cloth atau darah yang membeku di pembuluh darah tersebut. Ischemic stroke ini juga terbagi menjadi dua jenis, yaitu Thrombotic Stroke dan Embolic stroke. Thrombotic stroke ini terjadi ketika tempat terbentuknya blood cloth atau bekuan darah di dalam arteri yang menyuplai darah ke otak. Sedangkan Embolic stroke ini terjadi ketika bekuan darah atau zat lainnya seperti plak darah atau lemat, yang terbawa oleh darah dan tersangkut di arteri yang mensuplai darah ke otak. Hemorrhagic Stroke Hemorrhagic stroke merupakan jenis stroke yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah dalam otak yang menyebabkan tekanan pada otak sehingga dapat merusak dan membutuh sel dalam otak. Hemorrhagic stroke ini jika terbagi menjadi dua jenis, yaitu intracerebral dan subarachnoid. Intracerebral hemorrhage terjadi jika pembuluh darah di dalam otak bocor atau pecah. Sedangkan Subarachnoid hemorrhage terjadi jika pembuluh darah bocor atau pecah, pendarahan akan terjadi pada lapisan dalam dan tengah otak atau yang disebut dengan subarachnoid. Faktor resiko dari penyakit stroke Faktor resiko merupakan faktor-faktor yang dapat meningkatkan resiko penyakit, bisa berupa ciri-ciri, kondisi, maupun kebiasaan dari sang pasien. Semakin banyak faktor resiko yang dimiliki manusia, semakin besar resiko terjadinya stroke. Kita dapat merawat atau menjaga diri dari beberapa faktor resiko seperti merokok dan darah tinggi. Faktor seperti umur dan jenis kelamin merupakan faktor yang tidak dapat kita cegah. Faktor – faktor tersebut dapat dijabarkan seperti dibawah ini : Tekanan darah tinggi Tekanan darah tinggi merupakan faktor terbesar atas terjadinya penyakit stroke. Tekanan darah dikategorikan tinggi jika perhitungan tekanan darah menetap atau lebih dari 140/90 milimeter of mercury (mmHg). Jika sang pasien memiliki diabetes atau penyakit ginjal kronis maka tekanan darah dianggap tinggi jika perhitungan sama dengan atau lebih dari 130/80 mmHg. Diabetes Diabetes merupakan penyakit dimana kadar gula dalam darah yang tinggi karena tubuh sang pasien tidak menghasilkan cukup atau tidak menggunakan insulin secara baik. Insulin ini merupakan hormon yang membantu merubah kadar gula darah menjadi sel yang digunakan sebagai energi. Penyakit jantung Penyakit – penyakit jantung seperti jantung koroner, kardiomiopati (penyakit otot jantung), gagal jantung dan Atrial Fibrillation dapat menyebabkan blood cloth atau pembekuan darah. Merokok Merokok dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah. Merokok juga dapat mengurangi kadar oksigen yang akan diserap oleh jaringan tubuh. Menghirup asap rokok atau menjadi perokok pasif juga dapat merusak pembuluh darah. Umur dan Jenis Kelamin Semakin tua umur manusia, meningkat juga resiko terjadinya penyakit stroke. Pada umur yang lebih muda, biasanya laki-laki yang lebih besar resiko terkena penyakit stroke daripada perempuan. Namun, tingkat resiko kematian dari penyakit stroke lebih besar pada perempuan daripada laki-laki. Perempuan yang mengkonsumsi pil kontrol kehamilan juga memiliki resiko terkena stroke. Sejarah penyakit stroke secara personal maupun keluarga Jika sebelumnya anda memiliki sejarah penyakit stroke, maka anda memiliki tingkat resiko terkena stroke kembali yang lebih besar. Sejarah keluarga yang memiliki penyakit stroke juga dapat meningkatkan resiko terkena stroke. Cara Mencegah penyakit stroke Mencegah dan mengontrol faktor resiko dapat mencegah atau menunda serangan penyakit stroke. Jika anda sebelumnya pernah terkena stroke, konsultasikan dengan dokter terhadap penggunaan aspirin untuk mencegah stroke pertama. Aktivitas yang ramah terhadap jantung juga dapat mencegah terjadinya stroke seperti yang dirangkum dibawah ini : Buatlah tubuh menjadi aktif. Tubuh yang aktif dapat meningkatkan kebugaran tubuh dan kesehatan. Jauhi rokok dan hentikan penggunaan rokok. Atur berat badan sesuai dengan berat badan ideal. Jaga pola dan jenis makanan yang dikonsumsi. Atur dan jaga tingkat stress. Seperti itulah penjelasan singkat mengenai penyakit stroke. Semoga artikel ini dapat menjadi ilmu yang bermanfaat bagi para pembaca. Stay Healthy!   SUMBER : https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/stroke https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-pressure/in-depth/high-blood-pressure/art-20045868

Apa itu Dental Unit? Dental Unit merupakan kumpulan dari beberapa peralatan gigi yang biasanya digunakan oleh dokter gini pada saat melakukan pengecekan dan perawatan pada gigi pasien. Dental Unit ini biasanya terdiri dari kursi, lampu, mesin dan peralatan atau aksesoris lainnya yang dibutuhkan pada saat operasi dilakukan. Dental Unit ini umunya digunakan untuk pengeboran, penambalan, pembersihan dan pemeriksaan gigi pasien. Tipe-Tipe Dental Unit Dental unit ini sendiri memiliki banyak tipe. Mulai dari yang harus dipasangkan ditempat yang tetap ataupun dental unit yang dapat dibawa kemana-mana. Untuk lebih jelasnya, jenis-jenis dental unit dapat dijabarkan seperti dibawah ini : Tipe Fixed Pedestal Merupakan tipe dental unit yang dimana instrumen gigi dipasangkan dan menyatu dengan alas dari dental unit ini. Biasanya tipe fixed ini tidak dapat merubah posisi dari kursi dan hanya dapat merubah posisi sandaran badan dan sandaran kaki. Tipe Chair Mounted Merupakan tipe dental unit yang dimana beberapa instrumen gigi dipasangkan pada kursi, sehingga memudahkan dokter untuk melakukan operasi jika posisi pasien atau kursi berubah. Tipe chair mounted ini memiliki kelebihan dari tipe fixed yaitu sang dokter dapat menaik atau turunkan posisi kursi dan biasanya instrumen gigi akan mengikuti posisi tinggi dari kursi yang dapat memudahkan dokter gigi dalam melakukan operasi. Tipe Portable Merupakan tipe dental unit yang dapat dipindahkan dan disimpan. Biasanya tipe portable ini berupa kursi yang dimana dokter atau perawat dapat melipat dan membawa kursi dental sesuai dengan kebutuhan. Apa saja isi Dental unit Setelah kita membahas apa saja jenis dari dental unit, sekarang kita akan membahas mengenai apa saja yang ada di dalam dental unit tersebut. Dental unit ini biasanya memiliki berbagai variasi. Pada umumnya dental unit ini terdiri dari kursi dan instrumen gigi, yang dimana instrumen ini akan digunakan dokter sesuai dengan kebutuhan. Lalu apa saja instrumen yang biasanya ada di dalam dental unit ini? Instrumen-instrumen tersebut dapat dijabarkan pada bagian dibawah ini : Dental Chair Dental chair atau kursi dental ini merupakan bagian utama dan penting pada dental unit. Dental chair ini berfungsi sebagai tempat duduk bagi si pasien yang sedang menjalani perawatan gigi. Umumnya, dokter dapat mengatur posisi dental chair pada bagian pundak ataupun bagian kaki. Bahkan untuk dental unit yang sudah modern, dokter dapat merubah posisi tinggi dari si dental chair ini. Air/Water Syringe Air/water Syringe merupakan bagian yang paling sering digunakan pada saat pembersihan gigi, perawatan dan operasi gigi. Syringe atau semprit ini mengeluarkan luapan tekanan udara, air maupun udara dan air secara bersamaan. Saliva Ejector Saliva Ejector merupakan instrumen gigi yang berguna untuk menyedot air liur, darah dan sisa atau kotoran dari dalam mulut sang pasien pada saat melakukan pembersihan, perawatana tau operasi gigi. Saliva ejector ini memerlukan suction machine untuk dapat digunakan, karena ejector ini hanya bagian kepala yang nantinya akan dimasukan ke dalam mulut sang pasien. Low and High Speed Handpiece Handpiece pada dental unit merupakan salah satu instrumen utama pada perawatan gini. Dengan handpiece ini, sang dokter dapat menghilangkan gigi berlubang, mengebor untuk penambalan dan pada perawatan lainnya. Handpiece sendiri terbagi menjadi dua jenis yaitu Low speed dan High speed. Perbedaan dari keduanya ini salah satunya merupakan dari kecepatan putar masing-masing handpiece. Low speed handpiece berkisar 0-5.000 rpm atau 80.000 rpm untuk beberapa model dan high speed handpiece berkisar 400.000 rpm atau lebih. Suction System Suction system merupakan mesin yang menyedot hasil pembersihan, perawatan atau operasi gigi. Suction system ini memiliki dua jenis yaitu Wet suction dan dry suction. Seperti namanya, wet suction menggunakan tekanan air dan dry suction menggunakan tekanan udara. X-ray viewer X-Ray Viewer atau lightbox merupakan opsi pada dental unit. Biasanya kita dapat membelinya secara terpisah. X-ray viewer ini berguna untuk dokter membaca hasil x-ray scan terhadap gigi dan mulut pasien yang nantinya digunakan sebagai acuan untuk tahap atau perawatan yang akan diberikan kepada pasien. Curing Light Curing light ini digunakan pada saat melakukan perekatan dan pemasangan resin pada gigi. Curing light sendiri memiliki beberapa jenis sinar, mulai dari sinar halogen, LED dan UV. Foot Controller Foot controller ini digunakan untuk menjalankan instrumen gigi yang ada pada dental unit. Nantinya setelah kita memilih opsi yang disediakan oleh sistem dan instumen, kita dapat menggunakan instrumen gigi dengan cara menginjakan kaki ke pedal kontrol.   Dental Unit Secara Umum Dental unit merupakan teknologi yang digunakan oleh dokter-dokter gigi dimana terdiri dari berbagai instrumen gigi seperti dental chair, water system, handpiece dan lainnya. Dental unit ini memiliki berbagai jenis yang masing-masing memiliki karakteristik tersendiri seperti fixed pedestal, chair mouted dan portable. Dental unit ini sudah mulai banyak digunakan di Indonesia, terutama pada rumah sakit yang khusus mengatasi permasalahan gigi dan mulut.   SUMBER : http://fijedental.blogspot.com/2015/03/makalah-dental-unitku.html https://www.quincycompressor.com/look-dental-air-compressor/ https://medical-dictionary.thefreedictionary.com/air-water+syringe https://www.pattersondental.com/Catalog/Search?taxonomyId=4908&taxonomyKey=wsc_626827 https://www.merriam-webster.com/medical/saliva%20ejector https://www.atlasresell.com/news/wet-and-dry-vacs-comparison https://www.physicsforceps.com/curing-lights