Apa itu Usus Buntu

Usus buntu atau appendix dalam anatomi tubuh, merupakan usus kecil yang pada bagian ujungnya tertutup dan menempel pada ujung dari sekum. Sekum sendiri merupakan kantong usus yang berada pada awalan bagian depan usus besar dan menghubungkan antara usus besar dengan usus kecil. Posisi dari usus buntu ini pada bagian kanan bawah pada perut.

Lokasi Usus Buntu | Source: Britannica

Kata usus buntu ini sendiri sering disamakan dengan penyakit peradangan usus buntu. Peradangan ini terjadi jika ada sesuatu yang mengganggu atau menutupi usus buntu, yang mengakibatkan adanya permasalahan pada aliran darah dan peradangan. Jika tidak ditangani maka usus buntu ini bisa pecah dan dapat menyebarkan infeksi di dalam perut.

Sejarah Penyakit Usus Buntu

Semenjak pertama kali munculnya usus buntu pada sejarah catatan medis, organ tubuh ini selalu menyimpan banyak misteri. Pada tahun 1500an, para ahli anatomis dapat mengidentifikasi struktur dari usus buntu pada tubuh, tetapi hanya bisa menduga-duga fungsi utama dari usus buntu ini. Walaupun begitu, para dokter pada masa itu telah mengakui dan mengetahui bahwa usus buntu ini dapat terinfeksi dan menyebabkan penyakit serius.

Pada tahun 1735, Dr. Claudius Amyand berhasil melakukan operasi usus buntu pertama kali di dunia. Pasien sang dokter ini merupakan anak-anak umur 11 tahun dan pada saat itu obat anastesi belum ditemukan sehingga membutuhkan banyak bantuan untuk menahan pasien yang merasakan rasa sakit.

Perawatan operasi usus buntu mulai terlihat titik terangnya pada tahun 1880an. Walau terkadang dokter harus memilih apakah harus dilakukan bedah atau tidak, dan penggunaan anastesi yang telah meningkatkan hasil operasi. Dari perkembangan inilah operasi usus buntu mulai menjadi operasi yang mengejar standar terbaik.

Pada akhir abad 20an, operasi laparaskopi ini mulai menggantikan operasi terbuka usus buntu pada kasus-kasus dari operasi usus buntu ini. Dan hingga sekarang ini operasi laparaskopi dianggap sebagai operasi usus buntu yang paling baik dan aman.

Meskipun dengan catatan hasil yang baik ini, masih banyak pertanyaan mengenai usus buntu yang belum terjawab. Penyebab dari apendisits akut yang belum ditemukan, dan alasan mengapa usus buntu ini bisa pecah pada satu pasien dan tidak pada pasien lainnya.

Hingga pada tahun 2007 peneliti menemukan penjelasan yang menarik, yaitu organ ini memiliki peran pada pencernaan dan sistem imun manusia dimana usus buntu menyimpan baketria yang penting, yang akan dikeluarkan ketika saluran pencernaan kehilangan bakteria yang dibutuhkan.

Jenis-jenis Operasi Usus Buntu

Operasi usus buntu ini dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu operasi usus buntu terbuka dan operasi usus buntu laparoskopi. Untuk penjelasan lebih lanjut dari kedua jenis operasi usus buntu ini, dirangkum pada bagian dibawah ini :

  • Operasi Usus Buntu Terbuka
    Apendektomi (Operasi Usus Buntu) terbuka dilakukan dengan membuat irisan pada bagian kanan bawah perut sepanjang 2-4 inci atau 5-10 cm. Usus buntu akan diangkat melalui irisan yang telah dibuat ini, dan setelah itu irisan akan ditutup kembali. Operasi ini harus dilakukan jika usus buntu sang pasien sudah pecah dan infeksinya menyebar. Operasi terbuka ini juga harus dilakukan jika sang pasien pernah melakukan pembedahan di bagian perut.

    Operasi Usus Buntu Terbuka | Source: surgeryencyclopedia.com

  • Operasi Usus Buntu Laparoskopi
    Apendektomi (Operasi Usus Buntu) laparaskopi ini dilakukan dengan membuat irisan pada bagian kanan bawah perut sepanjang 1-3 inci atau 2.5-7.6 cm. Setelah irisan dibuat, maka dimasukan alat laparoskop ke dalam irisan untuk mengangkat usus buntu. Pada saat melakukan operasi laparaskopi dan sebelum mengangkat usus buntu, dokter akan memutuskan apakah operasi terbuka diperlukan atau tidak.

    Operasi Laparaskopi | Source: indiamart.com

Dari kedua jenis operasi tersebut, operasi usus buntu laparoskopi memiliki kelebihan dibandingkan dengan operasi usus buntu terbuka. Karena operasi usus buntu laparoskopi tidak membutuhkan sayatan atau irisan yang lebih besar sehingga mengurangi pendarahan, rasa sakit dan waktu penyembuhan pada irisan lebih cepat.

Resiko dan Efek samping dari Operasi Usus Buntu

Hampir sebagian besar operasi memiliki efek samping. Seperti operasi caesar, operasi pengangkatan kanker dan operasi lainnya. Tidak terkecuali operasi usus buntu. Operasi penganggkatan usus buntu ini memiliki beberapa efek samping yang dapat dijabarkan seperi dibawah ini :

  • Rasa sakit
    Rasa sakit merupakan efek samping yang paling umum dan pertama pada pasien yang telah melakukan operasi. Biasanya rasa sakit ini terjadi pada bagian jahitan. Rasa sakit ini biasanya berbeda-beda tiap pasien, karena bergantung dari daya tahan sang pasien sendiri.
  • Infeksi dan Luka
    Infeksi pada luka juga merupakan efek samping yang umum pada setiap operasi. Biasanya efek ini terjadi pada pasien yang melakukan operasi terbuka. Kemerahan, bengkak, bernanah dan rasa sakit merupakan indikasi atas infeksi yang terjadi. Infeksi ini akan berbahaya jika disertai dengan demam tinggi. Jika ini terjadi pada anda segera konsultasikan dengan dokter yang merawat anda.
  • Pendarahan
    Pendarahan merupakan salah satu efek samping dari operasi usus buntu. Pendarahan ini bisa terjadi jika permasalahan pada sistem pembekuan darah, trauma seperti gesekan pada luka ataupun infeksi. Jika pendarahan ini terjadi, anda sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter yang merawat anda.
  • Sepsis
    Sepsis merupakanan komplikasi dari infeksi yang menyerah darah dan organ-orang tubuh. Sepsis ini merupakan efek samping yang berbahaya bagi pasien pasca-operasi. Hal ini mungkin bisa terjadi jika pendarahan terus terjadi dan ada senyawa yang masuk ke dalam darah untuk melawan infeksi yang dapat menyebabkan inflamasi pada tubuh pasien. Sepsis harus segera ditangani oleh dokter karena dapat membahayakan nyawa sang pasien.
  • Obstruksi Usus
    Obstruksi usus merupakan penyumbatan yang terjadi pada usus. Gejala dari obstruksi usus ini antara lain seperti kram perut, perut kembung, sembelit atau diare, perut bengkak, sulit buang anging. Untuk mengatasi obstruksi usus ini biasanya dokter memberikan cairan infus, pemasangan nasogastrik, atau dengan pemberian antibiotik.

Menghindari Usus Buntu

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menghindari infeksi usus buntu. Mulai dari menjaga kesehatan, mengatur pola makan, menjaga pencernaan dan lain sebagainya. Untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana menghindari infeksi usus buntu, selanjutnya ada di bawah ini :

  • Rutin Olahraga
    Olahraga merupakan cara termudah dan termurah dalam mencegah berbagai penyakit. Dengan menggerakan tubuh, jantung akan memompa darah dengan cepat dan membantu tubuh mengeluarkan toksin-toksin dari dalam tubuh.

    Olahraga yang teratur dapat meningkatkan kesehatan tubuh

  • Perbanyak minum air
    Air putih akan membantu kerja serat makanan dalam saluran cerna, tentu saja hasil akhirnya agar feses dapat bergerak dengan mudah melalui saluran pencernaan.
  • Hindari Makanan Penyebab Sembelit
    Bertentangan dengan makanan yang kaya serat, makanan penyebab sembelit berarti yang memiliki kadar serat rendah, tinggi karbohidrat (tepung). Dan ada satu lagi jenis buah yang harus Anda hindari, yaitu salak.
  • Jangan menunda BAB
    Walaupun hal ini terdengar sepale, tetapi faktanya orang-orang yang suka menahan BAB ini akan mengalami sembelit karena pengerasan feses di dalam usus. Feses yang keras ini dapat menjadi pemicu terjadinya infeksi usus buntu.

Kesimpulan

Usus buntu merupakan organ kecil yang cukup misterius. Hingga sekarang masih belum ada penjelasan pasti fungsi utama dari sang organ kecil ini, walaupun ada beberapa penjelasan yang menarik dari beberapa peneliti.

Peradangan usus buntu ini merupakan penyakit yang dapat membahayakan jika tidak ditangani dengan segera. Penanganannya dapat berupa pemberian anti-biotik ataupun operasi usus buntu. Terdapat dua jenis operasi usus buntu, yaitu operasi terbuka dan operasi laparaskopi.

Efek samping dari operasi usus buntu ini kurang lebih mirip dengan efek samping dari semua jenis operasi. Rasa sakit, pendarahan, infeksi dan luka, sepsis dan obstruksi usus merupakan efek samping operasi usus buntu. Jika hal tersebut terjadi, langkah terbaik adalah lakukan konsultasi ulang dengan dokter yang bersangkutan.

Hindari peradangan yang menyerang usus buntu dengan cara berolah-raga, perbanyak minum air, hindari makanan yang dapat menyebabkan sembelit, dan jangan menahan bab. Semoga artikel ini bermanfaat.

 

SUMBER :


Apa itu Fetal Monitoring

Fetal monitoring merupakan metode pengecekan keadaan janin di dalam rahim sang ibu. Biasanya metode ini mengecek denyut jantung, ritme jantung, dan ada atau tidak adanya peningkatan atau pengurangan kecepatan detak jantung sang janin. Rata-rata denyut jantung janin ini biasanya diantara 110 sampai dengan 160 denyut permenit. Denyut jantung sang janin ini juga dapat berubah bergantung kepada kondisi di dalam rahim. Keadaan dimana jantung janin yang abnormal, seperti denyut yang berada di bawah atau diatas rata-rata, dapat menjadi acuan terjadi masalah pada kondisi janin. Pola jantung sang janin yang abnormal juga dapat menjadi indikator diperlukannya operasi caesar.

Cara Kerja Fetal Monitoring

Penggunaan Fetal Monitoring ini dapat menggunakan media Doppler handheld atau genggam. Doppler ini akan mengeluarkan ultrasound yang nantinya digunakan untuk mendengarkan dan merekan hasil denyut jantung sang janin. Penggunaan Doppler ini merupakan salah satu Fetal Monitoring yang umum. Monitoring dengan metode ini biasanya digunakan pada kunjungan sebelum melahirkan untuk menghitung tingkat denyut jantung janin atau pada saat umur kehamilan dibawah 24 minggu.

Menghitung Hari Kandungan | Pexels

Electronic Fetal Monitoring (EFM) biasanya digunakan pada umur kehamilan tua untuk mengevaluasi janin atau keadaan janin pada saat proses melahirkan. Walau pada saat proses fetal monitoring terkadang bisa memiliki tahapan yang berbeda, secara umum tahap-tahap fetal monitoring bisa diurutkan seperti berikut :

  • Jel akan dipasangkan dan ditempel ke perut sang ibu yang dijadikan sebagai media untuk transduser ultrasound
  • Transduser ultrasound dipasangkan ke perut sang ibu dengan tali dan mengirimkan rekaman detak jantung janin ke perekam. Denyut jantung ini nantinya akan muncul ke layar dan dicetak di kertas khusus.
  • Pada saat kontraksi, Tokodinamometer (alat monitor yang dipasangkan di perut dengan posisi di atas rahim) eksternal dapat merekam pola dari kontraksi

Kendala Dalam Menerapkan Fetal Monitoring

Electronic Fetal Monitoring (EFM) ini merupakan inovasi yang memudahkan untuk dokter, perawat maupun sang ibu yang sedang mengandung untuk memahami keadaan janin yang masih di dalam kandungan. Walaupun begitu, terkadang masih saja terdapat beberapa kendala seperti penolakan pengecekan janin menggunakan metode EFM ini. Dan juga faktor lain seperti memakan biaya untuk pembelian alat, maintenance alat dan juga untuk memberikan sertifikasi kepada dokter dan perawat untuk menggunakan EFM.

Beberapa faktor yang menjadi kendala di dalam metode Electronic Fetal Monitoring (EFM) Seperti berikut :

  • Malpraktik
    Malpraktik pada saat proses melahirkan menjadikan salah satu faktor ibu hamil mempertanyakan dan ragu atas penggunaan EFM ini. Malpraktik ini biasanya terjadi karena perawat atau dokter yang bersangkutan memberikan keputusan yang tidak sesuai atau salah setelah membaca hasil strip EFM.
    Tujuan dari EFM ini sendiri pada saat proses melahirkan adalah untuk memberikan tanda peringatan dan melakukan tindakan sebelum organ bayi seperti otak dan lainnya dalam kondisi yang membahayakan. Kegagalan dalam membaca hasil dari EFM ini dapat membuat bayi cedera atau dapat dinyatakan sebagai malpraktik.
  • Kendala Institusional
    Kendala pada penggunaan metode EFM juga bisa terjadi dalam ranah institusi. Kendala seperti kekurangan doppler, kendala yang berkaitan dengan ramifikasi jika tidak ada kertas strip yang tersedia, ilmu auskultasi dan ilmu bantu melahirkan harus dikuasai atau dipelajari ulang dan kendala lainnya dapat menghambat metode EFM dilaksanakan.
  • Bidan
    Tanpa disadari, bidan juga berperan besar terhadap EFM. Bidan akan mengambil keputusan untuk EFM di dua waktu yang kritis seperti, pada saat penilaian awal dan ketika bidan menganggap bahwa sang ibu hamil termasuk ke dalam kategori high-risk atau low-risk bergantung kepada skema resiko klinis bidan dan tidak bergantung pada pedoman klinis yang sudah terbukti. Karena kebanyakan bidan masih memilih untuk mempercayai pengalaman personal daripada teknologi yang baru atau belum pernah dipelajari sebelumnya.

    Bidan atau Midwives | BBC

  • Edukasi Persalinan
    Edukasi persalinan, seperti kelahiran di Amerika Serikat, sekarang di dominasi dengan persalinan di rumah sakit daripada di rumah. Perubahan ini dapat menjadikan pelatih edukasi persalinan dipekerjakan oleh rumah sakit yang dapat menimbulkan perbedaan kepentingan dan perbedaan etis. Walau kode etik untuk pelatih edukasi persalinan untuk mempromosikan persalinan secara normal, tidak sedikit ibu hamil yang diminta untuk mengikuti tindakan dan kebijakan yang diberikan oleh rumah sakit, termasuk penggunaan EFM, di dalam waktu pelatihan edukasi persalinan.

Resiko dan Manfaat dari Fetal Monitoring

Sesuai dengan perkembangan jaman, Electronic Fetal Monitoring ini sudah mulai digunakan di beberapa rumah sakit di Indonesia. Sejauh ini belum ada efek samping negatif yang tercatat pada penggunaan EFM seperti fetoscope, Doppler atau external monitoring. Scalp electrode atau Pencatut elektroda dapat menghasilkan sedikit efek pada kulit seperti terpotong atau luka pada kepala janin, tetapi luka ini dapat sembuh dengan cepat.

Penggunaan EFM ini memiliki manfaat seperti diagnosa dan mengecekan masalah yang terjadi pada janin. Sang dokter dapat membaca hasil EFM yang berupa strip berisi detail mengenai denyut jantung dan indikator lainnya. Setelah membaca hasil EFM ini maka dokter akan melakukan penanganan sesuai dengan keadaan sang janin.

 

 

SUMBER :



Air merupakan salah satu kebutuhan yang sangat vital bagi setiap manusia. Tanpa air, berbagai proses yang dilakukan oleh organ tubuh manusia tidak dapat bekerja dengan baik dan menjamin kesehatan tubuh dan kelangsungan hidup. Dengan demikian menyediakan air yang menjadi faktor penentu kesehatan dan kesejahteraan manusia merupakan pekerjaan mulia yang mendukung kelangsungan hidup umat manusia.

Tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air. Tidak hanya tubuh manusia, sebagian besar organ tubuh seperti otak, jantung, paru-paru, ginjal, mata, darah dan lainnya lebih dari 75% merupakan kadar air. Dapat dibayangkan bagaimana jika manusia kekurangan air pada tubuh. Gejala seperti sakit kepala, badan lemas, sembelit gan gejala lainnya dapat menyerang manusia. Untuk itu kita perlu meminum air untuk memenuhi kebutuhan air pada organ tubuh kita.

Air Layak Konsumsi

Seperti yang telah dikutip dari Pedoman Standar Air Minum yang dibuat oleh Badan Kesehatan Internasional atau WHO, Air layak konsumsi merupakan air yang jika dikonsumsi tidak menghasilkan resiko apapun jika dikonsumsi seumur hidup, termasuk perbedaan sensitif yang dapat terjadi pada tiap-tiap tahapan kehidupan. Orang-orang yang rentan terhadap penyakit yang menular melalui air merupakan bayi, anak-anak, yang sedang sakit dan para lanjut usia, terutama setiap orang yang tinggal pada lingkungan yang kurang bersih.

Meminum air baik untuk menjaga kesehatan tubuh | Pexels.com

Mereka yang umumnya rentan terhadap penyakit yang menular melalui air dapat melakukan langkah pencegahan terhadap patogen jahat dengan cara memasak air sebelum di konsumsi. Air layak konsumsi ini menjadi persyaratan dalam segala hal dalam rumah tangga, seperti memasak, minum dan kebersihan diri.

Mikroorganisme Yang Hidup Pada Air Yang Tidak Steril

Mikroorganisme merupakan organisme atau makhluk hidup yang berukuran sangat kecil yang sebagian besar kasat mata dan membutuhkan alat bantu seperti mikroskop untuk membantu melihatnya. Tanpa kita sadari, mikroorganisme ada di sekeliling kita tidak terkecuali di air. Sebagian besar dari mereka mungkin tidak terlalu berhaya terhadap manusia, namun ada beberapa yang dapat membahayakan kesehatan tubuh manusia. Berikut merupakan contoh mikroorganisme yang biasa hidup di dalam air :

  • Salmonella Enterica
    Salmonella yaitu satu genus bakteri yang disebut penyebab utama penyakit bawaan makanan di seluruh dunia. Pada umumnya bakteri ini biasa ditemukan di bagian organ pencernaan pada manusia dan hewan. Biasanya, bakteri ini tidak berkembang biak dan tumbuh di air. Tetapi hal ini dapat menjadikan bahwa air yang terdapat bakteri salmonella sudah terkontaminasi dengan kotoran manusia atau binatang.
    Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella Enterica seperti Flu Perut atau Gastroenteritis, Sepsis, Demam Tifoid atau Gejala tifus.
  • Cryptosporidium
    Cryptosporidium adalah genus protozoa yang dapat menyebabkan penyakit pencernaan seperti diare pada manusia. Kondisi tersebut dikenal sebagai cryptosporidiosis atau serangan diare yang melumpuhkan. Cryptosporidium adalah organisme yang paling sering terisolasi pada pasien HIV positif yang mengalami diare. Bakteri ini dapat ditemukan di air, manakan, tanah atau pada permukaan, pada tangan yang telah terkontaminasi dengan kotoran manusia atau binatang yang sudah terinfeksi dengan bakteri Cryptosporidium.
    Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Cryptosporidium seperti Diare, Kram Perut, Dehidrasi, Pusing-pusing, Muntah, Demam dan kurang berat badan.
  • Anabaena
    Anabaena merupakan salah satu genus cyanobacteria atau yang biasa disebut sebagai blue-green algae yang tumbuh secara alami di air. Anabaena hidup di semua waduk air tawar di seluruh dunia, terutama di Australia, Eropa, Asia, Selandia Baru, dan Amerika Utara. Di Australia, bakteri air tawar Anabaena telah ditemukan memproduksi saxitoxins, sejenis neurotoksin yang dapat menyebabkan penyumbatan pernapasan, yang diikuti dengan kematian. Untungnya, cyanobacteria ini adalah salah satu mikroorganisme yang mudah disaring dari air minum.
    Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Anabaena seperti masalah pencernaan, masalah sistem saraf hingga masalah pada hati.
  • Rotifera
    Rotifera adalah mikroorganisme yang relatif umum yang dapat ditemukan di seluruh dunia. Dan mereka juga salah satu dari yang paling umum dari kontaminan air minum. Meskipun hanya tumbuh sebesar 1mm di, yang hampir mikroskopis, namun rotifera tetap dapat dilihat dengan mata telanjang. Beberapa dari mereka berenang, yang lain merangkak, namun tidak satupun dari mereka yang diketahui berbahaya bagi manusia. Dan kabar itu cukup bagus, karena rotifera cukup sering ditemukan dalam air kran.
  • Cyclospora Cayetanensis
    Cyclospora Cayetanensis merupakan mikroorganisme yang dapat ditemukan pada tumbuhan atau air yang telah terkontaminasi dengan kotoran, terutama kotoran manusia. Manusia yang sudah terinfeksi oleh bakteri ini akan mengeluarkan feses yang terjangkit dengan bakteri non-efektif ini, yang nantinya feses akan mengkontaminasi daerah disekitarnya sehingga bakteri ini dapat tumbuh dan efektif.
    Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Cyclospora seperti Diare, pusing dan mual, penurunan berat badan, kram perut, perut kembung, badan lemas
  • Escherichia Coli
    Escherichia coli atau biasa disingkat E. coli, adalah bakteri yang umum ditemukan di bawah usus organisme berdarah panas (endotermik). Kebanyakan strain E. coli tidak berbahaya, tetapi beberapa serotipe dari bakteri ini dapat menyebabkan keracunan makanan yang serius pada manusia dan diare akibat kontaminasi makanan. Strain berbahaya ini merupakan bagian dari flora normal usus, dan bisa mendapatkan memberi keuntungan untuk tubuh dengan memproduksi vitamin K2, dan mencegah pembentukan bakteri patogen dalam usus.

    Bakteria Escherichia Coli | Rocky Mountain Laboratories, NIAID, NIH

    Penyakit yang disebabkan oleh bakteri E. Coli seperti Diare berdarah, kram perut dan muntah-muntah

  • Naegleria Fowleri
    Naegleria fowleri adalah organisme yang biasanya ditemukan di air tawar hangat seperti kolam, danau, sungai, dan sumber air panas. Tidak ada catatan bahwa organisme ini hidup di air asin. Bakteri ini tidak dapat menginfeksi manusia jika air yang terdapat bakteri Naegleria fowleri diminum. Bakteri ini menginfeksi manusia jika air masuk melalui hidung, yang nantinya akan bergerak ke otak dan merusak jaringan otak.
    Penyakit yang disebabkan oleh bakteria Naegleria fowleri seperti sakit kepala, demam, pusing, muntah-muntah hingga kejang-kejang, halusinasi dan koma
  • Legionella Pneumophila
    Legionella pneumophila adalah bakteri dari genus Legionella. L. pneumophila adalah bakteri patogen manusia utama di grup ini dan merupakan agen penyebab legionellosis atau penyakit legiuner. Legionellosis adalah istilah medis untuk infeksi pernapasan akut yang disebabkan oleh spesies dari bakteri aerobik milik genus Legionella. Lebih dari 90% kasus legionellosis disebabkan oleh Legionella pneumophila.
    Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Legionella Pneumophila memiliki gejala yang mirip dengan penyakit pneumonia seperti batuk-batuk, nafas pendek, demam, sakit otot, sakit kepala.

Sterilisasi Air dari Bakteri

Sterilisasi air ini sangat diperlukan sebelum kita menggunakan air tersebut untuk diminum atau dimasak. Air yang belum disterilisasi mengandung banyak bakteri yang munking saja berbahaya bagi manusia, seperti contoh-contoh yang telah dibahas sebelumnya. Sterilisasi air ini memiliki berbagai cara. Mulai cara yang mudah dilakukan hingga membutuhkan teknologi yang mutakhir. Beberapa cara untuk mensterilisasi air dapat dijabarkan seperti dibawah ini:

  • Merebus atau Memasak Air Hingga Mendidih
    Merebus air hingga mendidih merupakan cara yang paling mudah dilakukan untuk mendapatkan air minum bebas dari kuman jamur, protozoa, spora, virus dan bakteri. Namun masih banyak orang yang belum memahami lama waktu yang paling baik untuk mematikan kompor dari awal air mulai mendidih. Tentu saja tidak semua kuman penyakit akan mati jika belum cukup waktu dalam mendidihkan air minum.
    Lama waktu yang baik mendidihkan air adalah selama 5 menit sampai 20 menit agar semua bakteri / kuman yang hidup di dalam air yang akan kita minum dapat mati, sehingga air minum yang akan kita konsumsi aman tidak menyebabkan gangguan kesehatan pada diri kita. Kendala terbesar dalam mendidihkan air terlalu lama adalah boros bahan bakar kompor.
  • Menggunakan Tablet atau Cairan Penjernih Air
    Tablet atau cairan penjernih air dapat dibeli di apotik, toko perlengkapan olahraga dan petualangan. Walapun cara ini cukup ampuh untuk membunuh bakteri, tetapi cara ini memiliki efek samping yaitu menimbulkan rasa yang tidak enak pada air (rasa pahit).
    Tablet atau cairan yang biasa digunakan merupakan iodin ataupun klorin, yang keduanya ini dapat mensterilkan dengan hasil yang sama. Kedua jenis penjernih ini merupakan jenis yang paling efektef jika air yang dijernihkan berada pada suhu sekitar 21°celsius atau lebih.
    Namun perlu diperhatikan saat anda menggunakan tablet iodine atau pun tablet klorin perlu berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan dosis yang pas sehingga tidak menyebabkan keracunan.

    Sterilisasi air menggunakan tablet | all-about-water-filters.com

  • Menggunakan Filter air dan Sinar Ultraviolet (UV)
    Cara ini
    merupakan cara terbaik dan aman untuk mensterilisasi air dari bakteri dan mikroorganisme. Dengan kombinasi antara filter air yang menyaring zat-zat berbahaya di dalamnya serta sinar UV (Ultraviolet) yang dapat membunuh mikroorganisme dan bakteri yang berbahaya bagi manusia.
    Sterilisasi dengan metode ini merupakan metode yang biasa digunakan pada depot-depot pengisian air minum isi ulang karena penggunaan yang mudah dan tidak membutuhkan sumber daya yang lebih, hanya membutuhkan peralatan khusus seperti filter dan pemancar UV.

 

SUMBER :



Proses melahirkan bayi merupakan proses yang sangat luar biasa dan kompleks. Banyak sekali perubahan secara mental dan fisik terjadi pada bayi dan ibunya. Bayi yang baru lahir harus dapat melakukan penyesuaian fisik untuk beradaptasi dengan lingkungan diluar dari kandungan ibunya. Keluar dan meninggalkan uterus menjadikan bayi tidak dapat bergantung plasenta untuk mengatur fungsi utama organ tubuh.

Continue reading →