Aneurisma, Tonjolan Dalam Tubuh Yang Beresiko Aneurisma, atau Aneurysm, merupakan pembengkakan atau tonjolan yang tidak normal pada pembuluh darah terutama di daerah aorta. Aneurisma ini mulai terbentuk ketika terdapat titik lemah pada dinding pembuluh darah, yang membengkak dan menonjol oleh tekanan yang ada pada saat darah dipompa. Biasanya, Aneurisma ini terbentuk pada daerah percabangan pembuluh darah, karena struktur percabangan ini biasanya lebih rentan terhadap titik lemah. Aneurisma ini dapat terjadi dimana saja sepanjang jaringan yang disebut sistem sirkulasi (circulatory system), yang dimana sistem ini merupakan jaringan yang terdiri dari darah, pembuluh darah dan jantung. Namun pada umumnya anerisma ini terjadi pada daerah aorta (arteri utama tubuh) dan pembuluh darah otak. Aneurisma ini memiliki resiko yang berbahaya ketika pecah, yang dapat mengakibatkan kematian dalam hitungan menit. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Tumbuhnya Aneurisma Banyak faktor yang dapat mempengaruhi tumbuhnya aneurisma. Mulai dari faktor eksternal hingga faktor genetik. Beberapa faktor ini diantaranya : Merokok Tekanan Darah Tinggi Umur Ras Sejarah Keluarga Menggunakan obat-obatan Kecelakaan Jenis Jenis Aneurisma Kategori aneurisma ini dapat dibagi menjadi menjadi tiga jenis yaitu cerebral aneurysm, thoraric aortic aneurysm, dan abdominal aortic aneurysm. Cerebral Aneurysm Cerebral Aneurysm ini terjadi pada pembuluh darah yang ada di dalam otak. Cerebral Aneurysm ini umumnya terjadi pada manusia yang berumur lebih dari 60 tahun. Gejala dari pecahnya cerebral aneurysm seperti sakit kepala yang parah dengan serangan yang cepat, leher sakit dan kaku, rasa kantuk yang meningkat, kelumpuhan, kejang-kejang, gangguan bicara dan masalah pengelihatan. Aneurisma yang belum pecah mungkin tidak ada gejalanya dan bisa ditemukan secara tidak sengaja. Thoracic Aortic Aneurysm (TAA) Tipe aneurisma ini biasanya terjadi pada aorta yang ada di daerah dada. Gejala dari tipe aneurisma ini seperti rasa sakit dibagian dada, punggung dan leher, batuk-batuk, kehabisan nafas, kesulitan menelan, berubahnya suara menjadi lebih serak, bengkak pada bagian tangan dan penyempitan pupil dan terkulainya kelopak dari salah satu mata. Biasanya tipe aneurisma ini tidak menyebabkan gejala-gejala dan ditemukan secara tidak sengaja ketika sedang melakukan pemeriksaan kesehatan yang tidak terkait dengan aneurisma. Abdominal Aortic Aneurysm (AAA) Tipe aneurisma ini biasanya terjadi pada daerah aorta yang ada di sekitar perut atau badan. Gejala dari aneurisma ini seperti rasa sakit pada bagian punggung bawah, pembengkakan perut, mual-mual, muntah-muntah, detak jantung cepat (takikardia), keringat berlebih dan sensasi atau merasakan denyut di daerah perut. Bentuk Bentuk Aneurisma Aneurisma memiliki bentuk yang berbeda. Bentuk ini mempengaruhi cara mengobati aneurisma. Bentuk-bentuk tersebut adalah : Fusiform Dikenal juga sebagai Aneurisma Konsentris, merupakan bentuk aneurisma yang melibatkan seluruh bagian dari linkar aorta atau pembuluh darah. Sacullar Dikenal juga sebagai Aneurisma Berry atau Esentrik, merupakan bentuk aneurisma yang hanya melibatkan salah satu bagian dari linkar aorta atau pembuluh darah. Perawatan Terhadap Aneurisma Perawatan dan pengobatan aneurisma ini bergantung pada jenis dan bentuk dari aneurisma itu sendiri. Jenis perawatan yang biasanya dilakukan untuk mengobati Cerebral Aneurysm tidak dapat digunakan untuk mengobati Thoratic Aortic Aneurysm, begitu pula sebaliknya. Untuk lebih lanjut penjelasan cara mengobati aneurisma dapat dijabarkan seperti yang ada di bawah ini : Cerebral Aneurysm Terdapat tiga cara perawatan untuk jenis aneurisma ini, yaitu surgical clipping (klip bedah, endovascular coiling (lilitan endovaskular) dan flow diversion (pengalihan aliran). Pada Surgical Clipping (Klip bedah), dokter akan membedah kepala dan membuat lubang pada tengkorak pasien. Nantinya dokter akan memasangkan klip berbahan logam yang akan menjepit bagian stem atau batang, yang merupakan bagian dimana aneurisma dan pembuluh darah terhubung. Setelah itu dokter akan menutup kembali lubang yang sudah dibuat. Pada Endovascular Coiling (lilitan endovaskular), dokter akan memasukan tuba plastik yang disebut dengan catheter ke dalam pembuluh darah arteri besar. Dengan bantuan pengelihatan x-ray secara langsung, dokter akan mengarahkan catheter dari arteri ke tempat aneurisma tumbuh. Proses selanjutnya adalah dokter akan memasukan awat elastis ke dalam aneurisma dan menggulung di dalamnya sehingga menutup akses darah agar tidak dapat masuk ke dalam aneurisma. Pada flow diversion , prosesnya kurang lebih sama seperti endovascular coiling, tetapi yang alat bantu yang dipasangkan bukan berupa kawat tetapi berupa stent khusus untuk mengalihkan aliran darah agar tidak melalui aneurisma. [su_youtube url=”https://www.youtube.com/watch?v=l9swbAtRRbg”] Thoracic Aortic Aneurysm (TAA) Terdapat tiga pilihan perawatan untuk TAA, yaitu dengan cara menkonsumsi obat, pemantauan dan intervensi yang biasanya dengan cara operasi. Pemantauan ini biasanya dilakukan pada saat ukuran aneurisma masih kecil. Doktor akan melakukan pemantauan setidaknya selama kurang lebih enam bulan dan memantau apakah ada gejala yang mungkin ada hubungannya dengan aneurisma. Mengkonsumsi obat ini dilakukan jika sang pasien memiliki tekanan darah tinggi atau penyumbatan di pembuluh darah. Obat-obatan ini dikonsumsi guna membantu mengurangi gejala tekanan darah tinggi dan penyumbatan yang dapat mengurangi resiko komplikasi aneurisma. Contoh obat yang disarankan seperti, Beta Blockers, Angiotensin II receptor blockers, Statins. Intervensi yang berupa operasi untuk TAA ini biasanya dilakukan dan disarankan jika ukuran dari aneurisma ini berukuran 5-6 cm atau lebih. Teknik yang digunakan bervariasi mulai dari operasi jantung terbuka dan operasi endovaskular. Operasi jantung terbuka dilakukan dengan membuka bagian dada dan memasangkan graft atau cangkok ke daerah aneurisma. Operasi endovaskular dilakukan dengan cara memasangkan graft atau cangkok ke daerah aneurisma melalui pembuluh darah arteri dibagian kaki. Abdominal Aortic Aneurysm (AAA) Perawatan dari jenis aneurisma ini kurang lebih sama dengan jenis TAA, yang biasanya operasi intervensi dilakukan ketika ukuran aneurisma sudah melebihi 5 cm atau gejala yang muncul sudah berbahaya. [su_youtube url=”https://www.youtube.com/watch?v=j9aK2ECcFEY”] Tips Menghindari Aneurisma Aneurisma ini merupakan golongan penyakit yang jika sudah tumbuh atau terjangkit tidak bisa sembuh dengan sendirinya. Walaupun begitu, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghindari ataupun mengurangi resiko tumbuh kembangnya aneurisma ini. Cara tersebut diantaranya : Hindari Rokok Merokok dapat menjadi faktor utama tumbuh atau berkembangnya titik lemah yang ada di dalam pembuluh darah. Hindari penggunaan rokok untuk menjaga kesehatan pembuluh darah pada tubuh. Memakan Makanan Sehat Fokus kepada memakan berbagai jenis buah dan sayuran, gandum, unggas, ikan dan produk susu rendah lemak. Jauhi konsumsi lemak jenuh, lemak trans dan batasi konsumsi garam. Menjaga Kadar Kolesterol dan Tekanan Darah Studi penelitian membuktikan bahwa orang yang mempunyai kadar kolesterol LDL yang tinggi memiliki resiko lebih tinggi mengidap aneurisma dibandingan dengan yang tidak memiliki aneurisma Olahraga Secara Teratur Atur olah raga secara teratur setidaknya sekitar 150 menit setiap minggunya dengan aktivitas aerobik…
Category: Blog
Apa itu Puasa Saum atau yang biasa disebut dengan puasa, merupakan aktivitas menahan diri dari rasa lapar, haus dan tindakan serta perilaku negatif yang dapat membatalkan puasa mulai dari waktu terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Menurut Riwayat dari Izzuddin bin Abdis Salam dalam kitab Maqashidus Shaum yang mengumpulkan banyak riwayat terkait manfaat dan hikmah ibadah puasa. Dari sekian banyak riwayat tersebut, ia menyimpulkan ada delapan manfaat puasa yang perlu kita perhatikan. Ia mengatakan. للصوم فوائد: رفع الدرجات، وتكفير الخطيئات، وكسر الشهوات، وتكثير الصدقات، وتوفير الطاعات، وشكر عالم الخفيات، والانزجار عن خواطر المعاصي والمخالفات Artinya, “Puasa memiliki beberapa faidah: meningkatkan kualitas (iman), menghapus kesalahan, mengendalikan syahwat, memperbanyak sedekah, menyempurnakan ketaatan, meningkatkan rasa syukur, dan mencegah diri dari perbuatan maksiat.” Kondisi Tubuh Ketika Berpuasa Pada umumnya tubuh manusia membutuhkan energi untuk beraktivitas. Sumber energi utama manusia terdapat dari sejenis gula yang disebut glukosa, yang biasanya didapatkan dan diolah dari sumber karbohidrat seperti gandum, nasi, produk susu, buah-buahan, dan bahkan dari permen atau manisan. Hati dan otot menyimpan glukosa yang nantinya akan dilepaskan ke darah ketika tubuh membutuhkan energi. Namun pada saat berpuasa, siklus dari proses tersebut akan berubah. Ketika masa berpuasa telah melewati waktu 8 jam, hati ini akan menggunakan dan menghabiskan glukosa cadangan. Ketika glukosa tersebut habis maka tubuh akan memasuki fase yang disebut dengan glukoneogenesis, membuat tubuh masuk ke dalam mode puasa. [su_youtube url=”https://www.youtube.com/watch?v=l9swbAtRRbg”] Riset telah membuktikan bahwa fase glukoneogenesis meningkatkan angka kalori yang dibakar. Dengan tidak adanya pasokan karbohidrat yang masuk, tubuh manusia akan membuat glukosa dari zat yang ada di dalam tubuh, terutama lemak. Pada akhirnya, zat energi tersebut akan habis dari dalam tubuh. Mode puasa ini akan berkembang menjadi mode kelaparan yang lebih serius. Pada titik ini, metabolisme manusia akan menurut, dan tubuh mereka akan mulai membakar jaringan otot untuk membuat energi. Lalu Nutrisi Apa Saja yang Dibutuhkan Tubuh Ketika Berpuasa? Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, salah satu nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh merupakan karbohidrat. Namun tubuh juga membutuhkan nutrisi lain selain dari karbohidrat. Masing-masing nutrisi tersebut memiliki fungsi masing-masing. Nutrisi tersebut diantaranya : Karbohidrat Bekerja sebagai bahan bakar tubuh dengan cara memberikan energi yang dibutuhkan oleh tubuh sehari-harinya. Karbohidrat juga memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan gula darah. Sumber karbohidrat yang baik dalam didapatkan dari beras coklat atau roti tawar. Selain itu kurma, buah kering dan buah segar juga sumber gula alami yang baik, cocok untuk kebutuhan energi yang lebih pada saat berpuasa. Protein Protein merupakan nutrisi yang berfungsi untuk membentuk blok jaringan tubuh. Sumber protein yang baik dapat didapatkan dari ikan, ayam tanpa kulit, potongan daging tipis, kacang-kacangan polong (legume), kacang tanah dan biji-bijian. Mengkonsumsi protein yang cukup akan membantu membuat tubuh terasa kenyang sampai waktu makan selanjutnya, membantu mengurangi memakan makanan masing terlalu banyak. Lemak Lemak juga merupakan salah satu sumber energi untuk tubuh dan memiliki peran vital dalam fungsi dari sel tubuh manusia. Beberapa jenis lemak dibutuhkan untuk kesehatan jantung, kulit dan rambut. Lemak yang baik didapatkan dari ikan, buah zaitun, kacang dan minyal sayur. Hindari lemak jenuh karena lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah dan juga meningkatkan resiko penyakit jantung. Vitamin dan mineral Vitamin dan Mineral ini memiliki peran penting dalam menggapai fungsi normal sel tubuh, meningkatkan sistem pertahanan tubuh dan daya hidup. Vitamin dan Mineral ini juga memberikan antioksidan penting yang melindungi sel tubuh dari penyakit. Sumber makanan dan minuman yang kaya akan vitamin dan mineral seperti gandum, kacang-kacangan dan buah-buahan. Dan berapa banyak nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh? Pada umumnya kebutuhan nutrisi pada tubuh bergantung dari berbagai faktor. Mulai dari umur, jenis kelamin, tinggi badan, gaya hidup, kesehatan tubuh dan tingkat aktivitas. Kebutuhan nutrisi ini diukur dengan menggunakan satuan hitungan kalori. Kalori ini merupakan perhitungan energi yang dihasilkan dari makanan dan minuman yang dikonsumsi. Menurut dari Panduan Diet Amerika tahun 2015 – 2020, kebutuhan kalori untuk perempuan dewasa diperkirakan sekitar 1600 hingga 2400 kalori dan laki-laki sekitar 2000 hingga 3000 kalori. Pada saat berpuasa, biasanya kebutuhan kalori ini tidak terpenuhi. Jika seperti itu maka perlu mensiasati asupan kalori pada saat sahur. Pembagian nutrisi ini dapat dibagi seperti daftar dibawah ini : Kebutuhan Karbohidrat, 45% – 60% dari kebutuhan kalori total Protein, 10% – 20% dari kebutuhan kalori total Lemak, tidak lebih dari 10% dari kebutuhan kalori total Kesimpulan Puasa adalah aktivitas yang diwajibkan bagi umat Islam yang telah memenuhi persyaratan, untuk menahan makan, minum dan kebiasaan negatif mulai dari waktu terbit fajar (subuh) hingga matahari terbenam (maghrib). Pada saat berpuasa, kondisi tubuh manusia akan sedikit mengalami perubahan dan berpindah ke dalam fase glukoneogenesis. Fase ini terjadi karena tubuh tidak dapat membuat energi dari glukosa dan membuat energi dari alternatif lainnya. Beberapa nutrisi yang penting bagi tubuh terutama pada saat berpuasa yaitu Karbohidrat, Protein, Lemak dan Vitamin serta mineral. Masing-masing nutrisi ini dapat dikonsumsi sesuai dengan kebutuhan kalori per harinya. SUMBER : http://www.nestle-family.com/my-ramadan/ramadan-articles/english/complete-nutrition.aspx https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/puasa-ramadhan/nutrisi-tubuh-saat-puasa/ https://www.liputan6.com/health/read/652518/tujuan-sebenarnya-berpuasa-apa-itu https://ramadhan.republika.co.id/berita/ramadhan/shaum-ala-rasulullah-saw/12/07/29/m7w2ro-inilah-tujuan-dan-keutamaan-puasa http://www.nu.or.id/post/read/78362/ini-tujuh-manfaat-puasa-menurut-hadis-nabi https://www.medicalnewstoday.com/articles/322065.php https://www.medicalnewstoday.com/articles/245588.php
Apa itu CT Scan Computerised Tomography (CT) atau Computerised Axial Tomography (CAT) Scan merupakan jenis pemeriksaan non-invasive yang digunakan untuk mendiagnosa dan memberikan gambaran mengenai kondisi organ di dalam tubuh pasien tanpa harus melakukan operasi. CT Scan ini akan menggabungkan data dari beberapa hasil potongan gambar x-ray untuk membuat gambar yang detail. CT Scan ini menghasilkan potongan gambar secara 2-dimensi, dan data tersebut nantinya bisa diolah untuk membuat gambaran 3-dimensi. Bagaimana cara kerja CT Scan Berbeda dengan MRI Scan, CT Scan ini bekerja dengan menggunakan sinar x-ray tipis yang memutari salah satu bagian tubuh yang diinginkan. Proses tersebut dapat membuat gambaran dari tiap-tiap sudut yang berbeda. Nantinya data yang sudah didapat akan diolah oleh komputer untuk dijadikan gambaran. Proses pengambilan gambar ini disebut dengan cross-section imaging. Proses ini akan diulang terus-menerus hingga mendapatkan beberapa potongan yang dibutuhkan. Nantinya komputer akan mengumpulkan dan menumpuk potongan gambar tersebut secara berurutan dan menghasilkan gambaran detail dari organ tubuh, tulang atau pembuluh darah. [su_youtube url=”https://www.youtube.com/watch?v=l9swbAtRRbg”] Lalu bagaimana proses CT Scan? Biasanya proses CT Scan ini dilakukan di Rumah sakit atau klinik spesialis radiologi. Dokter mungkin akan meminta pasien untuk tidak makan atau minum beberapa jam sebelum tes dimulai. Sang pasien juga diminta untuk menggunakan pakaian khusus yang sudah disediakan oleh rumah sakit dan juga melepas beberapa benda yang mengandung metal seperti perhiasan, kacamata, jam tangan dan sebagainya. Proses ini akan dibantu oleh radiografer. Radiografer ini merupakan petugas dan teknisi profesional yang berurusan dengan prosedur dan mesin x-ray untuk membantu mendiagnosa keadaan pasien. Pada saat tes dimulai, biasanya pasien diminta untuk berbaring diatas meja khusus yang berada di dalam mesin CT, yang berbentuk seperti donat. Bersamaan dengan bergeraknya meja melalui pemindai, sinar X-ray ini akan berputar di sekeliling tubuh dan membuat potongan-potongan gambar dari bagian tubuh tersebut. Karena sedikit gerakan dapat membuat hasil gambar menjadi kabur, maka pasien diminta untuk tetap tenang selama proses pemindaian berlangsung. Lama dari proses CT Scan ini bergantung dari organ apa yang menjadi objek. Proses ini bisa selesai dalam waktu beberapa menit hingga setengah jam. Dan pada umumnya setelah proses selesai maka pasien dalam pulang pada hari itu juga Apa tujuan dari proses CT Scan ini? Tujuan dan fungsi dari pengguaan CT Scan ini ada banyak sekali. Beberapa diantaranya adalah : CT Scan ini dalam mendiagnosa masalah tulang ataupun sendi, seperti patah tulang yang rumit dan tumor Digunakan untuk mengecek, menemukan dan mengawasi kondisi kesehatan seperti kanker, penyakit jantung, emfisema dan lainnya. Mendiagnosa dan mengecek luka dan pendarahan internal Digunakan sebagai panduan untuk membuat rancangan perawatan dan prosedur, seperti biopsi, operasi dan terapi radiasi Penggunaan Kontras Pada CT Scan Di dalam CT Scan, zat atau organ yang padat seperti tulang akan mudah tampil pada gambaran akhir. Tetapi jaringan lembut tidak tergambarkan dengan jelas, seperti gambar kabur. Untuk membantu memudahkan hasil gambaran pada jaringan tersebut, maka dibutuhkan zat khusus yang disebut dengan material kontras. Material ini akan menghalangi sinar x-ray dan akan tampil putih pada hasil, menyoroti bagian seperti pembuluh darah, organ dan struktur lainnya. Material Kontras ini biasanya terbuat dari iodin atau barium sulfat. Kontras ini akan diberikan dan dimasukkan ke dalam tubuh pasien melalui beberapa cara yaitu : Suntik : Material kontras ini langsung di suntikan melalui pembuluh darah. Metode ini digunakan untuk membantu pembuluh darah, saluran kemih, hati atau kantong empedu agar terlihat pada hasil scan Minum : Meminum material kontras dapat membantu meningkatkan kualitas gambaran untuk saluran pencernaan di hasil scan Enema : Metode ini digunakan sang dokter membutuhkan hasil scan usus Setelah proses CT Scan selesai, pasien akan diminta meminum banyak air untuk membantu ginjal membuang material kontras dari dalam tubuh. Resiko dari CT Scan CT Scan ini menggunakan sinar X-ray yang menghasilkan ionizing radiation atau radiasi pengion. Penelitian membuktikan bahwa tipe radiasi ini dapat menyebabkan kerusakan pada DNA manusia dan dapat mengakibatkan kanker. Tetapi resikonya sangat kecil, resiko teridapnya kanker fatal dari efek CT Scan sekitar 1 banding 2000. Namun efek dari radiasi tersebut dapat terakumulasi seumur hidup. Jadi resiko kanker akan semakin bertambah setiap melakukan CT Scan. Radiasi ini dapat mengakibatkan efek yang lebih berbahaya kepada anak-anak karena mereka masih dalam masa pertumbuhan. Diskusikan sebelumnya dengan dokter untuk penyesuaian konfigurasi mesin CT Scan pada anak-anak. Untuk Ibu yang sedang mengandung juga diwajibkan untuk melaporkan kondisinya kepada dokter atau perawat yang bertugas. Jika daerah yang ingin discan merupakan daerah perut, pastikan dengan dokter apakah perlu pemeriksaan menggunakan radiasi. Apakah ada efek samping dari CT Scan? Beberapa orang memiliki alergi terhadap material kontras. Sebagian besar dari efeknya biasanya hanya reaksi ringan. Reaksi ini berupa gatal – gatal dan ruam. Namun pada kasus yang sangat jarang, kontras ini dapat memberikan reaksi yang dapat membahayakan tubuh. Biasanya untuk alasan kesehatan, penyedia kesehatan CT scan ini akan memonitor keadaan pasien setelah melakukan ct scan. Pasien wajib untuk memberitahu dokter apakah dia memiliki alergi untuk obat-obatan, makanan laut atau iodin. Pasien juga wajib memberitahu dokter jika mereka memiliki diabetes dan sedang mengkonsumsi obat metformin. Dokter nantinya akan menginformasikan apakah sang pasien dapat mengkonsumsi metformin sebelum atau sesudah pemeriksaan. Efek samping yang sangat jarang juga, material kontrol ini juga dapat menyebabkan masalah ginjal. Sang pasien juga harus memberitahu apakah mereka mempunyai masalah ginjal sebelumnya. https://www.nhs.uk/conditions/ct-scan/ https://www.medicalnewstoday.com/articles/153201.php https://www.webmd.com/cancer/what-is-a-ct-scan https://www.encyclopedia.com/caregiving/dictionaries-thesauruses-pictures-and-press-releases/cross-sectional-imaging https://healthtimes.com.au/hub/medical-imaging/10/guidance/nc1/what-is-a-radiographer/590/
Apa itu MRI? MRI atau Magnetic Resonance Imaging, merupakan jenis pemeriksaan non-invasive yang digunakan untuk mendiagnosa kondisi kesehatan pasien. MRI menggunakan magnet yang kuat, gelombang radio dan teknologi komputer untuk membentuk gambaran detail mengenai organ tubuh, jaringan lunak, tulang dan secara virtual bagian dalam tubuh lainnya. MRI ini tidak menggunakan radiasi pengion (ionizing radiation) atau teknologi x-ray sehingga lebih aman dan jauh dari efek samping.
Apa itu Pacemaker? Pacemaker atau alat pacu jantung merupakan alat yang berukuran kecil yang dipasang di dada atau perut untuk membantu mengatur ritme jantung yang tidak normal. Alat ini terdapat komponen yang dapat membaca kondisi jantung dan membantu memberikan denyut buatan ketika dibutuhkan. Pacemaker digunakan untuk mengatasi gejala aritmia (arrhythmia). Aritmia merupakan masalah jantung yang berhubungan dengan tingkat dan ritme dari detak jantung. Ketika aritmia terjadi, jatung dapat berdetak lebih cepat, lebih lambat atau bahkan dengan ritme yang tidak beraturan. Detak jantung yang terlalu cepat disebut dengan takikardia (Tachycardia), detak jantung yang terlalu lambat disebut dengan bradikardia (Bradycardia) dan detak jantung yang tidak beraturan disebut dengan Atrial fibrillation. Pada saat gejala aritmia terjadi, jatung mungkin tidak dapat memompa cukup darah ke seluruh tubuh. Hal ini dapat menyebabkan gejala seperti kelelahan, nafas yang pendek atau bahkan tidak sadarkan diri (pingsan). Aritmia yang kronis dapat merusak organ tubuh yang vital hingga kematian. Jenis dan Tipe Pacemaker Penggunaan dari jenis dan tipe pacemaker ini bergantung kepada gejala yang terjadi dan kondisi jantung si pasien ini. Setelah hasil pemeriksaan jantung selesai, dokter akan melakukan rekomendasi jenis dan tipe pacemaker yang dibutuhkan oleh pasien. Jenis dan tipe pacemaker tersebut merupakan : Single-Chamber Pacemaker Tipe pacemaker ini hanya dipasangkan untuk salah satu bilik jantung, atrium (bilik atas jantung) kanan atau verticles (bilik bawah jantung) kanan. Dual-Chamber Pacemaker Tipe pacemaker ini dipasangkan di kedua bilik jantung yaitu atrium kanan dan verticles kanan. Biventricular pacemaker Tipe pacemaker ini digunakan untuk Cardiac Resynchronization Therapy (CRT) yang biasanya untuk membantu mengatur ritme jantung dan gejala aritmia. Pemasangan lead untuk pacemaker ini biasanya dipasangkan di tiga tempat yaitu, Salah satu bilik jantung atas (atrium kanan), dan kedua verticles jantung Struktur dari Pacemaker Pada umumnya struktur dari artificial pacemaker ini terdiri dari leads dan pulse generator. Struktur pacemaker ini dapat dijabarkan seperti yang ada di bawah ini : Leads Leads merupakan komponen berbentuk kabel yang dipasangkan ke dalam bilik jantung, berfungsi sebagai sensor yang mengirim informasi dan yang menstimulasi timbal-balik dari informasi yang dikirimkan dari pulse generator ke dinding jantung. Di dalam leads ini terdapat komponen yang memiliki fungsi masing-masing, yaitu elektroda dan pengait. Elektroda ini berfungsi sebagai pengirim informasi ke komputer pulse generator dan memberikan stimulan dari pulse generator ke jantung. Pengait ini berfungsi agar ujung dari leads ini agar tetap berada di tempat yang dibutuhkan. Pulse Generator Pulse generator merupakan komponen yang bekerja untuk memproses informasi dan memberikan timbal-balik atas informasi yang didapat dari jantung. Pulse generator ini sendiri terdiri dari gabungan beberapa komponen seperti peti pacemaker, komputer/prosesor kecil dan baterai yang masing-masing memiliki fungsi tersendiri. Peti pacemaker berfungsi sebagai tempat dimana komputer kecil dan baterai diletakkan. Komputer kecil berfungsi sebagai pengolah informasi dan membuat feedback yang dikirimkan ke jantung melalui leads. Baterai sebagai sumber tenaga agar komponen yang membutuhkan tenaga listrik dapat bekerja. Cara Kerja Pacemaker Pada dasarnya, seluruh makhluk hidup memiliki ‘pacemaker’ biologis yang disebut dengan sinoatrial (SA) node atau sinus node. Sinus node ini sendiri merupakan kumpulan kecil dari sel-sel khusus yang berada di bagian bilik kanan atas jantung. Sinus node ini memproduksi sinyal kejut yang berguna untuk membuat jantung berdetak. Bilik jantung akan melakukan kontraksi ketika sinyal kejut melewati bilik tersebut. Sinyal kejut yang dikirimkan ke daerah verticles atau bilik jantung bagian bawah harus melalui jalur khusus agar jantung dapat bekerja dengan baik. Ketika ‘pacemaker’ biologis ini bermasalah, jantung dapat berdetak terlalu cepat, terlalu lambat atau bahkan berdetak yang tidak beraturan. Jika kondisi jantung sudah tidak normal, maka dibutuhkan bantuan pacemaker atau alat pacu jantung. Komponen pacemaker buatan yang disebut dengan lead akan dimasukkan ke dalam jantung dan diposisikan di daerah bilik atrium kanan jantung. Setelah itu lead ini akan disambungkan ke pulse generator atau pembuat denyut. Lead ini terdapat elektroda yang nantinya akan menjadi pemancing atau pemberi sinyal denyut dari pacemaker ke jantung. Efek Penggunaan Pacemaker Pada Kehidupan Sehari-Hari Setelah pacemaker sudah dipasangkan ke dalam tubuh, sang pasien harus mengatur atau menghindari penggunaan peralatan elektronik karena peralatan elektronik dapat mengganggu kinerja pacemaker. Beberapa peratalan elektronik tersebut seperti : Handphone Peralatan rumah tangga seperti oven Menara Sutet, Kabel listrik bertegangan tinggi Pendeteksi metal Mesin Las Mesin generator listrik Kesimpulan Pacemaker atau alat pacu jantung, merupakan alat kecil yang dipasangkan di bagian dada dan dikoneksikan ke dalam jantung yang membantu kondisi detak jantung yang bermasalah. Pacemaker ini terdiri dari dua komponen utama, leads dan pulse generator. Pacemaker bekerja sesuai dengan informasi yang diterima ke dalam pulse generator melalui lead, lalu mengirimkan sinyal listrik kembali ke elektroda di ujung lead ke dinding jantung. Setelah pemasangan pacemaker, pasien diwajibkan untuk mengatur atau menghindari penggunaan barang-barang elektronik atau barang-barang yang bisa mempengaruhi kinerja pacemaker. SUMBER : https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/pacemakers https://www.youtube.com/watch?v=a5HI2-AVQJs https://www.youtube.com/watch?v=SMXBR_YFocs https://www.dicardiology.com/article/new-pacemaker-technologies https://www.bhf.org.uk/informationsupport/heart-matters-magazine/medical/how-does-a-pacemaker-work https://medical-dictionary.thefreedictionary.com/lead http://www.bostonscientific.com/en-US/patients/about-your-device/pacemakers/how-pacemakers-work.html https://stanfordhealthcare.org/medical-treatments/p/pacemaker/types.html https://www.sciencedirect.com/topics/nursing-and-health-professions/single-chamber-pacemaker https://health.clevelandclinic.org/pacemakers-defibrillators-save-lives-in-different-ways-video/ https://thephysiologist.org/pacing/pacemaker-components/ https://www.medicinenet.com/pacemaker/article.htm
Apa itu ginjal? Ginjal merupakan organ tubuh di dalam tubuh yang berbentuk seperti kacang dengan ukuran sekitar segumpalan tangan manusia. Ginjal berada persis dibawah tulang rusuk. Pada umumnya, manusia lahir dengan 2 ginjal. Namun ada kondisi dimana manusia terlahir dengan satu ginjal yang disebut dengan renal agenesis. Lalu ada kondisi dimana manusia yang terlahir dengan dua ginjal namun hanya satu yang bekerja disebut dengan kidney dysplasia. Ginjal yang sehat akan memproses sekitar setengah gelas darah setiap menitnya, menyaring dan membuang kotoran dan air yang nantinya akan menjadi urin. Urin ini akan mengalir dari ginjal ke dalam kandung kemih untuk disimpan sementara melalui dua ureter (jalur kecil yang terbentuk dari otot). Ginjal, ureter dan kandung kemih merupakan bagian dari sistem saluran kemih. Lalu apa fungsi ginjal? Ginjal manusia berfungsi untuk membuang kotoran dan cairan yang berlebih dari dalam tubuh. Ginjal juga membuang asam yang diproduksi oleh sel tubuh dan menjaga keseimbangan cairan tubuh yang sehat, garam dan mineral seperti sodium, kalsium, fosfor dan potasium dari dalam darah. Ketidakseimbangan dari cairan tubuh, garal dan mineral ini dapat mempengaruhi fungsi dari syaraf, otot dan jaringan lainnya di dalam tubuh. Ginjal juga membuat hormon yang dapat membantu mengatur tekanan darah, memproduksi sel darah merah dan menjaga tulang tetap kuat dan sehat. Bagaimana cara kerja Ginjal Ginjal terdiri dari jutaan unit penyaring yang disebut dengan nefron (nephrons). Tiap-tiap nefron terdapat penyaring yang disebut dengan glomerulus dan sebuah tubule. Nefron ini bekerja melalui dua proses, glomerulus menyaring darah dan tubule mengembalikan zat yang dibutuhkan tubuh kembali ke darah dan membuang kotoran. Glomerulus menyaring darah Ketika darah mengalir ke tiap-tiap nefron, darah akan memasuki komplek atau klaster pembuluh darah kecil, yaitu glomerulus. Dinding-dinding kecil glomerulus akan menyaring molekul kecil, kotoran dan cairan (yang sebagian besar merupakan air) yang nantinya akan dimasukan ke dalam tubule. Molekul yang lebih besar, seperti protein dan sel darah, akan tetap berada di dalam pembuluh darah. Tubule mengembalikan zat yang dibutuhkan tubuh kembali ke dalam darah dan membuang kotoran. Pembuluh darah bergerak bersamaan dengan tubule. Pada saat cairan yang telah disaring bergerak melalui tubule, pembuluh darah akan menyerap kembali bagian besar dari air, bersamaan dengan mineral dan zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Tubule membantu membuang asam yang berlebih dari darah. Cairan dan kotoran sisanya yang berada di dalam tubule akan menjadi urin. Lalu bagaimana cara darah mengalir melalui ginjal? Darah akan mengalir ke dalam ginjal melalui pembuluh darah renal. Pembuluh darah yang besar ini akan bercabang menjadi pembuluh darah yang lebih kecil sampai darah mencapai ke nefron. Di dalam nefron, darah ini akan disaring dengan pembuluh darah kecil dari glomerulus dan mengalir keluar melalui pembuluh darah renal. Darah akan mengalir ke dalam ginjal beberapa kali dalam sehari. Dalam sehari, ginjal manusia menyaring sekitar 150 liter darah. Sebagian besar dari cairan dan zat lainnya yang tersaring oleh glomerulus akan dikembalikan ke dalam darah melalui tubule. Hanya sekitar 1 sampai 2 liter yang akan menjadi urin. Cara menjaga kesehatan ginjal Ginjal merupakan organ penting dalam kelangsungan hidup. Karena ginjal bekerja selama 24/7, maka ginjal rentan terhadap penyakit-penyakit. Untuk menghindari penyakit yang dapat menyerang ginjal, ada beberapa cara yang dapat kita lakukan seperti : Menjaga kebutuhan cairan dalam tubuh Salahs satu fungsi ginjal merupakan untuk menyaring darah dan membuang kotoran dalam bentuk urin. Urin ini terdiri dari kotoran dan cairan berlebih yang tidak dibutuhkan oleh tubuh. Jika asupan cairan dalam tubuh tercukupi, maka aliran atau proses yang terjadi di dalam ginjal akan baik. Kekurangan cairan dalam tubuh dapat menyebabkan berbagai penyakit mulai dari batu ginjal hingga infeksi saluran kencing. Jaga pola makan Cara menjaga kesehatan ginjal yang satu ini merupakan cara ampuh yang bisa Anda coba. Pilihlah makanan seperti buah-buahan, sayur-sayuran yang di tanam dengan tanpa pupuk kimia (organik) serta jauhilah makanan olahan, kurangi konsumsi garam berlebih, serta konsumsilah ikan atau daging putih tanpa lemak. Perlu diketahui, terlalu banyak mengonsumsi makanan asin dapat mengganggu keseimbangan mineral dalam darah. Pada akhirnya, hal ini dapat memperberat kerja ginjal dan mengganggu fungsi bagian ginjal. Terlalu banyak garam bisa membuat seseorang lebih cepat merasa haus dan juga kembung. Keluarnya urine yang lebih sedikit dari biasanya juga bisa disebabkan oleh tingginya kadar garam yang dikonsumsi. Rutin berolahraga Olahraga tidak hanya untuk meningkatkan tenaga dan stamina, tetapi juga dapat mempengaruhi aktivitas yang dilakukan oleh organ tubuh. Hindari dan jaga konsumsi sembarang vitamin/suplemen Efek dari suplemen dalam kesehatan ginjal bergantung pada masalah kesehatan ginjal tiap-tiap individu. Tetapi menurut penelitian, ada beberapa jenis suplemen yang dapat merusak fungsi ginjal seperti kromium, creatine, akar manis, kulit pohon dedalu dan vitamin c. Berhenti dan hindari rokok Penggunaan rokok dapat mempengaruhi banyak organ tubuh. Rokok dapat mempengaruhi efek dari obat yang mengatur tekanan darah dalam tubuh. Tekanan darah yang tidak baik dan tidak terkontrol dapat menyebabkan penyakit ginjal. Merokok juga dapat memperlambat aliran darah ke organ penting seperti ginjal sehingga dapat membuat penyakit ginjal semakin parah. Lakukan pemeriksaan ginjal Tidak ada salahnya untuk melakukan pencegahan penyakit. Terutama ketika memiliki faktor-faktor yang dapat menyebabkan penyakit ginjal kronis, disarankan untuk melakukan pemeriksaan setiap 2 tahun sekali. Dan jika memiliki diabetes disarankan untuk melakukan pemeriksaan setahun sekali. SUMBER : https://www.niddk.nih.gov/health-information/kidney-disease/kidneys-how-they-work https://www.webmd.com/kidney-stones/picture-of-the-kidneys https://www.kidney.org/atoz/content/onekidney https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/cara-menjaga-kesehatan-ginjal/ https://doktersehat.com/9-tips-cara-menjaga-kesehatan-ginjal-anda/ https://www.consumerlab.com/answers/can-taking-a-lot-of-supplements-really-damage-the-kidneys/supplements_kidney_disease/ https://www.kidney.org/atoz/content/smoking
