Apa itu Neonatal Intensive Care Unit (NICU)

Proses melahirkan bayi merupakan proses yang sangat luar biasa dan kompleks. Banyak sekali perubahan secara mental dan fisik terjadi pada bayi dan ibunya. Bayi yang baru lahir harus dapat melakukan penyesuaian fisik untuk beradaptasi dengan lingkungan diluar dari kandungan ibunya. Keluar dan meninggalkan uterus menjadikan bayi tidak dapat bergantung plasenta untuk mengatur fungsi utama organ tubuh.

Sebelum lahir, segala fungsi utama tubuh seperti bernafas, makan, pembuangan kotoran tubuh, dan sistem imun semuanya bergantung kepada Ibunya. Setelah lahir, banyak sekali perubahan pada sistem tubuh dari pada saat masih di dalam kandungan seperti :

  • Paru-paru harus bernafaskan udara
  • Sirkulasi paru-paru dan jantung berubah
  • Sistem pencernaan tubuh mulai memproses makanan dan mengeluarkan kotoran
  • Ginjal harus mulai bekerja untuk menyeimbangkan cairan dan gizi di dalam tubuh dan kotoran
  • Organ Hati dan sistem imun harus mulai bekerja secara independen

Sistem tubuh dari sang bayi ini harus bekerja sesuai dengan kondisi baru seperti yang disebutkan sebelumnya. Terkadang, terdapat bayi yang memiliki kesulitan dalam melakukan transisi terhadap lingkungan yang baru. Seperti lahir prematur, kesulitan dalam melahirkan, atau cacat lahir dapat menjadikan perubahan ini menjadi lebih sulit. Untuk itu maka dibentuklah Neonatal Intensive Care Unit (NICU).

Apa itu Neonatal Intensive Care Unit (NICU) ?

Neonatal Intensive Care Unit (NICU) merupakan unit khusus yang diperuntukan bagi bayi yang lahir secara prematur ataupun sakit. Neonatal Intensive Care Unit ini terdiri dari staff medis yang terlatih dan peralatan mutakhir untuk menangani bayi yang sakit atau lahir prematur. Bayi ini biasanya dimasukkan ke NICU dalam kurun waktu 24 jam setelah lahir. Lalu tim medis akan mendiskusikannya dengan keluarga sang bayi perkiraan dari lamanya bayi di dalam NICU, yang biasanya bergantung kepada kondisi dan tahap perkembangan yang harus dicapai sebelum bayi tersebut diperbolehkan untuk pulang.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Bayi Masuk ke Dalam Neonatal Intensive Care Unit (NICU)

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi bayi setelah lahir dimasukkan ke dalam NICU. Faktor-faktor seperti pada saat waktu hamil, pada saat melahirkan ataupun faktor bayi yang lahir itu sendiri. Sebagian besar bayi yang dirawat di NICU merupakan bayi yang lahir secara prematur (waktu kehamilan kurang dari 37 minggu), berat yang dibawah normal (kurang dari 5.5 kg) atau memiliki kondisi yang memerlukan perawatan khusus. Berikut ini dapat dijabarkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi bayi untuk dirawat di NICU :

  • Faktor Kondisi Kehamilan
    Kondisi kehamilan merupakan salah satu faktor besar yang dapat mempengaruhi kondisi dari bayi setelah melahirkan. Berikut apa saja contoh yang dapat mempengaruhi keadaan bayi :

    Ibu Hamil | Pexels.com

    • Umur sang Ibu kurang dari 16 tahun dan lebih dari 40 tahun
    • Kedapatan menggunakan obat-obatan dan meminum alkohol
    • Sang ibu memiliki diabetes
    • Sang ibu terjangkit penyakit seksual
    • Melahirkan bayi kembar dua atau lebih
    • Pecahnya air ketuban secara prematur atau lebih awal dari perkiraan
  • Faktor Melahirkan
    Kondisi pada saat melahirkan juga dapat mempengaruhi keadaan dari si bayi tersebut. Berikut apa saja kondisi pada saat melahirkan yang mempengaruhi kondisi bayi :

    • Fetal Distress/birth asphyxia (Kondisi dimana organ bayi mengalami perubahan karena kekurangan oksigen)
    • Kelahiran yang tidak normal seperti bokong bayi yang lebih dahulu keluar
    • Mekonium atau feses pertama bayi
    • Nuchal Cord atau tali yang berada di daerah leher bayi
    • Secara operasi caesar
  • Faktor Bayi
    Kondisi bayi, mulai dari lahir prematur, cacat lahir dan lainnya merupakan faktor utama bagi bayi untuk dirawat di NICU. Berikut faktor-faktor yang dimaksudkan :

    • Lahir dengan umur kurang dari 37 minggu atau lebih dari 42 minggu
    • Lahir dengan berat kurang dari 2.5 kg atau lebih dari 4 kg
    • Terlahir kecil untuk umur kehamilan, lebih kecil dari rata-rata ukuran dari waktu kehamilan yang sama pada saat melahirkan
    • Obat-obatan dan resusitasi (resuscitation) di ruang melahirkan
    • Cacat lahir
    • Masalah pernafasan seperti menarik nafas jauh lebih cepat dari keadaan normal, suara dengkur pada bayi, atau apnea (berhenti bernafas)
    • Infeksi penyakit seperti Herpes, bakteri Streptokokus atau chlamydia
    • Kejang-kejang
    • Hypoglycemia atau kadar gula darah rendah
    • Membutuhkan bantuan oksigen atau pengawasan, terapi IV (intravenous), atau medikasi
    • Membutuhkan perawatan atau prosedur khusus seperti transfusi darah
Baca Juga :  Apa itu Electrocardiograph?

Kontak dengan Bayi di dalam NICU

Ruang NICU biasanya hening dan tenang karena sang bayi sangat rentan sensitif terhadap suara dan cahaya. Terdapat waktu dimana cahaya ruangan dibuat redup sehingga sang bayi dapat istirahat. Diredupkannya cahaya di dalam ruangan bertujuan agar staff parademis mengurangi kontak dan penanganan sedikit mungkin terhadap bayi. Tiap-tiap bayi tersebut akan dimasukkan ke dalam inkubator atau heated cot untuk menjaga bayi di dalam temperatur yang cocok. Terkadang juga terdapat peralatan seperti alat bantu nafas, infus bayi dan fetal monitor untuk mengawasi keadaan sang bayi.

Bayi di dalam Inkubator | stltoday.com

Biasanya, orang tau dari bayi yang berada di dalam ruang NICU diperbolehkan untuk mengecek bayinya selama 24 jam sehari. Namun untuk pengunjung lain selain orang tua sang bayi, harus memenuhi syarat tertenu. Perlu diingat, karena bayi yang baru lahir sangat rentan terhadap penyakit maka sang tamu harus melakukan sterilisasi seperi mencuci tangan. Atau bahkan jika tamu tersebut sedang sakit, tidak diperbolehkan sama sekali hanya bisa melihat dari luar ruangan.

Banyak bayi yang tidak dapat meminum ASI di awal perawatan, karena mereka diberi susu melalui tabung yang akan langsung masuk ke dalam perut yang disebut dengan ‘gavage feeding‘. Nantinya sang ibu akan diminta untuk memompa susu dan dibekukan agar bisa dikonsumsi nantinya. Jika asi kurang atau sang ibu menolak untuk memberikan asi, maka sang perawat akan mendiskusikan formula gizi bagi si bayi.

 

SUMBER :