Apa itu MRI?

MRI atau Magnetic Resonance Imaging, merupakan jenis pemeriksaan non-invasive yang digunakan untuk mendiagnosa kondisi kesehatan pasien. MRI menggunakan magnet yang kuat, gelombang radio dan teknologi komputer untuk membentuk gambaran detail mengenai organ tubuh, jaringan lunak, tulang dan secara virtual bagian dalam tubuh lainnya. MRI ini tidak menggunakan radiasi pengion (ionizing radiation) atau teknologi x-ray sehingga lebih aman dan jauh dari efek samping.

Continue reading →


Apa itu Pacemaker?

Pacemaker atau alat pacu jantung merupakan alat yang berukuran kecil yang dipasang di dada atau perut untuk membantu mengatur ritme jantung yang tidak normal. Alat ini terdapat komponen yang dapat membaca kondisi jantung dan membantu memberikan denyut buatan ketika dibutuhkan.

Pacemaker digunakan untuk mengatasi gejala aritmia (arrhythmia). Aritmia merupakan masalah jantung yang berhubungan dengan tingkat dan ritme dari detak jantung. Ketika aritmia terjadi, jatung dapat berdetak lebih cepat, lebih lambat atau bahkan dengan ritme yang tidak beraturan. Detak jantung yang terlalu cepat disebut dengan takikardia (Tachycardia), detak jantung yang terlalu lambat disebut dengan bradikardia (Bradycardia) dan detak jantung yang tidak beraturan disebut dengan Atrial fibrillation.

Pada saat gejala aritmia terjadi, jatung mungkin tidak dapat memompa cukup darah ke seluruh tubuh. Hal ini dapat menyebabkan gejala seperti kelelahan, nafas yang pendek atau bahkan tidak sadarkan diri (pingsan). Aritmia yang kronis dapat merusak organ tubuh yang vital hingga kematian.

Jenis dan Tipe Pacemaker

Penggunaan dari jenis dan tipe pacemaker ini bergantung kepada gejala yang terjadi dan kondisi jantung si pasien ini. Setelah hasil pemeriksaan jantung selesai, dokter akan melakukan rekomendasi jenis dan tipe pacemaker yang dibutuhkan oleh pasien. Jenis dan tipe pacemaker tersebut merupakan :

  • Single-Chamber Pacemaker
    Tipe pacemaker ini hanya dipasangkan untuk salah satu bilik jantung, atrium (bilik atas jantung) kanan atau verticles (bilik bawah jantung) kanan.
  • Dual-Chamber Pacemaker
    Tipe pacemaker ini dipasangkan di kedua bilik jantung yaitu atrium kanan dan verticles kanan.
  • Biventricular pacemaker
    Tipe pacemaker ini digunakan untuk Cardiac Resynchronization Therapy (CRT) yang biasanya untuk membantu mengatur ritme jantung dan gejala aritmia. Pemasangan lead untuk pacemaker ini biasanya dipasangkan di tiga tempat yaitu, Salah satu bilik jantung atas (atrium kanan), dan kedua verticles jantung

Jenis dan Tipe Pacemaker | www.heartstune.com

Struktur dari Pacemaker

Pada umumnya struktur dari artificial pacemaker ini terdiri dari leads dan pulse generator. Struktur pacemaker ini dapat dijabarkan seperti yang ada di bawah ini :

  • Leads
    Leads merupakan komponen berbentuk kabel yang dipasangkan ke dalam bilik jantung, berfungsi sebagai sensor yang mengirim informasi dan yang menstimulasi timbal-balik dari informasi yang dikirimkan dari pulse generator ke dinding jantung. Di dalam leads ini terdapat komponen yang memiliki fungsi masing-masing, yaitu elektroda dan pengait. Elektroda ini berfungsi sebagai pengirim informasi ke komputer pulse generator dan memberikan stimulan dari pulse generator ke jantung. Pengait ini berfungsi agar ujung dari leads ini agar tetap berada di tempat yang dibutuhkan.
  • Pulse Generator
    Pulse generator merupakan komponen yang bekerja untuk memproses informasi dan memberikan timbal-balik atas informasi yang didapat dari jantung. Pulse generator ini sendiri terdiri dari gabungan beberapa komponen seperti peti pacemaker, komputer/prosesor kecil dan baterai yang masing-masing memiliki fungsi tersendiri. Peti pacemaker berfungsi sebagai tempat dimana komputer kecil dan baterai diletakkan. Komputer kecil berfungsi sebagai pengolah informasi dan membuat feedback yang dikirimkan ke jantung melalui leads. Baterai sebagai sumber tenaga agar komponen yang membutuhkan tenaga listrik dapat bekerja.

Struktur Komponen Pacemaker | Figure 2, Simulation of an Artificial Cardiac Pacemaker. (Aaron Ong, Michael Nacinopa, Pourya Pourhosseini
, William Davis, and Anthony Nguyen)

Cara Kerja Pacemaker

Pada dasarnya, seluruh makhluk hidup memiliki ‘pacemaker’ biologis yang disebut dengan sinoatrial (SA) node atau sinus node. Sinus node ini sendiri merupakan kumpulan kecil dari sel-sel khusus yang berada di bagian bilik kanan atas jantung. Sinus node ini memproduksi sinyal kejut yang berguna untuk membuat jantung berdetak. Bilik jantung akan melakukan kontraksi ketika sinyal kejut melewati bilik tersebut. Sinyal kejut yang dikirimkan ke daerah verticles atau bilik jantung bagian bawah harus melalui jalur khusus agar jantung dapat bekerja dengan baik.

Ketika ‘pacemaker’ biologis ini bermasalah, jantung dapat berdetak terlalu cepat, terlalu lambat atau bahkan berdetak yang tidak beraturan. Jika kondisi jantung sudah tidak normal, maka dibutuhkan bantuan pacemaker atau alat pacu jantung. Komponen pacemaker buatan yang disebut dengan lead akan dimasukkan ke dalam jantung dan diposisikan di daerah bilik atrium kanan jantung. Setelah itu lead ini akan disambungkan ke pulse generator atau pembuat denyut. Lead ini terdapat elektroda yang nantinya akan menjadi pemancing atau pemberi sinyal denyut dari pacemaker ke jantung.

Efek Penggunaan Pacemaker Pada Kehidupan Sehari-Hari

Setelah pacemaker sudah dipasangkan ke dalam tubuh, sang pasien harus mengatur atau menghindari penggunaan peralatan elektronik karena peralatan elektronik dapat mengganggu kinerja pacemaker. Beberapa peratalan elektronik tersebut seperti :

  • Handphone
  • Peralatan rumah tangga seperti oven
  • Menara Sutet, Kabel listrik bertegangan tinggi
  • Pendeteksi metal
  • Mesin Las
  • Mesin generator listrik

Kesimpulan

Pacemaker | Steven Fruitsmaak [CC BY 3.0 (https://creativecommons.org/licenses/by/3.0)]

Pacemaker atau alat pacu jantung, merupakan alat kecil yang dipasangkan di bagian dada dan dikoneksikan ke dalam jantung yang membantu kondisi detak jantung yang bermasalah. Pacemaker ini terdiri dari dua komponen utama, leads dan pulse generator. Pacemaker bekerja sesuai dengan informasi yang diterima ke dalam pulse generator melalui lead, lalu mengirimkan sinyal listrik kembali ke elektroda di ujung lead ke dinding jantung. Setelah pemasangan pacemaker, pasien diwajibkan untuk mengatur atau menghindari penggunaan barang-barang elektronik atau barang-barang yang bisa mempengaruhi kinerja pacemaker.

 

SUMBER :


Apa itu ginjal?

Ginjal merupakan organ tubuh di dalam tubuh yang berbentuk seperti kacang dengan ukuran sekitar segumpalan tangan manusia. Ginjal berada persis dibawah tulang rusuk. Pada umumnya, manusia lahir dengan 2 ginjal. Namun ada kondisi dimana manusia terlahir dengan satu ginjal yang disebut dengan renal agenesis. Lalu ada kondisi dimana manusia yang terlahir dengan dua ginjal namun hanya satu yang bekerja disebut dengan kidney dysplasia.

Ginjal yang sehat akan memproses sekitar setengah gelas darah setiap menitnya, menyaring dan membuang kotoran dan air yang nantinya akan menjadi urin. Urin ini akan mengalir dari ginjal ke dalam kandung kemih untuk disimpan sementara melalui dua ureter (jalur kecil yang terbentuk dari otot). Ginjal, ureter dan kandung kemih merupakan bagian dari sistem saluran kemih.

diagram-ginjal

Sistem Saluran Kemih | homehealth-uk.com

Lalu apa fungsi ginjal?

Ginjal manusia berfungsi untuk membuang kotoran dan cairan yang berlebih dari dalam tubuh. Ginjal juga membuang asam yang diproduksi oleh sel tubuh dan menjaga keseimbangan cairan tubuh yang sehat, garam dan mineral seperti sodium, kalsium, fosfor dan potasium dari dalam darah.

Ketidakseimbangan dari cairan tubuh, garal dan mineral ini dapat mempengaruhi fungsi dari syaraf, otot dan jaringan lainnya di dalam tubuh. Ginjal juga membuat hormon yang dapat membantu mengatur tekanan darah, memproduksi sel darah merah dan menjaga tulang tetap kuat dan sehat.

Bagaimana cara kerja Ginjal

Ginjal terdiri dari jutaan unit penyaring yang disebut dengan nefron (nephrons). Tiap-tiap nefron terdapat penyaring yang disebut dengan glomerulus dan sebuah tubule. Nefron ini bekerja melalui dua proses, glomerulus menyaring darah dan tubule mengembalikan zat yang dibutuhkan tubuh kembali ke darah dan membuang kotoran.

  • Glomerulus menyaring darah
    Ketika darah mengalir ke tiap-tiap nefron, darah akan memasuki komplek atau klaster pembuluh darah kecil, yaitu glomerulus. Dinding-dinding kecil glomerulus akan menyaring molekul kecil, kotoran dan cairan (yang sebagian besar merupakan air) yang nantinya akan dimasukan ke dalam tubule. Molekul yang lebih besar, seperti protein dan sel darah, akan tetap berada di dalam pembuluh darah.
  • Tubule mengembalikan zat yang dibutuhkan tubuh kembali ke dalam darah dan membuang kotoran.
    Pembuluh darah bergerak bersamaan dengan tubule. Pada saat cairan yang telah disaring bergerak melalui tubule, pembuluh darah akan menyerap kembali bagian besar dari air, bersamaan dengan mineral dan zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Tubule membantu membuang asam yang berlebih dari darah. Cairan dan kotoran sisanya yang berada di dalam tubule akan menjadi urin.

Sistem yang ada di dalam Ginjal | Anatomy & Physiology, Connexions Web site. http://cnx.org/content/col11496/1.6/, Jun 19, 2013.

Lalu bagaimana cara darah mengalir melalui ginjal?

Darah akan mengalir ke dalam ginjal melalui pembuluh darah renal. Pembuluh darah yang besar ini akan bercabang menjadi pembuluh darah yang lebih kecil sampai darah mencapai ke nefron. Di dalam nefron, darah ini akan disaring dengan pembuluh darah kecil dari glomerulus dan mengalir keluar melalui pembuluh darah renal.

Darah akan mengalir ke dalam ginjal beberapa kali dalam sehari. Dalam sehari, ginjal manusia menyaring sekitar 150 liter darah. Sebagian besar dari cairan dan zat lainnya yang tersaring oleh glomerulus akan dikembalikan ke dalam darah melalui tubule. Hanya sekitar 1 sampai 2 liter yang akan menjadi urin.

Cara menjaga kesehatan ginjal

Ginjal merupakan organ penting dalam kelangsungan hidup. Karena ginjal bekerja selama 24/7, maka ginjal rentan terhadap penyakit-penyakit. Untuk menghindari penyakit yang dapat menyerang ginjal, ada beberapa cara yang dapat kita lakukan seperti :

  • Menjaga kebutuhan cairan dalam tubuh
    Salahs satu fungsi ginjal merupakan untuk menyaring darah dan membuang kotoran dalam bentuk urin. Urin ini terdiri dari kotoran dan cairan berlebih yang tidak dibutuhkan oleh tubuh. Jika asupan cairan dalam tubuh tercukupi, maka aliran atau proses yang terjadi di dalam ginjal akan baik. Kekurangan cairan dalam tubuh dapat menyebabkan berbagai penyakit mulai dari batu ginjal hingga infeksi saluran kencing.
  • Jaga pola makan
    Cara menjaga kesehatan ginjal yang satu ini merupakan cara ampuh yang bisa Anda coba. Pilihlah makanan seperti buah-buahan, sayur-sayuran yang di tanam dengan tanpa pupuk kimia (organik) serta jauhilah makanan olahan, kurangi konsumsi garam berlebih, serta konsumsilah ikan atau daging putih tanpa lemak.

    Menjaga Pola Makan | Pexels.com

    Perlu diketahui, terlalu banyak mengonsumsi makanan asin dapat mengganggu keseimbangan mineral dalam darah. Pada akhirnya, hal ini dapat memperberat kerja ginjal dan mengganggu fungsi bagian ginjal. Terlalu banyak garam bisa membuat seseorang lebih cepat merasa haus dan juga kembung. Keluarnya urine yang lebih sedikit dari biasanya juga bisa disebabkan oleh tingginya kadar garam yang dikonsumsi.

  • Rutin berolahraga
    Olahraga tidak hanya untuk meningkatkan tenaga dan stamina, tetapi juga dapat mempengaruhi aktivitas yang dilakukan oleh organ tubuh.
  • Hindari dan jaga konsumsi sembarang vitamin/suplemen
    Efek dari suplemen dalam kesehatan ginjal bergantung pada masalah kesehatan ginjal tiap-tiap individu. Tetapi menurut penelitian, ada beberapa jenis suplemen yang dapat merusak fungsi ginjal seperti kromium, creatine, akar manis, kulit pohon dedalu dan vitamin c.
  • Berhenti dan hindari rokok
    Penggunaan rokok dapat mempengaruhi banyak organ tubuh. Rokok dapat mempengaruhi efek dari obat yang mengatur tekanan darah dalam tubuh. Tekanan darah yang tidak baik dan tidak terkontrol dapat menyebabkan penyakit ginjal. Merokok juga dapat memperlambat aliran darah ke organ penting seperti ginjal sehingga dapat membuat penyakit ginjal semakin parah.
  • Lakukan pemeriksaan ginjal
    Tidak ada salahnya untuk melakukan pencegahan penyakit. Terutama ketika memiliki faktor-faktor yang dapat menyebabkan penyakit ginjal kronis, disarankan untuk melakukan pemeriksaan setiap 2 tahun sekali. Dan jika memiliki diabetes disarankan untuk melakukan pemeriksaan setahun sekali.

 

SUMBER :