Ginjal, Filter Darah Biologis

Apa itu ginjal?

Ginjal merupakan organ tubuh di dalam tubuh yang berbentuk seperti kacang dengan ukuran sekitar segumpalan tangan manusia. Ginjal berada persis dibawah tulang rusuk. Pada umumnya, manusia lahir dengan 2 ginjal. Namun ada kondisi dimana manusia terlahir dengan satu ginjal yang disebut dengan renal agenesis. Lalu ada kondisi dimana manusia yang terlahir dengan dua ginjal namun hanya satu yang bekerja disebut dengan kidney dysplasia.

Ginjal yang sehat akan memproses sekitar setengah gelas darah setiap menitnya, menyaring dan membuang kotoran dan air yang nantinya akan menjadi urin. Urin ini akan mengalir dari ginjal ke dalam kandung kemih untuk disimpan sementara melalui dua ureter (jalur kecil yang terbentuk dari otot). Ginjal, ureter dan kandung kemih merupakan bagian dari sistem saluran kemih.

diagram-ginjal

Sistem Saluran Kemih | homehealth-uk.com

Lalu apa fungsi ginjal?

Ginjal manusia berfungsi untuk membuang kotoran dan cairan yang berlebih dari dalam tubuh. Ginjal juga membuang asam yang diproduksi oleh sel tubuh dan menjaga keseimbangan cairan tubuh yang sehat, garam dan mineral seperti sodium, kalsium, fosfor dan potasium dari dalam darah.

Ketidakseimbangan dari cairan tubuh, garal dan mineral ini dapat mempengaruhi fungsi dari syaraf, otot dan jaringan lainnya di dalam tubuh. Ginjal juga membuat hormon yang dapat membantu mengatur tekanan darah, memproduksi sel darah merah dan menjaga tulang tetap kuat dan sehat.

Bagaimana cara kerja Ginjal

Ginjal terdiri dari jutaan unit penyaring yang disebut dengan nefron (nephrons). Tiap-tiap nefron terdapat penyaring yang disebut dengan glomerulus dan sebuah tubule. Nefron ini bekerja melalui dua proses, glomerulus menyaring darah dan tubule mengembalikan zat yang dibutuhkan tubuh kembali ke darah dan membuang kotoran.

  • Glomerulus menyaring darah
    Ketika darah mengalir ke tiap-tiap nefron, darah akan memasuki komplek atau klaster pembuluh darah kecil, yaitu glomerulus. Dinding-dinding kecil glomerulus akan menyaring molekul kecil, kotoran dan cairan (yang sebagian besar merupakan air) yang nantinya akan dimasukan ke dalam tubule. Molekul yang lebih besar, seperti protein dan sel darah, akan tetap berada di dalam pembuluh darah.
  • Tubule mengembalikan zat yang dibutuhkan tubuh kembali ke dalam darah dan membuang kotoran.
    Pembuluh darah bergerak bersamaan dengan tubule. Pada saat cairan yang telah disaring bergerak melalui tubule, pembuluh darah akan menyerap kembali bagian besar dari air, bersamaan dengan mineral dan zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Tubule membantu membuang asam yang berlebih dari darah. Cairan dan kotoran sisanya yang berada di dalam tubule akan menjadi urin.

Sistem yang ada di dalam Ginjal | Anatomy & Physiology, Connexions Web site. http://cnx.org/content/col11496/1.6/, Jun 19, 2013.

Lalu bagaimana cara darah mengalir melalui ginjal?

Darah akan mengalir ke dalam ginjal melalui pembuluh darah renal. Pembuluh darah yang besar ini akan bercabang menjadi pembuluh darah yang lebih kecil sampai darah mencapai ke nefron. Di dalam nefron, darah ini akan disaring dengan pembuluh darah kecil dari glomerulus dan mengalir keluar melalui pembuluh darah renal.

Baca Juga :  Vital Sign Monitor, Pendeteksi Tanda-Tanda Vital

Darah akan mengalir ke dalam ginjal beberapa kali dalam sehari. Dalam sehari, ginjal manusia menyaring sekitar 150 liter darah. Sebagian besar dari cairan dan zat lainnya yang tersaring oleh glomerulus akan dikembalikan ke dalam darah melalui tubule. Hanya sekitar 1 sampai 2 liter yang akan menjadi urin.

Cara menjaga kesehatan ginjal

Ginjal merupakan organ penting dalam kelangsungan hidup. Karena ginjal bekerja selama 24/7, maka ginjal rentan terhadap penyakit-penyakit. Untuk menghindari penyakit yang dapat menyerang ginjal, ada beberapa cara yang dapat kita lakukan seperti :

  • Menjaga kebutuhan cairan dalam tubuh
    Salahs satu fungsi ginjal merupakan untuk menyaring darah dan membuang kotoran dalam bentuk urin. Urin ini terdiri dari kotoran dan cairan berlebih yang tidak dibutuhkan oleh tubuh. Jika asupan cairan dalam tubuh tercukupi, maka aliran atau proses yang terjadi di dalam ginjal akan baik. Kekurangan cairan dalam tubuh dapat menyebabkan berbagai penyakit mulai dari batu ginjal hingga infeksi saluran kencing.
  • Jaga pola makan
    Cara menjaga kesehatan ginjal yang satu ini merupakan cara ampuh yang bisa Anda coba. Pilihlah makanan seperti buah-buahan, sayur-sayuran yang di tanam dengan tanpa pupuk kimia (organik) serta jauhilah makanan olahan, kurangi konsumsi garam berlebih, serta konsumsilah ikan atau daging putih tanpa lemak.

    Menjaga Pola Makan | Pexels.com

    Perlu diketahui, terlalu banyak mengonsumsi makanan asin dapat mengganggu keseimbangan mineral dalam darah. Pada akhirnya, hal ini dapat memperberat kerja ginjal dan mengganggu fungsi bagian ginjal. Terlalu banyak garam bisa membuat seseorang lebih cepat merasa haus dan juga kembung. Keluarnya urine yang lebih sedikit dari biasanya juga bisa disebabkan oleh tingginya kadar garam yang dikonsumsi.

  • Rutin berolahraga
    Olahraga tidak hanya untuk meningkatkan tenaga dan stamina, tetapi juga dapat mempengaruhi aktivitas yang dilakukan oleh organ tubuh.
  • Hindari dan jaga konsumsi sembarang vitamin/suplemen
    Efek dari suplemen dalam kesehatan ginjal bergantung pada masalah kesehatan ginjal tiap-tiap individu. Tetapi menurut penelitian, ada beberapa jenis suplemen yang dapat merusak fungsi ginjal seperti kromium, creatine, akar manis, kulit pohon dedalu dan vitamin c.
  • Berhenti dan hindari rokok
    Penggunaan rokok dapat mempengaruhi banyak organ tubuh. Rokok dapat mempengaruhi efek dari obat yang mengatur tekanan darah dalam tubuh. Tekanan darah yang tidak baik dan tidak terkontrol dapat menyebabkan penyakit ginjal. Merokok juga dapat memperlambat aliran darah ke organ penting seperti ginjal sehingga dapat membuat penyakit ginjal semakin parah.
  • Lakukan pemeriksaan ginjal
    Tidak ada salahnya untuk melakukan pencegahan penyakit. Terutama ketika memiliki faktor-faktor yang dapat menyebabkan penyakit ginjal kronis, disarankan untuk melakukan pemeriksaan setiap 2 tahun sekali. Dan jika memiliki diabetes disarankan untuk melakukan pemeriksaan setahun sekali.

 

SUMBER :