Electrocardiograph (ECG / EKG) merupakan alat kesehatan yang digunakan untuk melakukan tes Electrocardiography atau Elektrokardiogram. Elektrokardiogram itu sendiri merupakan proses perekaman aktivitas kelistrikan (pergerakan tenaga) jantung. Tes Elektrokardiogram merupakan tes yang sederhana dan minim efek samping karena tes ini hanya memerlukan alat ECG dan pad elektroda yang ditempelkan ke beberapa lokasi di tubuh pasien agar sinyal listrik dari jantung dapat terekam.

Hasil tes Elektrokardiogram ini dapat memberikan informasi terhadap kondisi dari jantung pasien, yang biasanya berisi mengenai pola kecepatan dan ritme jantung. Dari hasil tes tersebut, Dokter jantung dapat memastikan kondisi kesehatan jantung, apakah jantung tersebut normal atau tidak.

Hasil tes Elektrokardiogram

Kapan Diperlukan Tes Elektrokardiogram?

Walaupun tes Elektrokardiogram ini terlihat mudah, sederhana dan juga memberikan banyak informasi mengenai kesehatan jantung, faktanya tidak semua pasien dapat melakukan tes ini. Dokter yang bertanggung jawab atas pasien biasanya mempertimbangkan dengan melihat kondisi dan faktor-faktor yang menunjukan masalah terhadap jantung pasien. Faktor dan gejala tersebut dapat dijabarkan seperti berikut :

  • Pasien mengalami sakit di bagian dada
  • Pasien mengalami kesulitan untuk bernafas
  • Pasien merasakan kelelahan yang berkelanjutan
  • Detak jantung pasien terasa cepat atau tidak beraturan
  • Terdengar suara yang berbeda pada saat dokter mendengarkan suara jantung
  • Pasien pernah mengalami masalah jantung sebelumnya

Prosedur Penggunaan Alat Electrocardiograph

Prosedur Penggunaan alat Electrocardiograph merupakan prosedur yang mudah. Dokter akan memasangkan memasangkan pad elektroda yang ditambahkan gel konduktor pada dada, pergelangan tangan dan kaki. Jika tempat ditempelkannya pad elektroda terdapat banyak bulu, dokter dapat meminta pasien untuk mencukurnya terlebih dahulu karena jika terdapat bulu dapat mempengaruhi hasil rekaman. Nantinya elektroda ini akan merekam arus listrik yang dihasilkan jantung yang diukur dan dicata oleh Electrocardiograph ini.

Area Pemasangan Pad Elektroda Yang Baik | Wikipedia

Jenis Tes Elektrokardiogram

Tes elektrokardiogram ini dapat dibagi menjadi 3 jenis, yaitu Resting ECG, Ambulatory ECG, Cardiac Stress Test. Ketiga jenis ini dapat dijabarkan seperti berikut :

  • Resting ECG (EKG Istirahat)
    merupakan tes elektrokardiogram yang memerlukan pasien untuk istirahat atau berbaring. Selama tes berlangsung, pasien tidak diperbolehkan untuk bergerak karena pergerakan tubuh dapat mempengaruhi impuls listrik jantung yang seharusnya terekam. Tes ini biasanya berlangsung selama 10 menit
  • Ambulatory ECG (EKG Ambultori)
    merupakan tes elektrokardiogram yang dilakukan jika pada saat menggunakan EKG istirahat gejala tidak muncul atau intermiten. Tes ini bisanya dilakukan secara 24 jam penuh karena menggunakan alat Electrocardiograph portable khusus.
  • Cardiac Stress Test
    atau yang dikenal sebagai Stress Tes Jantung merupakan metode tes yang dimana pasien harus berlari di atas treadmill selama kurang lebih 15-30 menit dan direkam oleh alat ekg.

Electrocardiograph Distribusi PT. Bintang Sarana Medika

PT. Bintang Sarana Medika juga agen distribusi Electrocardiograph yang sudah terdaftar di Kementrian Kesehatan dan Produk ini sudah terdaftar di E-Katalog LKPP. Untuk Lebih lengkapnya kunjungi Halaman dibawah ini :

 

Care Vision 303i Compact 3-Channel Electrocardiograph merupakan Electrocardiograph yang mudah digunakan, hemat biaya dapat menjawab kebutuhan anda dalam memeriksa jantung pasien. Produk ini telah terdaftar di E-Katalog LKPP

 

SUMBER :


Apa itu Ambulance?

Ambulance adalah kendaraan yang dapat mengangkut pasien untuk dirawat dan dalam suatu kondisi dapat melakukan perawatan pertama pada saat yang darurat di luar perawatan Rumah Sakit. Ambulance digunakan untuk menjawab kebutuhan kesehatan darurat yang dilakukan oleh paramedis. Karena Ambulance biasanya mengangkut pasien yang sedang dalam kondisi darurat, maka Ambulance dilengkapi dengan sirene dan lampu darurat.

Ambulance | www.rijnmondveilig.nl

Ambulance Di Indonesia

Ambulance pada dasarnya sama di setiap negara di seluruh dunia. Tetapi karena tiap-tiap negara memiliki geografi dan topologi yang berbeda, maka Ambulance yang digunakan di tiap-tiap negara itu berbeda. Di Indonesia, pada umumnya Ambulance digunakan untuk membawa pasien dari lokasi tertentu ke Rumah sakit terdekat untuk ditangani. Akan tetapi Ambulance sendiri memiliki banyak tipe dan fungsi, yang dapat dikelompokan sesuai dengan tipe dan fungsi tersebut.

Tipe Tipe Ambulance

Ambulance dapat dikategorikan sesuai dengan tipe dan fungsinya. Untuk lebih detailnya, Tipe-tipe Ambulance dapat dibaca di bawah ini:

  • Ambulance Transport
    Pengangkutan penderita yang tidak memerlukan perawatan khusus/ tindakan darurat untuk menyelamatkan nyawa dan diperkirakan tidak akan timbul kegawatan selama dalam perjalanan.
  • Ambulance Gawat Darurat
    Pertolongan penderita gawat darurat pra rumah sakit, pengangkutan penderita dawat darurat yang sudah distabilkan dari lokasi kejadian ke tempat tindakan definitif atau ke rumah sakit, sebagai kendaraan transport rujukan.
  • Ambulance Rumah Sakit Lapangan
    Merupakan gabungan beberapa Ambulance gawat darurat dan Ambulance pelayanan medik bergerak. Sehari-hari berfungsi sebagai Ambulance gawat darurat.
  • Ambulance Perlayanan Medis Bergerak
    Melaksanakan salah satu upaya pelayanan medik di lapangan. Digunakan sebagai Ambulance transport.

Tiap tiap Ambulance juga membawa personil medis dan juga peralatan medis. Tiap-tiap personil memiliki keahlian tertentu. Pada tiap Ambulance, peralatan medis pada umumnya sama hanya yang membedakan pada kebutuhannya.

Personil Ambulance Biasanya Terdiri dari :

  • 1 (satu) pengemudi berkemampuan PPGD (Pertolongan Pertama Gawat Darurat) dan berkomunikasi
  • 1 (satu) perawat berkemampuan PPGD (Pertolongan Pertama Gawat Darurat) atau BTLS/BCLS (basictrauma life support/basic cardiac life support)
  • 1 (satu) dokter berkemampuan PPGD (Pertolongan Pertama Gawat Darurat) atau ATLS/ACLS (Advanced trauma life support/Advanced cardiac life support)

Paramedis Ambulance | jobservicehelp.com

Peralatan Ambulance biasanya terdiri dari :

  • Perawatan
    • Lemari obat dan peralatan
    • Tanda pengenal dari bahan pemantul sinar
    • Peta wilayah setempat
    • Persyaratan lain menurut perundangan yang berlaku
    • Lemari es/ freezer, atau kotak pendingin
  • Medis
    • Tabung oksigen dengan peralatan bagi 2 orang
    • Peralatan medis PPGD
    • Alat resusitasi manual/otomatis lengkap bagi dewasa dan anak/ bayi
    • Suction pump manual dan listrik 12 V DC
    • Peralatan monitor jantung dan nafas
    • Alat monitor dan diagnostik
    • Peralatan defibrilator untuk anak dan dewasa
    • Minor surgery set
    • Obat-obatan gawat darurat dan cairan infus secukupnya
    • Entonox atau gas anastesi
    • Kantung mayat
    • Sarung tangan disposable
    • Sepatu boot

Bagaimana cara kita untuk mendapatkan bantuan tenaga Ambulance?

Di Indonesia, kita dapat menghubungi nomor darurat 118 atau 119 untuk menghubungi layanan ambulance 24 jam.

Jika kita menelpon nomor tersebut, maka persiapkan jawaban yang biasanya ditanyakan oleh operator layanan. Pertanyaannya biasanya seperti berikut:

  • Apa jenis keadaan daruratnya
  • Dimana lokasi kejadiannya
  • Apakah sudah ada korban atau belum
  • Apakah kejadiannya terjadi di bangunan
  • Nomor dan nama kontak yang dapat dihubungi

Peralatan Medis untuk Ambulance distribusi PT. Bintang Sarana Medika

PT. Bintang Sarana Medika (Bisamed) mendistribusikan salah satu perlatan medis yang dapat digunakan di dalam ambulance, yaitu Patient Monitor. Patient Monitor andalan kami, Charmcare Prizm 5 dan Prizm 7, merupakan transport monitor berkualitas dan dapat diandalkan untuk mengecek dan merawat keadaan pasien pada saat ambulance berjalan. Untuk lebih detailnya, anda dapat mengunjungi link yang berada di bawah ini :

 

Charmcare Prizm 5 Patient Monitor merupakan patient monitor yang dilengkapi dengan fitur-fitur andalan multi-parameter, ECG + NIBP + SpO2 + Respiration+Temp. + IBP, yang dapat menunjang kebutuhan anda. Produk ini telah terdaftar di E-Katalog LKPP
Charmcare Prizm 5 Patient Monitor with Printer merupakan patient monitor yang dilengkapi dengan fitur-fitur andalan multi-parameter, ECG + NIBP + SpO2 + Respiration+Temp. + IBP, yang dapat menunjang kebutuhan anda. Prizm 5dapat dilengkapi dengan Printer sesuai dengan kebutuhan. Produk ini telah terdaftar di E-Katalog LKPP
Charmcare Prizm 7 Patient Monitor merupakan patient monitor yang dilengkapi dengan fitur-fitur andalan multi-parameter, ECG + NIBP + SpO2 + Respiration+Temp. + IBP, yang dapat menunjang kebutuhan anda. Produk ini telah terdaftar di E-Katalog LKPP

 

SUMBER :


Pada di jaman modern ini, banyak sekali penemuan-penemuan yang berguna untuk mempermudah kehidupan sehari-hari. Tidak terkecuali pada dunia kesehatan. Berkembanganya teknologi pada dunia kesehatan mempermudah kinerja pada ahli dalam mendiagnosa, mengobati dan juga mempelajari penyakit-penyakit yang mungkin belum pernah ditemukan atau diobati sebelumya.

Untuk seri kali ini kita akan membahas mengenai alat kesehatan yang digunakan di dalam ruang operasi, yaitu Electrosurgical Unit atau biasa disebu ESU. Alat ini merupakan alat bantu untuk para ahli bedah pada saat mengoperasi pasien pada situsasi tertentu. Simak rangkuman yang kami buat mengenai Alat Electrosurgical Unit di bawah ini.

Apa maksud dari Electrosugical ?

Electrosurgery merupakan pengaplikasian dari penggunaan arus listrik untuk memotong, koalugasi, desikasi atau fulgurasi jaringan (tissue) pada tubuh. Salah satu keunggulan dari penggunaan teknik ini adalah dapat menghasilkan potongan yang baik dengan mengurangai rasio kehilangan darah yang sangat baik. Peralatan Electrosurgery biasanya digunakan pada saat operasi yang kondisinya membutuhkan pasien terhindar dari kehilangan darah yang berlebihan.

Lalu apa itu Electrosurgical Unit itu?

Electrosurgical Unit atau ESU terdiri dari generator dan handpiece dengan satu elektroda atau lebih. Unit ini dikendalikan dengan menggunakan handpiece dan switch yang bisa digunakan dengan kaki. Electrosurgical Unit ini dapat menghasilkan berbagai bentuk gelombang listrik. Dan pada saat bentuk gelombang tersebut berubah, berubah juga yang dihasilkan handpiece ke jaringan atau tissue.

Penggunaan Electrosurgical Unit (ESU)

Pada saat mengoperasian Electrosurgical Unit, proses pemotongan, koalugasi, desikasi, atapun fulgurasi dapat menggunakan energi monopolar atau bipolar sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan fitur pada unit tersebut. Masing-masing energi tersebut dapat dijabarkan seperti berikut:

  • Energi Bipolar
    Metode energi bipolar merupakan metode dimana Elektroda yang keluar (Aktif) dan Elektroda yang kembali dilakukan di daerah dimana proses operasi terjadi. Metode ini menggunakan handpiece berbentuk pinset (forceps) yang dimana salah satu ujungnya akan mengeluarkan elektroda aktif dan menarik kembali elektroda tersebut di ujung yang lain.
    Jadi dengan metode ini kita tidak memerlukan alat untuk menarik elektroda yang keluar untuk ditempel ke tubuh pasien. Keunggulan dari metode ini ialah pada saat operasi, ESU akan menggunakan voltase yang lebih sedikit. Akan tetapi memiliki kekurangan pada saat pemotongan dan koalugasi di bagian pendarahan yang lebar atau besar.

    Penjelasan Skema Bipolar

    Skema Arus Bipolar | www.ncbi.nlm.nih.gov

     

  • Energi Monopolar
    Metode Monopolar merupakan metode dimana elektroda yang keluar (aktif) akan dikeluarkan oleh handpiece dan elektroda yang kembali akan ditarik oleh dispersive pad yang ditempelkan di suatu tempat pada tubuh pasien.
    Efek samping seperti terbakar akan terjadi jika panas yang dihasilkan tidak dihilangkan secara aman dengan ukuran atau tingkat konduksi dari Disperse Pad. Metode Monopolar ini merupakan metode yang umum dan paling sering digunakan karena dapat menggunakan berbagai jenis model dan tingkat efektivitasnya yang baik.
    Electrosurgical Unit yang terbaru sudah terpasangkan sistem keamanan built-in yang menjaga dari efek terbakar (burning) dari buruknya pemasangan antara disperse pad dengan tubuh pasien pada saat menggunakan metode energi monopolar.

    Penjelasan Skema Monopolar

    Penjelasan Skema Monopolar | www.ncbi.nlm.nih.gov

     

Best Practice Dalam Menggunakan Electrosurgical Unit (ESU)

Electrosurgical Unit menghasilkan tegangan yang tinggi yang dapat mencederai pasien dan operator jika tidak digunakan dan dijaga dengan baik. Banyak sekali contoh efek dari penggunaan ESU yang tidak baik, seperti efek terbakar pada Elektroda yang kembali (Dispersive Pad) dan Surgical Fire (api yang muncul akibat efek pada prosedur operasi yang buruk). Masalah-masalah dalam keamanan dan kesehatan seperti yang telah disebutkan sebelumnya dapat dihindari dengan melakukan tindakan pencegahan yang mudah, seperti yang dirangkum pada daftar dibawah ini.

Daftar yang perlu dilakukan

  • Handpiece harus diletakkan di holster (sarung) yang non-konduksi ketika sedang tidak digunakan
  • Selalu gunakan tegangan yang paling minum sesuai dengan kebutuhan operasi. Ketika tegangan yang digunakan lebih dari tegangan yang diperlukan, maka tingkat probabilitas terjadinya arcing (efek listrik yang tidak diinginkan) akan bertambah. Jika sang Ahli bedah (surgeon) terus meminta tengangan yang lebih tinggi, ini bisa menjadi sinyal atau pertanya bahwa keadaan dari kulit atau disperse pad tidak baik.
  • Bersihkan Ujung Elektroda secara berkala. Setiap penggunaan ESU akan menyisakan escahr (tissue yang mati karena terbakar) yang menempel diujung elektroda dapat mempengaruhi impedansi elektric dan dapat menyebabkan arcing, sparking atau percikan dan terbakarnya eschar.

Hindari Hal Berikut

  • Jangan gunakan ESU jika terdapat bahan-bahan yang mudah terbakar atau di daerah yang kaya kandungan oksigen (oxygen-enriched environments).
  • Hindari penggunaan bahan-bahan yang mudah terbakar oleh percikan listrik seperti alkohol. Jika memang harus menggunakan alkohol untuk skin-prep, jangan dekatkan kulit yang sudah dilapisi prep dengan dispersive pad, pastikan prep sudah benar-benar kering dan fumes atau kandungan gasnya sudah benar-benar hilang.
  • Tidak boleh menggunakan catheter berbahan karet atau bahan lainnya sebagai sheats atau sarung pada ujung elektroda yang aktif.
  • Jangan letakan atau lilit kabel pada peralatan berbahan metal, karena aliran listrik dapat bergerak melalui peralatan tersebut sehingga dapat membakar kabel.
  • Jangan gunakan towel clip yang tajam atau peralatan berbahan metal untuk memasang kabel ke drapes atau penutup pasien. Towel clip yang tajam dapat merusak kabel atau dapat menjadi faktor yang tidak diinginkan ke kulit pasien. Kabel yang tumpang tindih di sekitar metal clip dapat menjadi pemicu terbakarnya drapes atau penutup pasien.
  • Jangan operasikan ESU dengan tangan atau sarung tangan yang basah. Jika sarung tangan steril bolong, aliran listrik dapat masuk dan langsung terkena kulit tangan. Pastikan seluruh operator menggunakan sarung tangan (intact gloves).
  • Jangan operasikan ESU ketika berdiri di atas permukaan yang basah. Pastikan pedal kaki tetap kering. Lindungi pedal dari cairan dengan waterproof cover.

Tips Menggunakan Metode Monopolar

  • Pastikan apakan pasien menggunakan implan yang berbahan metal, seperti cardiac pacemaker. Terdapat potensi cedera jika disperse pad dipasang di kulit diatas metal implan.
  • Untuk keamanan yang optimal, pastikan pasien melepas segala bentuk perhiasan untuk menghindari kebocoran arus.
  • Posisikan pasien agar tidak menyentuh objek metal.
  • Pilih lokasi pemasangan dispersive pad dekat dengan bagian tubuh yang dioperasi sedekat mungkin, bersih dan kering, vascular yang baik dan diatas masa otot yang besar. Jauhi pemasangan di daerah bony prominences, adipose tissue, scar tissue, permukaan kulit dimana pemasangan implan prostetik metal, permukaan berbulu dan daerah sensitif (pressure points). Jika perlu, cukur bulu/rambut pada daerah pemasangan pad. Pastikan gel konduktif lembab dan tersebar merata di daerah yang bersentuhan dengan disperse pad.
  • Lokasikan elektroda EKG jauh dari tempat area operasi dan jalur arus lewat melalui tubuh.

Electrosurgical Unit Distribusi PT. Bintang Sarana Medika

PT. Bintang Sarana Medika juga mendistribusikan Electrosurgical Unit (ESU) merk Remed, perusahaan asal Korea Selatan, seri ELPIS yang dilengkapi dengan teknologi yang dapat menjawab kebutuhan ahli bedah di seluruh Indonesia.

Remed Elpis 4/3/2 merupakan Electrosurgical Unit dengan 3 mode operasi, Monopolar Cut, Monopolar Coagulation dan Bipolar Coagulation dengan tegangan maksimal 400W/300W/200W dengan daya konsumsi yang rendah menjadikan opsi terbaik untuk tip bedah di rumah sakit seluruh Indonesia. Produk ini telah terdaftar di E-Katalog LKPP
Remed Elpis 4L  memiliki fitur-fitur yang tersedia di Elpis 4. Merupakan versi yang lebih canggih dari Elpis 4 karena didesain menjadi lebih fleksibel, dapat diandalkan dan mudah, serta sistem keamanan REM menjadikan Elpis 4L lebih kuat dari generasi sebelumnya. Produk ini telah terdaftar di E-Katalog LKPP

 

SUMBER:


Apa itu Radiologi?

Radiologi adalah ilmu kedokteran yang menggunakan radiasi untuk mendiagnosa dan terkadang untuk mengobati penyakit di dalam tubuh pasien. Radiologi ini menggunakan teknik Medical Imaging, yaitu teknik dan proses pembuatan gambaran visual terhadap bagian di dalam tubuh untuk dijadikan referensi analisa dan menggambarkan fungsi-fungsi sebagian organ tubuh. Proses pengambilan Medical Image ini biasanya dilakukan oleh Radiographer.

Jenis Tes Radiologi

Jenis-jenis tes Radiologi dapat di klasifikasikan sebagai berikut :

  • Rontgen atau radiografi
    Rontgen atau radiografi akan menghasilkan gambaran jaringan padat tubuh dengan hasil yang hitam putih. Tes radiologi ini paling sering digunakan karena dilihat dari kecepatan, kemudahan, dan biaya yang lebih terjangkau.
  • Magnetic resonance imaging (MRI)
    Tes MRI dapat mengambil gambar dari banyak bagian tubuh, dan sangat baik dalam menunjukkan jaringan lunak tubuh.
  • Fluoroskopi
    Fluoroskopi merupakan tes pengambilan gambar x-ray yang bergerak dan menghasilkan tampilan pergerakan dari bagian tubuh yang dipindai atau discan.
  • Computed tomography (CT) Scan
    Computed Tomography Scan atau yang biasa disebut CT Scan merupakan tes radiologi yang menghasilkan gambar 3D dengan menggunakan X-ray dan teknologi komputer.
  • Positron emission tomography (PET) Scan
    Positron Emission Tomography Scan atau PET scan merupakan tes radiologi yang dapat membantu dokter untuk mengecek penyakit di dalam tubuh. Pengecekan dilakukan dengan menelan, menghirup atau menyuntik tracer radioaktif bergantung dengan organ yang ingin dicek.

    CT dan PET Scan

    CT dan PET Scan | aboutcancer.com

Mitos dan Fakta Mengenai Tes Radiologi

Dari banyaknya jenis radiologi yang telah kita rangkum diatas, masih banyak orang salah kaprah tentang pemahaman radiasi. Mulai dari radiologi dapat membuat mandul seseorang, lalu setelah tes radiologi, sang radiografer bisa tertular penyakit, dan lain sebagainya. Untuk itu mari kita bahas mitos dan fakta mengani radiologi ini.

Mitos Pertama

Pemeriksaan kesehatan dengan radiasi dapat menyebabkan mandul

Fakta

Mitos paling umum yang salah besar. Faktanya, memang benar radiasi bisa menyebabkan mandul, tetapi jika dilakukan dengan dosis tinggi dan melebihi batas kemampuan manusia menerima radiasi. Dalam pemeriksaan X-ray atau CT-Scan yang menggunakan radiasi, terdapat sebuah kolimator yang berfungsi mengatur luas area yang terpapar radiasi. Personil Radiografer akan melakukan pemeriksaan dengan radiasi hanya di area yang membutuhkan evaluasi. Selain itu, petugas radiografer akan mengatur besarnya radiasi yang diterima sesuai pemeriksaan tersebut.

Mitos Kedua

Radiografer rentan terkena penyakit Leukimia

Fakta

Sejumlah ahli medis menyebutkan bahwa salah satu faktor leukimia adalah terpapar radiasi. Contohnya ketika peristiwa Bom Hiroshima dan Nagasaki di Jepang (1945) yang mengakibatkan ribuan orang terkena Leukimia. Untuk mencegah Leukimia, radiografer melindungi diri dengan memakai apron khusus berbahan timbal. Radiografer juga selalu mengatur dan menembakkan radiasi dari luar ruangan. Nah, ruangan tersebut juga sudah dilapisi dengan timbal. Sehingga, radiasi sekunder atau hamburan sinar radiasi yang tidak terserap tubuh tidak akan keluar dari ruangan.

Radiographer

Radiografer sedang melakukan pengecekan | careertrend.com

Mitos Ketiga

Radiologi hanya untuk memfoto pasien

Fakta

Selain melakukan foto atau pembuatan citra, radiologi juga digunakan untuk proses penyembuhan kanker. Umumnya, teknik ini disebut dengan Radioterapi. Ada berbagai macam teknik pengobatan kanker dengan menggunakan radiasi. Salah satunya Iodine I-131 yang digunakan untuk terapi pengobatan kanker. Selain itu, ada juga Radioimunotherapy untuk meningkatkan imun dengan menggunakan terapi radiasi.

Mitos Keempat

Pasien dapat langsung melakukan foto Rontgen/CT-Scan tanpa persetujuan dokter

Fakta

Pemeriksaan radiologi harus dibawah perintah dokter. Sebab, hal ini behubungan dengan proteksi radiasi. Akan sia-sia jika sudah melakukan proses foto Rontgen atau CT-Scan namun nggak ditemukan masalah atau kelainan apapun. Alhasil, tubuh hanya terpapar radiasi secara tanpa manfaat. Pemeriksaan radiologi yang bisa dilakukan tanpa persetujuan dokter adalah MRI dan USG. Hal ini dikarenakan MRI dan USG tidak menggunakan radiasi sinar X. MRI menggugnakan radiasi gelombang magnetik. Sedangkan USG menggunakan gelombang Ultrasound yang tidak bersifat merusak sel.

Kapan Kita Memerlukan Tes Radiologi?

Setelah kita membahas mengenai apa itu Radiologi, lalu kapan kita harus melakukan tes radiologi? Biasanya kita memerlukan tes radiologi pada saat sakit yang kita alami memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, dimana kita mendapat rujukan dari dokter umum. Hasil dari tes ini dapat menjadi informasi tambahan untuk dokter ketika mendiagnosa penyakit.

Penyakit-penyakit yang biasanya memerlukan bantuan radiologi pada saat diagnosa antara lain:

  • Arthritis
  • Pneumonia
  • Tumor tulang
  • Patah tulang
  • Kelainan rangka bawaan
  • Kanker payudara
  • Osteoporosis

Produk Radiologi dari PT. Bintang Sarana Medika (BISAMED)

Kami, BISAMED, juga mendistribusikan perlatan kesehatan yang berhubungan dengan diagnosa radiologi. Produk seperti Front Apron, Double-Sided Apron, Gonad Shielding hingga x-ray film ada di dalam katalog kami. Produk buatan Primax, perusahaan asal Jerman, yang berkualitas dan dapat memberikan akurasi terbaik dan cocok sebagai solusi kepada kebutuhan pembaca yang merupakan Radiografer atau dokter radiologi.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih dan salam sehat!

 

 

SUMBER:


Apa itu tulang?

Tulang merupakan organ tubuh yang berstruktur keras dan kaku yang membentuk kerangka manusia. Tulang ini dinamis dan terus berubah sering stimulus dari lingkungan. Beberapa tulang dapat menyatu dan membentuk tulang yang lebih kuat seperti yang terjadi pada masa pertumbuhan (bayi memiliki 300 tulang, sementara dewasa hanya 206 tulang. Selain itu, tulang juga dapat membesar atau mengecil, menebal atau menipis, atau menguat jika dibutuhkan. Saat patah, misalnya dalam cedera, tulang dapat tumbuh kembali tanpa meninggalkan luka.

Continue reading →


Apa itu Jantung?

Jantung. Siapa sih yang tidak tahu jantung? Jantung merupakan organ tubuh yang bertanggung jawab untuk menyalurkan darah ke seluruh jaringan dan organ tubuh. Pada tiap-tiap denyutnya, jantung memompa darah yang mengandung oksigen ke seluruh organ tubuh sekaligus mengalirkan karbon dioksida dari seluruh tubuh ke paru-paru untuk dikeluarkan dari tubuh kita. Semakin sehat dan kuat jantung kita, semakin baik kinerja dalam mengalirkan darah ke tubuh.

Continue reading →


Apa itu mata?

Mata merupakan organ pengelihatan pada tubuh kita. Mata mendeteksi cahaya dan mengubahnya menjadi impuls elektrokimia pada sel saraf. Mata ini bekerja setiap hari selama kita melihat. Banyak sekali situasi yang dimana kita mengharusnya memaksa keras mata kita untuk bekerja. Oleh karena itu kita harus pandai-pandai menjaga kesehatan mata.

Continue reading →


Mulut dan Kondisinya

Mulut merupakan tempat dimana organ-organ penting pada manusia seperti lidah dan gigi. Lidah ini memiliki banyak fungsi mulai dari mengecap rasa hingga berbicara. Lalu di dalam mulut terdapat gigi. Gigi ini memiliki fungsi untuk mengunyah makanan yang masuk ke dalam mulut. Karena mulut ini merupakan salah satu proses dimana segala bentuk makanan masuk ke dalam tubuh maka kita harus menjaga kesehatan mulut.

Continue reading →


Apa itu Paru-Paru ?

Paru-paru (lung) merupakan organ tubuh yang ada di dalam dada yang melakukan peran utama dalam sistem pernafasan. Fungsi utama dari paru-paru adalah menukarkan oksigen dengan karbondioksida atau yang biasa dikenal sebagai proses bernafas. Paru-paru juga memiliki peran dalam mengalirkan darah ke seluruh tubuh dan merupakan salah satu sistem ekskresi. Organ paru-paru terdapat pada mamalia termasuk manusia.

Continue reading →


Tips Menjaga Kesehatan Pencernaan

Saat berpuasa, menjaga sistem perncernaan merupakan hal yang sangat penting. Karena sistem pencernaan yang bermasalah dapat menghambat aktivitas pada saat berpuasa dan aktivitas lainnya di bulan Ramadhan. Lalu, adakah cara atau tips untuk menjaga pencernaan tubuh tetap sehat dan terjaga? Ada tentunya. Banyak sekali yang dapat lakukan untuk menjaga kesehatan pencernaan pada tubuh kita, yang kita rangkum di bawah ini :

Continue reading →