Biosafety Cabinet, Kabinet Perlindungan Kontaminasi

Apa itu Biosafety Cabinet ?

Biosafety Cabinet (BSC) merupakan kabinet atau meja kerja tertutup dan berventilasi yang dapat memberikan perlindungan pada saat menangani material-material yang memiliki potensi membahayakan seperti pathogen, material kontaminasi dan material berbahaya lainnya.

Biosafety Cabinet ini bertujuan untuk melindungi operator dan lingkungan sekitar terhadap material-material berbahaya yang sedang ditangani. Terdapat beberapa jenis kelas yang masing-masing disesuaikan dengan tingkat kebutuhan dalam perlindungan, penyimpanan dan juga kebutuhan konfigurasi. Dalam pemilihan kelas ini sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan yang spesifik dan tingkat bio-containment yang dibutuhkan.

Prinsip Pengurungan dan Cara Kerja Biosafety Cabinet

Pengurungan (containment) aerosol yang berbahaya di dalam biosafety cabinet ini karena adanya sistem penghalang dan penyaringan. Penghalang dan penyaringan tersebut adalah penghalang udara (air barrier), penghalang fisik (physical barrier) dan filter HEPA (High-efficiency Particulate Air).

Pengurungan melalui penghalang udara (air barrier) ini dengan cara mengalirkan udara terarah yang ada di sekitar kabinet, melewati operator dan masuk ke dalam kabinet melalui pintu kerja (work opening). Aerosol berbahaya yang terbentuk pada saat prosedur eksperimen dilakukan kemudian ditangkap dan dibawa oleh aliran udara, dan dijebak dalam filter HEPA.

 Illustrasi Air Barrier Biosafety Cabinet 

Beberapa jenis BSC (Biosafety cabinet) memiliki sistem yang disebut dengan laminar airflow, atau aliran udara tersaring yang seragam dan terarah. Laminar airflow ini akan berhembus ke daerah kerja dan dapat mengurangi guncangan atau turbulence yang ada di dalam kabinet serta memungkinkan untuk membuang langsung kontaminasi yang terbentuk pada saat eksperimen.

Gangguan terhadap aliran udara tersebut dapat mengurangi kualitas dari tingkat pengurungan yang diberikan, oleh karena itu penggunaan penghalang udara (air barrier) ini tidak disarankan pada benda-material yang memiliki tingkat resiko dan pencemaran yang tinggi.

Pengurungan melalui Penghalang fisik (physical barrier) menggunakan permukaan yang kedap seperti slide metal, panel kaca, sarung tangan karet, dan gasket, yang memisahkan secara fisik tubuh operator dengan material atau prosedur eksperimen. Kabinet yang menggunakan penghalang fisik dan tidak menggunakan penghalang udara dapat digunakan untuk material yang memiliki tingkat resiko yang tinggi, karena kompromi pengurungan atau compromise containment jarang terjadi.

Penyaringan dengan filter HEPA atau High-efficiency Particulate Air setidaknya memiliki persentasi penyaringan sebesar 99.95% (standar Eropa) atau 99.97% (standar Amerika) terhadap partikel monodisperse dioctylphthalate (DOP) yang berdiameter 0.3 µm (nanometer) atau lebih yang terbentuk oleh panas atau thermal. Oleh karena tingkat efisiensi yang tinggi, filter HEPA dalam biosafety cabinet secara virtual dapat menyaring segala partikel, termasuk mikrobakterial yang berbahaya dan aerosol kimia, di dalam aliran udara yang melewati filter HEPA.

Diagram HEPA Filter | LadyofHats @ Wikipedia

Setiap biosafety cabinet memiliki exhaust filter (filter buangan) yang membuang kontaminan ketika udara dibuang dari kabinet. Beberapa jenis kabinet juga memiliki filter HEPA yang memberikan udara bersih ke daerah kerja di dalam kabinet. Filter HEPA ini tidak efektif dalam menyaring uap kimia (chemical vapor), dan tidak dianggap protektif terhadap uap atau fase penguapan dari material padat atau cairan.

Laminar Flow Cabinet VS Biosafety Cabinet

Banyak orang menganggap bahwa Laminar Flow Cabinet sama dengan Biosafety Cabinet, karena keduanya memiliki prinsip kerja yang kurang lebih sama. Namun terdapat perbedaan diantara keduanya. Pertama, Laminar Flow Cabinet memberikan perlindungan terhadap produk yang dilindungi, namun tidak melindungi personil peneliti. Kedua, tidak seperti Biosafety Cabinet, aliran air yang ada keluar melalui pintu depan dan melewati sang personel sehingga dapat membahayakan jika digunakan untuk material yang berbahaya.

Baca Juga :  Menjaga Kesehatan Paru Paru

Jenis Jenis Biosafety Cabinet

Biosafety Cabinet dapat diklasifikasikan menjadi 3 jenis, Class I , Class II dan Class III. Class I dan II memiliki penghalang udara (air barrier) berseberangan dengan bagian masuk yang memisahkan operator laboratorium dengan area kerja. Kabinet Class II juga dibekali dengan filter HEPA, daerah kerja yang bersih sehingga dapat menjaga bahan eksperimen mencemarkan ruangan laboratorium. Kabinet Class III memiliki penghalang fisik (physical barrier) antara operator dengan ruang kerja. Operator akan menggunakan sarung tangan karet sepanjang tangan orang dewasa yang sudah dipasangkan ke kabinet untuk mengakses ruang kerja dan material eksperimen.

Class I
  • Kabinet Class I berventilasi yang berguna bagi perlindungan operator dan lingkungan sekitar, dengan aliran udara ke dalam menjauhi operator.
  • Rata-rata minimal kecepatan udara melalui bagian masuk sebesar 75 fpm (feet per minute)
  • Pembuangan udara pada kabinet wajib melalui filter HEPA untuk mencegah sebagian besar partikel ke atmosfer luar
  • Jenis kabinet ini cocok digunakan untuk agen biologis yang tingkat bahayanya kecil atau kurang, yang dimana tidak membutuhkan perlindungan produk.
Class II

Class II | Eurocline Safemate

  • Kabinet Class II memberikan ventilasi udara untuk perlindungan operator, produk dan lingkungan sekitar, serta memiliki aliran udara di depan dan ke dalam untuk perlindungan operator.
  • Perlindungan produk berasan dari Laminar Airflow yang disaring melalui HEPA dari pemancar yang berada di atas area kerja. Udara yang turun ke area kerja akan terpisah dan keluar melalui lubang ventilasi yang masing-masing ada di bagian depan dan belakang permukaan kerja.
  • Udara buangan di dalam kabinet ini akan melalui filter HEPA untuk perlindungan lingkungan sekitar
  • Kabinet Class II memiliki 4 tipe yang berbeda, yaitu Tipe A1, A2, B1 dan B2
Class III

Class III | Euroclone Isocell

  • Kabinet Class II ini memiliki konstruksi yang benar-benar tertutup, berventilasi dan anti bocor
  • Operator melakukan kegiatannya dengan menggunakan sarung tangan karet yang sudah terpasang langsung ke dalam kabinet, yang berfungsi sebagai penghalang fisik.
  • Kabinet ini diwajibkan untuk menjaga tekanan air negatif setidaknya 120Pa
  • Kipas kabinet ini akan memberikan udara ke dalam melalui filter HEPA
  • Perlakuan terhadap udara yang dikeluarkan kabinet ini dengan cara disaring dua kali dengan filter HEPA, atau dengan penyaringan dan kremasi.
  • Kabinet ini digunakan pada laboratorium yang memiliki kebutuhan keamanan maksimal (BSL-3) dan dapat digunakan untuk agen yang memiliki resiko kecil, sedang hingga besar.

 

Menentukan Kebutuhan Biosafety Cabinet

Menentukan jenis kabinet yang digunakan bergantung dari beberapa faktor. Faktor-faktor itu diantaranya tingkat bahaya dari material yang akan dijadikan bahan eksperimen, potensi dari prosedur yang dapat menghasilkan aerosol, dan kebutuhan untuk melindungi eksperimen dari kontaminasi di udara. Segala bentuk persyaratan dan instalasi harus mengikuti standar program EHS (Environment, Health & Safety) yang ada. Hal ini lakukan untuk memastikan pemakaian kabinet sesuai dengan kebutuhan dan dapat berfungsi dengan baik.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Menggunakan Biosafety Cabinet

Untuk memastikan proteksi yang adad di dalam biosafety cabinet bekerja secara maksimal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Hal-hal tersebut itu adalah :

  • Bekerja setidaknya 10 cm didalam kabinet
  • Jangan menghalangi lubang ventilasi yang ada di dalam dan depan
  • Terlalu banyak barang dapat mengganggu aliran udara
  • Atur area kerja secara searah dari bersih ke kotor
  • Gunakan gerakan yang pelan dan langsung
  • Kurangi pergerakan di sekitar dalam jarang 1 meter di sekeliling kabinet
  • Pemasangan kabinet jauh dari pintu dan ventilasi yang dapat mempengaruhi aliran udara

 

SUMBER :