Apa itu Air Purifier? Secara mudah Air Purifier dapat dijelaskan dengan menterjemahkan arti katanya. Air berarti Udara dan Purifier merupakan Alat Pembersih. Maka secara harafiah Air Purifier adalah Alat Pembersih Udara. Mengapa Kita Butuh Air Purifier ? Berdasarkan penelitian dari lembaga pemerhati lingkungan Amerika Serikat, Environmental Protection Agency (EPA), polusi udara merupakan satu dari lima penyebab buruknya kondisi udara yang dapat mengakibatkan penurunan tingkat kesehatan pada manusia. Kualitas udara yang buruk juga dapat menjadi faktor dalam penyebaran penyakit-penyakit. Mulai dari flu, cacar, TBC (tuberkulosis) dan sebagainya. Kondisi inilah yang dapat menjadi alasan mengapa Air Purifier dibutuhkan. Cara Kerja Air Purifier Air Purifier memiliki konsep cara kerja yang cukup sederhana. Ketika diaktifkan, Air Purifier akan menghisap udara ke dalam dan melewati filter sehingga komponen-komponen seperti debu, asap hingga komponen berbahaya seperti bakteri ataupun virus bisa terjebak dan dihilangkan ketika air tersebut dikeluarkan dan disebar kembali. Proses tersebut akan terus diulang-ulang selama Air Purifier aktif sehingga dapat menjamin kualitas udara di ruangan lebih sehat dan terjaga. Untuk lebih lengkapnya, simak penjelasan cara kerja Air Purifier pada video dibawah ini : [su_youtube url=”https://www.youtube.com/watch?v=iQU3uLcL3SA” mute=”yes”] Kelebihan dan Manfaat dari Air Purifier Ada beberapa kelebihan dan manfaat dari Air Purifier yang dapat kita nikmati secara langsung. Kelebihan dan manfaat tersebut diantaranya : Menghilangkan Virus dan Bakteri di Udara Merupakan salah satu manfaat dari Air Purifier yang telah diuji oleh badan Retroscreen Virology dengan cara memasukan virus ke dalam sebuah kotak tertutup beserta Air Purifier dan dihitung aktivitas udara yang ada di dalam kotak tersebut. Menghilangkan Aroma yang Tidak Sedap Aroma tidak sedap dapat berasal dari apa saja. Makanan, rokok, hewan peliharaan dan contoh-contoh lainnya. Air Purifier terbukti menghilangkan aroma yang tidak sedap berdasarkan pengujian yang dilakukan oleh Japan Spinners Inspecting Foundation. Mengurangi Kadar Karbon Dioksida dari dalam Ruangan Manusia akan menghirup oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida, sesuai dengan dasar ilmu biologi. Pada ruangan tertutup, terutama jika ruangan tersebut tidak ada akses peredaran udara yang baik, dapat membahayakan manusia yang ada di dalam ruangan tersebut. Air Purifier dapat mengurangi kadar Karbon Dioksida yang ada di dalam ruangan. [su_youtube url=”https://www.youtube.com/watch?v=RzNrvN82Znc” mute=”yes”] Teknologi Plasma Air Purifier Teknologi Plasma Air Purifier bekerja dengan memancarkan ion positif dan ion negatif. Ion-ion tersebut memiliki struktur yang sama dengan air, yang dapat memisahkan dan menggabungkan partikel berbahaya. Ketika partikel ion tersebut menyatu dengan zat berbahaya, mereka akan terjebak di dalam plasma filter, yang secara efektif membersihkan mereka dari udara yang berhembus keluar dari alat. Teknologi plasma ini merupakan solusi terbaik karena memiliki prinsip low-cost, low-maintenance, yang berarti teknologi ini tidak sering membutuhkan pergantian filter seperti pada filter umumnya. Perkenalkan WULUTE PLASMA AIR PURIFIER, Air Purifier Distribusi PT. Bintang Sarana Medika. Air Purifier Wulute asal Korea ini sudah memiliki KC (Korea Certification) dan terjamin dalam menjaga kualitas udara di dalam ruangan. [su_table alternate=”no”] [/su_table] Untuk informasi lebih lanjut hubungi kami Via WhatsApp (0812-1339-0600 – Sales) Atau Email di [email protected] SUMBER : http://aerate.in/blog/plasma-air-purifier/ https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3382390/ https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23074468 https://www.goodhousekeeping.com/appliances/air-purifier-reviews/a25252001/do-air-purifiers-work/ https://www.hvac.com/blog/air-purifiers-work-benefits-owning-one/ https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/manfaat-air-purifier-untuk-kesehatan/ https://www.jenreviews.com/air-purifier/
Category: Blog
Apa Itu Coronavirus? Seperti yang diberitakan media berita internasional, saat ini sedang terjadi wabah coronavirus. Lalu apa itu Coronavirus? Coronavirus atau dalam bahasa indonesia disebut dengan Virus Korona, merupakan keluarga virus yang dikenal memiliki strain (variasi genetik dalam mikroorganisme) yang dapat menyebabkan penyakit yang berbahaya pada mamalia dan burung. Penyebaran pada manusia biasanya disebarkan melalui partikel cairan yang berterbangan di udara yang diproduksi oleh individu yang terjangkit penyakit tersebut. Virus Korona yang sedang mewabah di negara cina dan beberapa negara merupakan salah satu strain Novel Corona (2019-nCoV) yang langka dan berbahaya. Contoh strain yang berbahaya diantaranya strain SARS-CoV (Severe Acute Respiratory Syndrome) yang juga awal terjadi di negara Cina dan MERS-CoV (Middle East Respiratory Syndrome) yang terjadi di Arab Saudi. Gejala-Gejala Virus Korona Gejala Virus Korona, terutama strain Novel Corona (2019-nCoV) menurut laporan dari badan kesehatan dunia bervariasi. Mulai dari yang benar-benar tidak terlihat sampai dengan yang benar-benar parah. Gejala-gejala tersebut dapat diantaranya : Demam Batuk-batuk Sesak Nafas Jika pembaca mengalami gejala tersebut dimohon untuk segerakan memeriksakan diri ke pusat kesehatan atau rumah sakit terdekat. Langkah Pencegahan Penyebaran Wabah Virus Korona Pada umumnya langkah pencegahan ini dapat dilakukan pada segala jenis wabah. Dikutip dari halaman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), berikut beberapa langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan : Kerap bersihkan tangan dengan menggunakan sabun dan air atau dengan pembersih tangan berbasis alkohol. Tutup mulut dan hidung dengan siku yang tertekuk atau dengan tisu ketika batuk atau bersin, buang tisu ke tempat sampah segera dan cuci tangan yang bersih. Hindari kontak dekat dengan orang-orang yang sedang batuk atau demam Jika kamu sedang demam, batuk atau mengalami sesak nafas segerakan untuk memeriksakan diri ke pusat kesehatan terdekat dan menyampaikan riwayat perjalanan sebelumnya Ketika mengunjungi pasar hewan di area yang sedang mengalami wabah virus korona, hindari kontak langsung dengan hewan yang hidup dan sudah diolah. Hindari memakan makanan yang mentah atau kurang matang. Daging mentah, susu atau organ hewan harus disiapkan dengan hati-hati, untuk menghindari cross-contamination dengan makanan yang tidak dimasak, sesuai dengan standar kesehatan makanan. Langkah Pemerintah Indonesia pada Wabah Virus Korona Wabah Coronavirus ini ditetapkan sebagai Situasi Darurat Kesehatan Internasional, dan mungkin jika terus berlanjut akan ditetapkan sebagai pandemi. Pemerintah Indonesia pun terus mengawasi dan memberlakukan beberapa langkah-langkah penting dalam pencegahan penyebaran wabah coronavirus ini. Langkah-langkah tersebut diantaranya : Melarang Maskapai Nasional terbang ke Wuhan Larangan ini disampaikan oleh Dirjen Perhubungan Udara Polana B Pramesti pada Jum’at, 24 Januari 2020. Saat ini ada dua maskapai nasional yang memiliki rute ke wuhan, yaitu Sriwijaya Air dan Lion Air Memperketat Pemeriksaan Kesehatan di Bandara Pemerintah memberlakukan pengencekan kesehatan secara masif menggunakan thermal scanner di pintu kedatangan bandara. Menyiapkan Tempat Parkir Pesawat Khusus Kemenkes bekerja sama dengan PT. Angkasa Pura menyiapkan tempat parkir pesawat khusus jika ada pesawat yang terindikasi membawa sesuatu yang tidak sehat. Menjaga 135 Pintu Masuk ke Indonesia 135 Pintu masuk ke indonesia sudah dijaga penuh selama 24 jam sesuai dengan instruksi kementerian kesehatan Menyediakan Satu Transportasi Kapsul Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta Anas Maruf mengatakan, pihaknya telah menyediakan satu alat evakuasi berupa kapsul. Ikatan Doktor Indonesia (IDI) juga ikut membantu dalam antisipasi dan pencegahan wabah virus korona ini dengan membentuk sekitar 434 posko-posko darurat pada tiap-tiap cabang IDI di seluruh Indonesia. Bagi Warga DKI Jakarta yang ingin melaporkan mengenai virus korona ini dapat menghubungi hotline kemenkes 24 jam di nomor 0813-8837-6955. Pencegahan ini juga dapat dibantu dengan menggunakan air purifier. PT. Bintang Sarana Medika juga menjual air purifier yang berkualitas dan sudah tersertifikasi KC dan CE Certified yaitu WULUTE TB-300 PLASMA AIR PURIFIER dan WULUTE TB-550 PLASMA AIR PURIFIER. Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut mengenai air purifier distribusi PT. Bintang Sarana Medika. SUMBER : https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019 https://www.pharmaceutical-technology.com/news/coronavirus-a-timeline-of-how-the-deadly-outbreak-evolved/ https://www.sciencealert.com/coronavirus https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/about/symptoms.html https://www.kompas.com/tren/read/2020/01/29/052900565/antisipasi-virus-corona-apa-saja-langkah-pemerintah-indonesia-?page=all http://www.economiczone.id/read/484/dinkes-dki-buka-call-center-khusus-laporan-virus-corona https://mediaindonesia.com/read/detail/286974-idi-bentuk-posko-pencegahan-virus-korona https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/air-purifier-coronavirus/
Apa itu Suction Pump? Suction Pump merupakan alat yang digunakan untuk menghisap berbagai jenis cairan. Suction Pump ini dapat ditemukan di berbagai lingkungan seperti lingkungan industri, lingkungan rumah sakit dan sebagainya. Dalam lingkungan rumah sakit atau lingkungan yang berkaitan dengan kesehatan, cairan ini dapat berupa darah, air liur, nanah, lendir atau berbagai jenis cairan yang terbentuk dari proses sekresi tubuh yang dalam kondisi tertentu perlu untuk dihilangkan atau dibersihkan. Penggunaan Suction Pump ini biasanya digunakan oleh ahli atau dokter anestesi. Para ahli dan dokter tersebut akan menggunakan alat ini jika dalam kondisi tertentu seperti pada saat operasi terdapat cairan yang dapat menghalangi proses operasi atau kondisi darurat yang membahayakan pasien. Jenis-Jenis Suction Pump Suction pump ini sendiri memiliki banyak jenis dan tipe, bergantung pada tujuan, lingkungan dan tingkat tenaga hisapnya. Namun untuk lingkungan rumah sakit dan sebagainya, jenis-jenis suction pump yang biasa digunakan dapat diperingkas seperti berikut: Manual Suction Pump Seperti namanya, Manual Suction Pump merupakan alat suction yang digunakan secara manual, tanpa menggunakan tenaga listrik atau baterai. Cara kerja alat ini umumnya menggunakan pompa tangan yang disambungkan ke tabung cairan. Jenis suction ini sudah tidak digunakan lagi oleh kebanyakan rumah sakit atau instansi medis lainnya karena hasil yang tidak dapat diprediksi dan tidak konsisten. Wall-Mounted Suction Pump Seperti namanya, Wall-Mounted Suction Pump ini merupakan jenis suction yang dipasangkan ke tembok dan terintegrasi dengan struktur bangunan. Pada umumnya suction jenis ini ada pada tempat-tempat yang dimana sang pasien tidak dalam kondisi yang perlu untuk berpindah-pindah. Portable Suction Pump Portable Suction Pump merupakan jenis suction yang menonjolkan segi mobilitas dan fleksibilitasnya. Biasanya suction jenis ini menggunakan tenaga baterai atau listrik. Alat suction ini dapat dibawah kemana saja sehingga mudah ditemukan pada lokasi-lokasi darurat, strategis dan skenario-skenario medis tertentu. Cara Kerja Suction Pump Pada dasarnya konsep kerja dari Suction Pump ini menggunakan teknologi Vacuum. Kata Vacuum ini sendiri berasal dari bahasa latin yang berarti kekosongan, yang juga dapat diartikan sebagai ruang yang sudah kosong dari partikel-partikel atom. Walaupun pada kenyataannya, ruang vakum yang sempurna itu belum ditemukan dalam sejarah ilmu pengetahuan. Bahkan di ruang angkasa masih terdapat sekitar satu partikel atom per satu sentimeter kubik. Vacuum sendiri memiliki beberapa jenis, prinsip dasar dan tujuan penggunaan yang berbeda-beda. Namun akan kita coba sederhanakan cara kerja vacuum dengan mengambil salah satu contoh jenis vacuum, yaitu vacuum yang menggunakan piston. Untuk vacuum piston ini, biasanya strukturnya terdiri dari ruang kedap udara, piston, pintu masuk, katup pintu masuk, pintu keluar dan katup pintu keluar. Posisi piston berada pada ruang kedap udara, maka ketika piston tersebut bergerak maka akan terjadi perubahan tekanan yang ada di ruangan tersebut. Pada awal piston bergerak, katup pintu masuk akan terbuka dan katup pintu keluar akan tertutup, menghasilkan tekanan dan material yang ada di depan pintu masuk akan memenuhi ruang kedap udara. Selanjutnya piston akan kembali ke posisi semula, katup pintu masuk akan tertutup dan katup pintu keluar akan terbuka, dan membuat isi materi yang ada di dalam ruang keluar melalui pintu keluar. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat di illustrasi seperti berikut : [su_youtube url=”https://www.youtube.com/watch?v=TyxpAjvehOQ”] Fungsi Suction Pump Fungsi dari Suction Pump ini sangatlah beragam. Hampir semua skenario operasi, dan juga skenario non operasi, membutuhkan alat ini. Tanpa alat ini maka prosedur tersebut bisa mengalami masalah atau bahkan membahayakan pasien. Fungsi-fungsi tersebut diantaranya : Untuk menghisap darah dari area operasi untuk memberikan kemudahan dokter operasi Untuk menghisap nanah dari area abses Untuk menghisap kelebihan cairan Untuk membersihkan puing luka dari area luka Untuk menghisap lendir yang mungkin dapat menghalangi jalur udara atau bagian lain pada tubuh Pada bidang kedokteran gigi, alat ini digunakan untuk menghisap darah dan kelebihan cairan di dalam mulut Untuk membersihkan darah dari tengkorak setelah terjadinya pendarahan dalam ataupun luar Untuk menghisap cairan dari paru-paru pada pasien yang memiliki masalah ginjal atau penyakit kronis lainnya. Cara Penggunaan Suction Pump Pada umumnya penggunaan suction pump ini memiliki konsep yang sama, karena alat yang digunakan tidak jauh berbeda. Alat tersebut biasanya sebuah catheter hisap, suction machine yang bekerja dengan baik, tabung cairan dan pipa penghubung antara catheter ke tabung cairan. Namun untuk beberapa skenario, alat yang diperlukan bisa bertambah seperti cairan bersih, air saline, sikat trakeostomi dan sebagainya. Cara penggunaan alat suction pump pada umumnya seperti berikut : Pastikan dan persiapkan alat-alat yang akan digunakan dalam proses suction sudah steril dapat digunakan dengan baik, seperti kondisi kelistrikan suction unit, catheter, tabung cairan, dan pipa penghubung dalam keadaan baik dan dapat digunakan. Pastikan hubungan antara suction machine dengan tabung cairan terhubung dengan baik Hubungkan tabung cairan ke catheter menggunakan pipa Lakukan percobaan menghisap dengan air bersih Setelah proses suction telah selesai, cabut pipa penghubung antara mesin dan catheter ke tabung cairan. Tutup dengan rapat tabung cairan dan buang atau bersihkan tabung sesuai dengan jenis tabungnya. Lakukan sterilisasi pada catheter dan tabung serta charge ulang suction unit (jika menggunakan baterai) untuk penggunaan selanjutnya. [su_youtube url=”https://www.youtube.com/watch?v=pqrT_abh-EM”] Kesimpulan Suction pump merupakan alat yang digunakan untuk menyedot cairan dalam kasus kasus tertentu seperti pada saat operasi, keadaan darurat dan kasus lainnya. Suction pump memiliki berbagai jenis sesuai dengan model dan fungsinya. Sebagai alat kesehatan, suction pump ini dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu suction pump manual, wall-mounted dan portable. Fungsi dari suction pump ini diantaranya untuk menyedot darah dari area operasi dan luka, menyedot kelebihan cairan dan lainnya. Cara penggunaan suction pump ini pada umumnya sama yaitu, persiapkan perlatan, pastikan hubungan antara suction machine dengan peralatan lainnya bekerja dengan baik, lakukan penyedotan, sterilisasi setelah proses sedot selesai dilakukan. SUMBER : https://medinstrum.com/medical-suction-pump/ https://www.merriam-webster.com/dictionary/suction%20pump https://blog.sscor.com/how-does-a-medical-suction-machine-work https://blog.sscor.com/4-types-of-suctioning-machines-every-ems-professional-should-know-how-to-use https://blog.sscor.com/components-of-a-portable-suction-machine https://www.sportsrec.com/284577-whole-body-vibration-machine-safety.html https://www.slideshare.net/AasthaMrique/suction-machine https://www.scribd.com/doc/192040315/Suction-Pump https://www.hopkinsmedicine.org/tracheostomy/living/suctioning.html https://vacaero.com/information-resources/vacuum-pump-technology-education-and-training/1039-an-introduction-to-vacuum-pumps.html https://www.tungsten.com/tips/basic-vacuum-theory/ https://www.youtube.com/watch?v=pqrT_abh-EM https://www.youtube.com/watch?v=TyxpAjvehOQ https://www.youtube.com/watch?v=fEO8LEGfdgc
Apa itu Vital Sign Monitor Pada dasarnya arti dari Vital Sign Monitor itu dapat dijabarkan sesuai dengan arti dari masing-masing kata. Vital Sign disini dimaksud sebagai tanda-tanda vital yang ada di dalam tubuh seperti suhu tubuh, tingkat denyut nadi, tingkat pernafasan dan tingkat tekanan darah. Vital Sign Monitor sendiri merupakan alat kesehatan yang digunakan untuk mengukur dan mengawasi keadaan dari tanda-tanda vital yang ada pada tubuh manusia. Lalu bagaimana Vital Sign Monitor Bekerja? Pada masing-masing alat Vital Sign Monitor, terdapat sensor yang nantinya dipasangkan ke tubuh pasien. Sensor-sensor ini dipasangkan dengan cara ditempelkan ke bagian tubuh atau dipasangkan diujung jari. Nantinya secara otomatis sensor ini akan mengirimkan informasi ke dalam komputer yang ada di dalam monitor untuk diolah dan ditunjukan pada layar monitor. Hasil olahan tersebut dapat berupa angka, yang nantinya dijadikan dasar pada perhitungan apakah fungsi vital tubuh pasien bekerja dengan baik. Cara Membaca Vital Sign Monitor Cara membaca alat vital sign monitor ini bergantung pada angka yang muncul pada layar monitor. Masing-masing angka memiliki arti yang berbeda. Untuk panduan cara membaca alat Vital Sign Monitor dapat dilihat dibawah ini : Heart Rate (Denyut Jantung) Pada umumnya tingkat denyut jantung pada orang dewasa yang sehat sekitar 60 bpm (beat per minutes) sampai dengan 100 bpm. Tingkat denyuk jantung ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti, stress, rasa cemas, hormon, pengobatan dan tingkat seberapa aktifkah orang tersebut. Orang yang aktif bergerak atau atlit dapat memiliki tingkat denyut jantung yang rendah sampai dengan 40 bpm. Blood Pressure (Tekanan Darah) Untuk perhitungan tekanan darah, terdapat 2 angka yang digunakan. Angka pertama disebut dengan Systolic (Sistolik) dan yang kedua disebut Diastolic (Diastolik) . Untuk detail mengenai tingkatan tekanan darah dapat dilihat di dalam bagan dibawah ini [su_table responsive=”yes”] Tipe Keterangan Normal Sistolik kurang dari 120 dan diastolik 80 Tinggi Angka sistolik antara 120 – 129 dan diastolik kurang dari 80 Hipertensi Tahap 1 Angka sistolik antara 130 – 139 dan diastolik antara 80 – 89 Hipertensi Tahap 2 Angka sistolik setidaknya 140 dan diastolik setidaknya 90 Krisis Hipertensi Angka sistolik lebih dari 180 dan/atau angka diastolik 120 Rendah Angka sistolik bisa kurang dari 90, atau angka diastolik kurang dari 60 (namun angka tersebut bisa bervariasi karena gejala yang ada dapat membantu menentukan ketika tekanan darah terlalu rendah) [/su_table] Temperature (Suhu Tubuh) Tingkat suhu tubuh manusia dapat menjadi tolak ukur pertama terhadap ‘masalah‘ dalam tubuh. Menurut penelitian, suhu tubuh normal rata-rata manusia sebesar 36.78 °C atau 98.2 °F. Suhu tubuh yang lebih panas dari 37.7 °C masuk dalam kategori demam dan suhu tubuh lebih rendah dari 35 °C masuk ke dalam kategori hipotermia. Respiration (Pernafasan) Yang dimaksud dengan tingkat pernafasan dalam hal ini merupakan hitungan dari nafas yang dilakukan dalam satu menit. Tingkat pernafasan normal pada orang dewasa umumnya sekitar 12 sampai dengan 20 kali. Tingkat pernafasan dibawah 12 atau diatas 25 kali ketika sedang istirahat termasuk dalam kategori kondisi pernafasan yang tidak normal. Kondisi-kondisi kesehatan yang dapat mengganggu tingkat penafasan ini seperti asma, rasa cemas, pneumonia, penyakit paru-paru dan sebagainya. Kesimpulan Vital Sign Monitor merupakan alat kesehatan yang berfungsi untuk mengawasi keadaan tanda-tanda vital pada manusia. Tanda-tanda tersebut biasanya merupakan, Denyut Jantung, Tekanan Darah, Suhu Tubuh dan pernafasan. Cara penggunaan vital sign monitor sendiri biasanya menggunakan sensor yang nantinya akan di tempelkan ke pada tubuh sang pasien untuk dilakukannya pengawasan. SUMBER: https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/vital-signs-body-temperature-pulse-rate-respiration-rate-blood-pressure https://www.webmd.com/cancer/vital-signs-monitor#1 https://diamedicalusa.com/product-category/diagnostics/vital-signs-monitors/ https://www.heart.org/en/healthy-living/fitness/fitness-basics/target-heart-rates https://www.webmd.com/first-aid/normal-body-temperature#1 https://my.clevelandclinic.org/health/articles/10881-vital-signs
Apa itu Biosafety Cabinet ? Biosafety Cabinet (BSC) merupakan kabinet atau meja kerja tertutup dan berventilasi yang dapat memberikan perlindungan pada saat menangani material-material yang memiliki potensi membahayakan seperti pathogen, material kontaminasi dan material berbahaya lainnya. Biosafety Cabinet ini bertujuan untuk melindungi operator dan lingkungan sekitar terhadap material-material berbahaya yang sedang ditangani. Terdapat beberapa jenis kelas yang masing-masing disesuaikan dengan tingkat kebutuhan dalam perlindungan, penyimpanan dan juga kebutuhan konfigurasi. Dalam pemilihan kelas ini sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan yang spesifik dan tingkat bio-containment yang dibutuhkan. Prinsip Pengurungan dan Cara Kerja Biosafety Cabinet Pengurungan (containment) aerosol yang berbahaya di dalam biosafety cabinet ini karena adanya sistem penghalang dan penyaringan. Penghalang dan penyaringan tersebut adalah penghalang udara (air barrier), penghalang fisik (physical barrier) dan filter HEPA (High-efficiency Particulate Air). Pengurungan melalui penghalang udara (air barrier) ini dengan cara mengalirkan udara terarah yang ada di sekitar kabinet, melewati operator dan masuk ke dalam kabinet melalui pintu kerja (work opening). Aerosol berbahaya yang terbentuk pada saat prosedur eksperimen dilakukan kemudian ditangkap dan dibawa oleh aliran udara, dan dijebak dalam filter HEPA. [su_youtube url=”https://www.youtube.com/watch?v=XRXZ8BZ1rDE”] [su_highlight]Illustrasi Air Barrier Biosafety Cabinet[/su_highlight] Beberapa jenis BSC (Biosafety cabinet) memiliki sistem yang disebut dengan laminar airflow, atau aliran udara tersaring yang seragam dan terarah. Laminar airflow ini akan berhembus ke daerah kerja dan dapat mengurangi guncangan atau turbulence yang ada di dalam kabinet serta memungkinkan untuk membuang langsung kontaminasi yang terbentuk pada saat eksperimen. Gangguan terhadap aliran udara tersebut dapat mengurangi kualitas dari tingkat pengurungan yang diberikan, oleh karena itu penggunaan penghalang udara (air barrier) ini tidak disarankan pada benda-material yang memiliki tingkat resiko dan pencemaran yang tinggi. Pengurungan melalui Penghalang fisik (physical barrier) menggunakan permukaan yang kedap seperti slide metal, panel kaca, sarung tangan karet, dan gasket, yang memisahkan secara fisik tubuh operator dengan material atau prosedur eksperimen. Kabinet yang menggunakan penghalang fisik dan tidak menggunakan penghalang udara dapat digunakan untuk material yang memiliki tingkat resiko yang tinggi, karena kompromi pengurungan atau compromise containment jarang terjadi. Penyaringan dengan filter HEPA atau High-efficiency Particulate Air setidaknya memiliki persentasi penyaringan sebesar 99.95% (standar Eropa) atau 99.97% (standar Amerika) terhadap partikel monodisperse dioctylphthalate (DOP) yang berdiameter 0.3 µm (nanometer) atau lebih yang terbentuk oleh panas atau thermal. Oleh karena tingkat efisiensi yang tinggi, filter HEPA dalam biosafety cabinet secara virtual dapat menyaring segala partikel, termasuk mikrobakterial yang berbahaya dan aerosol kimia, di dalam aliran udara yang melewati filter HEPA. Setiap biosafety cabinet memiliki exhaust filter (filter buangan) yang membuang kontaminan ketika udara dibuang dari kabinet. Beberapa jenis kabinet juga memiliki filter HEPA yang memberikan udara bersih ke daerah kerja di dalam kabinet. Filter HEPA ini tidak efektif dalam menyaring uap kimia (chemical vapor), dan tidak dianggap protektif terhadap uap atau fase penguapan dari material padat atau cairan. Laminar Flow Cabinet VS Biosafety Cabinet Banyak orang menganggap bahwa Laminar Flow Cabinet sama dengan Biosafety Cabinet, karena keduanya memiliki prinsip kerja yang kurang lebih sama. Namun terdapat perbedaan diantara keduanya. Pertama, Laminar Flow Cabinet memberikan perlindungan terhadap produk yang dilindungi, namun tidak melindungi personil peneliti. Kedua, tidak seperti Biosafety Cabinet, aliran air yang ada keluar melalui pintu depan dan melewati sang personel sehingga dapat membahayakan jika digunakan untuk material yang berbahaya. Jenis Jenis Biosafety Cabinet Biosafety Cabinet dapat diklasifikasikan menjadi 3 jenis, Class I , Class II dan Class III. Class I dan II memiliki penghalang udara (air barrier) berseberangan dengan bagian masuk yang memisahkan operator laboratorium dengan area kerja. Kabinet Class II juga dibekali dengan filter HEPA, daerah kerja yang bersih sehingga dapat menjaga bahan eksperimen mencemarkan ruangan laboratorium. Kabinet Class III memiliki penghalang fisik (physical barrier) antara operator dengan ruang kerja. Operator akan menggunakan sarung tangan karet sepanjang tangan orang dewasa yang sudah dipasangkan ke kabinet untuk mengakses ruang kerja dan material eksperimen. [su_accordion] [su_spoiler title=”Class I” open=”no” style=”default” icon=”folder-1″ anchor=”” class=””] Kabinet Class I berventilasi yang berguna bagi perlindungan operator dan lingkungan sekitar, dengan aliran udara ke dalam menjauhi operator. Rata-rata minimal kecepatan udara melalui bagian masuk sebesar 75 fpm (feet per minute) Pembuangan udara pada kabinet wajib melalui filter HEPA untuk mencegah sebagian besar partikel ke atmosfer luar Jenis kabinet ini cocok digunakan untuk agen biologis yang tingkat bahayanya kecil atau kurang, yang dimana tidak membutuhkan perlindungan produk. [/su_spoiler] [su_spoiler title=”Class II” open=”no” style=”default” icon=”folder-1″ anchor=”” class=””] Kabinet Class II memberikan ventilasi udara untuk perlindungan operator, produk dan lingkungan sekitar, serta memiliki aliran udara di depan dan ke dalam untuk perlindungan operator. Perlindungan produk berasan dari Laminar Airflow yang disaring melalui HEPA dari pemancar yang berada di atas area kerja. Udara yang turun ke area kerja akan terpisah dan keluar melalui lubang ventilasi yang masing-masing ada di bagian depan dan belakang permukaan kerja. Udara buangan di dalam kabinet ini akan melalui filter HEPA untuk perlindungan lingkungan sekitar Kabinet Class II memiliki 4 tipe yang berbeda, yaitu Tipe A1, A2, B1 dan B2 [/su_spoiler] [su_spoiler title=”Class III” open=”no” style=”default” icon=”folder-1″ anchor=”” class=””] Kabinet Class II ini memiliki konstruksi yang benar-benar tertutup, berventilasi dan anti bocor Operator melakukan kegiatannya dengan menggunakan sarung tangan karet yang sudah terpasang langsung ke dalam kabinet, yang berfungsi sebagai penghalang fisik. Kabinet ini diwajibkan untuk menjaga tekanan air negatif setidaknya 120Pa Kipas kabinet ini akan memberikan udara ke dalam melalui filter HEPA Perlakuan terhadap udara yang dikeluarkan kabinet ini dengan cara disaring dua kali dengan filter HEPA, atau dengan penyaringan dan kremasi. Kabinet ini digunakan pada laboratorium yang memiliki kebutuhan keamanan maksimal (BSL-3) dan dapat digunakan untuk agen yang memiliki resiko kecil, sedang hingga besar. [/su_spoiler] [/su_accordion] Menentukan Kebutuhan Biosafety Cabinet Menentukan jenis kabinet yang digunakan bergantung dari beberapa faktor. Faktor-faktor itu diantaranya tingkat bahaya dari material yang akan dijadikan bahan eksperimen, potensi dari prosedur yang dapat menghasilkan aerosol, dan kebutuhan untuk melindungi eksperimen dari kontaminasi di udara. Segala bentuk persyaratan dan instalasi harus mengikuti standar program EHS (Environment, Health & Safety) yang ada. Hal ini lakukan untuk memastikan pemakaian kabinet sesuai dengan kebutuhan dan dapat berfungsi dengan baik. Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Menggunakan Biosafety Cabinet Untuk memastikan proteksi yang adad di dalam biosafety cabinet bekerja secara maksimal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Hal-hal tersebut itu adalah :…
Apa itu Kemoterapi Kemoterapi (Chemotherapy) atau disingkat sebagai kemo, merupakan salah satu dari jenis perawatan yang dilakukan untuk mengobati penyakit kanker. Kemoterapi ini menggunakan media obat-obatan yang digunakan untuk membunuh sel-sel kanker yang ada di dalam tubuh. Penyakit Kanker ini merupakan sejenis masalah DNA yang terbentuk dan berkembang pada saat pembentukan sel yang terjadi di dalam siklus sel. Bagaimana cara kerja kemoterapi? Kemoterapi ini menggunakan media yang biasa dikenal sebagai Cytotoxic. Secara bahasa, Cyto berarti sel dan Toxic berarti racun. Cytotoxic ini memiliki efek negatif dan dapat membunuh sel yang ada pada tubuh. Tubuh manusia juga memiliki cytotoxic natural seperti limfosit T, yang membunuh bakteri, virus dan sel kanker. Pada dasarnya sel-sel yang ada di dalam tubuh manusia memiliki ‘umur’ yang terbatas. Pada kurun waktu tertentu, tubuh akan memproduksi sel baru dengan cara melakukan klon dari sel yang sudah ada, yang disebut dengan siklus sel. Kanker ini merupakan kesalahan yang tumbuh dan berkembang pada siklus sel. Banyak hal yang dapat menjadi faktor tumbuhnya sel kanker mulai dari gaya hidup, makan dan minuman hingga bawaan genetis atau keluarga. Cytotoxic ini nantinya akan diberikan kepada pasien yang menderita penyakit kanker. Namun kemoterapi ini dapat mempengaruhi kondisi di bagian tubuh yang memiliki sel yang tumbuh secara cepat seperti kulit, rambut, usus dan sumsum tulang yang menjadi efek samping dari perawatan ini. Tujuan dari kemoterapi Pada dasarnya tujuan dari kemoterapi ini untuk menyembuhkan pasien dari penyakit kanker. Kemoterapi ini juga dilakukan dengan berbagai sebab dan alasan seperti contoh dibawah ini : Untuk menyembuhkan kanker tanpa perawatan lainnya Kemoterapi terapi ini dapat dilakukan untuk merawat pasien tanpa harus melakukan perawatan kanker lainnya. Setelah perawatan lainnya untuk membunuh sel kanker yang tersembunyi Kemoterapi dapat dilakukan setelah pasien melakukan perawatan lainnya seperti operasi, untuk membunuh sel kanker yang masih ada di dalam tubuh dan mungkin tersembunyi. Para dokter menyebutkan perawatan ini sebagai adjuvant therapy atau terapi tambahan. Untuk mempersiapkan perawatan lainnya Kemoterapi dapat dilakukan untuk mengecilkan ukuran tumor agar perawatan lain seperti perawatan radiasi dan operasi dapat dilakukan. Para dokter menyebutkan perawatan ini sebagai neoadjuvant therapy. Untuk meringankan tanda dan gejala Kemoterapi juga dapat dilakukan untuk meringkankan tanda dan gejala kanker dengan membunuh sebagian dari sel kanker. Para dokter menyebutkan perawatan ini sebagai palliative chemotherapy Resiko dan Efek samping kemoterapi Efek samping dari kemoterapi merupakan hal yang cukup penting. Tiap-tiap obat yang digunakan memiliki efek samping yang berbeda-beda. Pasien disarankan untuk bertanya kepada dokter yang memberikan obat tersebut atas efek samping yang kemungkinan akan muncul. Efek samping yang paling umum terjadi pada saat kemoterapi seperti : [su_table responsive=”yes”] Mual Muntah – Muntah Diare Rambut Rontok Hilang Nafsu Makan Sariawan Rasa Sakit Sembelit Mudah Memar [/su_table] Namun ada beberapa efek samping yang tidak langsung muncul dan terlihat setelah beberapa bulan hingga tahun sesudah dilakukannya kemoterapi, efek samping ini diantaranya : [su_table responsive=”yes”] Kerusakan pada jaringan paru-paru Masalah jantung Masalah Kesuburan Kerusakan Syaraf (peripheral neuropathy) Masalah ginjal Resiko kanker lanjutan [/su_table] Apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum kemoterapi Pada dasarnya persiapan yang dilakukan sebelum kemoterapi bergantung pada jenis obat yang akan digunakan dan bagaimana cara obat diberikan ke dalam tubuh pasien. Sang doktor mungkin bisa menyarankan persiapan yang disarankan diantaranya : Memasangkan alat yang dipasangkan dengan cara dibedah sebelum kemoterapi via pemubuluh darah Persiapan ini dilakukan ketika dokter menyarankan untuk memberikan kemo melalui pembuluh darah. Dokter akan memasangkan alat seperti port medis, catheter atau pompa khusus ke dalam tubuh, biasanya dipasangkan di daerah sekitar dada. Nantinya obat kemo akan diberikan melalui alat tersebut Melakukan tes dan prosedur untuk memastikan apakah tubuh pasien siap untuk diberikan kemoterapi Cek darah dilakukan untuk mengecek fungsi ginjal dan hati yang nantinya menjadi rujukan untuk dokter apakah pasien siap menerima kemoterapi. Jika terdapat masalah pada tubuh, sang dokter dapat menunda perawatan atau memilih obat dan dosis yang lebih aman terhadap sang pasien. Cek Kondisi Gigi Dokter terkadang menyarankan pasien untuk mengecek kondisi gigi. Tujuannya adalah untuk mengecek apakah pasien memiliki infeksi yang sedang diderita. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari komplikasi yang mungkin terjadi pada saat kemoterapi. Komplikasi ini bisa terjadi karena pada saat kemoterapi dilakukan, kemampuan tubuh sang pasien menghadapi infeksi akan berkurang. Merencanakan kedepannya terhadap efek samping yang mungkin akan terjadi Sangat disarankan untuk bertanya mengenai efek samping yang akan terjadi kepada sang dokter. Sebagai contoh, persiapkan wig atau penutup kepala terhadap efek rambut rontok dan sebagainya. Merencanakan untuk menghadapi kondisi yang akan ada di rumah dan di tempat kerja Sebagian besar jenis perawatan kemoterapi ini biasanya berupa rawat jalan, yang berarti sang pasien bisa beraktivitas seperti biasa dan bekerja secara normal. Sang doktor dapat menjelaskan secara umum apa efek yang akan terjadi pada aktivitas sehari-hari, namun agak rumit untuk memprediksi secara tepat apa yang nantinya dirasakan. Persiapan untuk perawatan pertama Tanyakan pada dokter atau perawat kemoterapi bagaimana persiapan yang dibutuhkan untuk kemoterapi. Sangat disarankan untuk mendapatkan istirahat yang cukup pada perawatan pertama dan makan makanan ringan sebelumnya jika kemo dapat menyebabkan mual-mual. Ajak keluarga atau teman terdekat untuk mendampingi pada saat perawatan, karena efek samping obat kemo dapat menimbulkan rasa kantuk atau efek samping lainnya yang mungkin dapat membahayakan jika berkendara sendirian. SUMBER : https://www.webmd.com/cancer/chemotherapy-what-to-expect https://www.medicalnewstoday.com/articles/323648.php https://www.cancer.gov/publications/patient-education/chemotherapy-and-you.pdf https://www2.le.ac.uk/projects/vgec/highereducation/topics/cellcycle-mitosis-meiosis https://www.khanacademy.org/science/biology/cellular-molecular-biology/mitosis/a/cell-cycle-phases http://www.chsd.us/~mbendele/cells/cancermitosis.pdf https://www.medicinenet.com/script/main/art.asp?articlekey=19883 https://www.verywellhealth.com/cytotoxic-definition-and-examples-2249082 https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/chemotherapy/about/pac-20385033 https://www.youtube.com/watch?v=-Swxkvrm-78 https://www.youtube.com/watch?v=_QVO75CihYQ
