Air merupakan salah satu kebutuhan yang sangat vital bagi setiap manusia. Tanpa air, berbagai proses yang dilakukan oleh organ tubuh manusia tidak dapat bekerja dengan baik dan menjamin kesehatan tubuh dan kelangsungan hidup. Dengan demikian menyediakan air yang menjadi faktor penentu kesehatan dan kesejahteraan manusia merupakan pekerjaan mulia yang mendukung kelangsungan hidup umat manusia.

Tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air. Tidak hanya tubuh manusia, sebagian besar organ tubuh seperti otak, jantung, paru-paru, ginjal, mata, darah dan lainnya lebih dari 75% merupakan kadar air. Dapat dibayangkan bagaimana jika manusia kekurangan air pada tubuh. Gejala seperti sakit kepala, badan lemas, sembelit gan gejala lainnya dapat menyerang manusia. Untuk itu kita perlu meminum air untuk memenuhi kebutuhan air pada organ tubuh kita.

Air Layak Konsumsi

Seperti yang telah dikutip dari Pedoman Standar Air Minum yang dibuat oleh Badan Kesehatan Internasional atau WHO, Air layak konsumsi merupakan air yang jika dikonsumsi tidak menghasilkan resiko apapun jika dikonsumsi seumur hidup, termasuk perbedaan sensitif yang dapat terjadi pada tiap-tiap tahapan kehidupan. Orang-orang yang rentan terhadap penyakit yang menular melalui air merupakan bayi, anak-anak, yang sedang sakit dan para lanjut usia, terutama setiap orang yang tinggal pada lingkungan yang kurang bersih.

Meminum air baik untuk menjaga kesehatan tubuh | Pexels.com

Mereka yang umumnya rentan terhadap penyakit yang menular melalui air dapat melakukan langkah pencegahan terhadap patogen jahat dengan cara memasak air sebelum di konsumsi. Air layak konsumsi ini menjadi persyaratan dalam segala hal dalam rumah tangga, seperti memasak, minum dan kebersihan diri.

Mikroorganisme Yang Hidup Pada Air Yang Tidak Steril

Mikroorganisme merupakan organisme atau makhluk hidup yang berukuran sangat kecil yang sebagian besar kasat mata dan membutuhkan alat bantu seperti mikroskop untuk membantu melihatnya. Tanpa kita sadari, mikroorganisme ada di sekeliling kita tidak terkecuali di air. Sebagian besar dari mereka mungkin tidak terlalu berhaya terhadap manusia, namun ada beberapa yang dapat membahayakan kesehatan tubuh manusia. Berikut merupakan contoh mikroorganisme yang biasa hidup di dalam air :

  • Salmonella Enterica
    Salmonella yaitu satu genus bakteri yang disebut penyebab utama penyakit bawaan makanan di seluruh dunia. Pada umumnya bakteri ini biasa ditemukan di bagian organ pencernaan pada manusia dan hewan. Biasanya, bakteri ini tidak berkembang biak dan tumbuh di air. Tetapi hal ini dapat menjadikan bahwa air yang terdapat bakteri salmonella sudah terkontaminasi dengan kotoran manusia atau binatang.
    Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella Enterica seperti Flu Perut atau Gastroenteritis, Sepsis, Demam Tifoid atau Gejala tifus.
  • Cryptosporidium
    Cryptosporidium adalah genus protozoa yang dapat menyebabkan penyakit pencernaan seperti diare pada manusia. Kondisi tersebut dikenal sebagai cryptosporidiosis atau serangan diare yang melumpuhkan. Cryptosporidium adalah organisme yang paling sering terisolasi pada pasien HIV positif yang mengalami diare. Bakteri ini dapat ditemukan di air, manakan, tanah atau pada permukaan, pada tangan yang telah terkontaminasi dengan kotoran manusia atau binatang yang sudah terinfeksi dengan bakteri Cryptosporidium.
    Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Cryptosporidium seperti Diare, Kram Perut, Dehidrasi, Pusing-pusing, Muntah, Demam dan kurang berat badan.
  • Anabaena
    Anabaena merupakan salah satu genus cyanobacteria atau yang biasa disebut sebagai blue-green algae yang tumbuh secara alami di air. Anabaena hidup di semua waduk air tawar di seluruh dunia, terutama di Australia, Eropa, Asia, Selandia Baru, dan Amerika Utara. Di Australia, bakteri air tawar Anabaena telah ditemukan memproduksi saxitoxins, sejenis neurotoksin yang dapat menyebabkan penyumbatan pernapasan, yang diikuti dengan kematian. Untungnya, cyanobacteria ini adalah salah satu mikroorganisme yang mudah disaring dari air minum.
    Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Anabaena seperti masalah pencernaan, masalah sistem saraf hingga masalah pada hati.
  • Rotifera
    Rotifera adalah mikroorganisme yang relatif umum yang dapat ditemukan di seluruh dunia. Dan mereka juga salah satu dari yang paling umum dari kontaminan air minum. Meskipun hanya tumbuh sebesar 1mm di, yang hampir mikroskopis, namun rotifera tetap dapat dilihat dengan mata telanjang. Beberapa dari mereka berenang, yang lain merangkak, namun tidak satupun dari mereka yang diketahui berbahaya bagi manusia. Dan kabar itu cukup bagus, karena rotifera cukup sering ditemukan dalam air kran.
  • Cyclospora Cayetanensis
    Cyclospora Cayetanensis merupakan mikroorganisme yang dapat ditemukan pada tumbuhan atau air yang telah terkontaminasi dengan kotoran, terutama kotoran manusia. Manusia yang sudah terinfeksi oleh bakteri ini akan mengeluarkan feses yang terjangkit dengan bakteri non-efektif ini, yang nantinya feses akan mengkontaminasi daerah disekitarnya sehingga bakteri ini dapat tumbuh dan efektif.
    Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Cyclospora seperti Diare, pusing dan mual, penurunan berat badan, kram perut, perut kembung, badan lemas
  • Escherichia Coli
    Escherichia coli atau biasa disingkat E. coli, adalah bakteri yang umum ditemukan di bawah usus organisme berdarah panas (endotermik). Kebanyakan strain E. coli tidak berbahaya, tetapi beberapa serotipe dari bakteri ini dapat menyebabkan keracunan makanan yang serius pada manusia dan diare akibat kontaminasi makanan. Strain berbahaya ini merupakan bagian dari flora normal usus, dan bisa mendapatkan memberi keuntungan untuk tubuh dengan memproduksi vitamin K2, dan mencegah pembentukan bakteri patogen dalam usus.

    Bakteria Escherichia Coli | Rocky Mountain Laboratories, NIAID, NIH

    Penyakit yang disebabkan oleh bakteri E. Coli seperti Diare berdarah, kram perut dan muntah-muntah

  • Naegleria Fowleri
    Naegleria fowleri adalah organisme yang biasanya ditemukan di air tawar hangat seperti kolam, danau, sungai, dan sumber air panas. Tidak ada catatan bahwa organisme ini hidup di air asin. Bakteri ini tidak dapat menginfeksi manusia jika air yang terdapat bakteri Naegleria fowleri diminum. Bakteri ini menginfeksi manusia jika air masuk melalui hidung, yang nantinya akan bergerak ke otak dan merusak jaringan otak.
    Penyakit yang disebabkan oleh bakteria Naegleria fowleri seperti sakit kepala, demam, pusing, muntah-muntah hingga kejang-kejang, halusinasi dan koma
  • Legionella Pneumophila
    Legionella pneumophila adalah bakteri dari genus Legionella. L. pneumophila adalah bakteri patogen manusia utama di grup ini dan merupakan agen penyebab legionellosis atau penyakit legiuner. Legionellosis adalah istilah medis untuk infeksi pernapasan akut yang disebabkan oleh spesies dari bakteri aerobik milik genus Legionella. Lebih dari 90% kasus legionellosis disebabkan oleh Legionella pneumophila.
    Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Legionella Pneumophila memiliki gejala yang mirip dengan penyakit pneumonia seperti batuk-batuk, nafas pendek, demam, sakit otot, sakit kepala.

Sterilisasi Air dari Bakteri

Sterilisasi air ini sangat diperlukan sebelum kita menggunakan air tersebut untuk diminum atau dimasak. Air yang belum disterilisasi mengandung banyak bakteri yang munking saja berbahaya bagi manusia, seperti contoh-contoh yang telah dibahas sebelumnya. Sterilisasi air ini memiliki berbagai cara. Mulai cara yang mudah dilakukan hingga membutuhkan teknologi yang mutakhir. Beberapa cara untuk mensterilisasi air dapat dijabarkan seperti dibawah ini:

  • Merebus atau Memasak Air Hingga Mendidih
    Merebus air hingga mendidih merupakan cara yang paling mudah dilakukan untuk mendapatkan air minum bebas dari kuman jamur, protozoa, spora, virus dan bakteri. Namun masih banyak orang yang belum memahami lama waktu yang paling baik untuk mematikan kompor dari awal air mulai mendidih. Tentu saja tidak semua kuman penyakit akan mati jika belum cukup waktu dalam mendidihkan air minum.
    Lama waktu yang baik mendidihkan air adalah selama 5 menit sampai 20 menit agar semua bakteri / kuman yang hidup di dalam air yang akan kita minum dapat mati, sehingga air minum yang akan kita konsumsi aman tidak menyebabkan gangguan kesehatan pada diri kita. Kendala terbesar dalam mendidihkan air terlalu lama adalah boros bahan bakar kompor.
  • Menggunakan Tablet atau Cairan Penjernih Air
    Tablet atau cairan penjernih air dapat dibeli di apotik, toko perlengkapan olahraga dan petualangan. Walapun cara ini cukup ampuh untuk membunuh bakteri, tetapi cara ini memiliki efek samping yaitu menimbulkan rasa yang tidak enak pada air (rasa pahit).
    Tablet atau cairan yang biasa digunakan merupakan iodin ataupun klorin, yang keduanya ini dapat mensterilkan dengan hasil yang sama. Kedua jenis penjernih ini merupakan jenis yang paling efektef jika air yang dijernihkan berada pada suhu sekitar 21°celsius atau lebih.
    Namun perlu diperhatikan saat anda menggunakan tablet iodine atau pun tablet klorin perlu berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan dosis yang pas sehingga tidak menyebabkan keracunan.

    Sterilisasi air menggunakan tablet | all-about-water-filters.com

  • Menggunakan Filter air dan Sinar Ultraviolet (UV)
    Cara ini
    merupakan cara terbaik dan aman untuk mensterilisasi air dari bakteri dan mikroorganisme. Dengan kombinasi antara filter air yang menyaring zat-zat berbahaya di dalamnya serta sinar UV (Ultraviolet) yang dapat membunuh mikroorganisme dan bakteri yang berbahaya bagi manusia.
    Sterilisasi dengan metode ini merupakan metode yang biasa digunakan pada depot-depot pengisian air minum isi ulang karena penggunaan yang mudah dan tidak membutuhkan sumber daya yang lebih, hanya membutuhkan peralatan khusus seperti filter dan pemancar UV.

 

SUMBER :



Proses melahirkan bayi merupakan proses yang sangat luar biasa dan kompleks. Banyak sekali perubahan secara mental dan fisik terjadi pada bayi dan ibunya. Bayi yang baru lahir harus dapat melakukan penyesuaian fisik untuk beradaptasi dengan lingkungan diluar dari kandungan ibunya. Keluar dan meninggalkan uterus menjadikan bayi tidak dapat bergantung plasenta untuk mengatur fungsi utama organ tubuh.

Continue reading →